Jelang Tahun Baru Imlek 2021 PPIDK Amerop Bahas Kebhinekaan dan Toleransi bersama Pakar

Jelang Tahun Baru Imlek 2021 PPIDK Amerop Bahas Kebhinekaan dan Toleransi bersama Pakar
info gambar utama

Hingga saat ini, kita semua sepakat bahwa budaya tidak statis tetapi berkembang seirama berkembangnya masyarakat. Budaya merupakan warisan yang berbentuk perilaku, sikap, kebiasaan, dan norma dalam kehidupan sehari-hari. Di samping itu kebudayaan adalah sebuah nilai dan cita–cita yang dimiliki bersama sehingga dapat memprediksikan suatu perbuatan yang sesuai dengan pola kemasyarakatan. Indonesia sebagai sebuah negara berdaulat dan memiliki masyarakat yang multikultural dan menghargai pluralisme sebagai keragaman budaya untuk tetap dilestarikan.

Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia Kawasan Amerika-Eropa (PPIDK Amerop) melalui Divisi PPIDK Amerop Support (PAS) mencoba merajut kebhinekaan dan toleransi menuju Indonesia Emas dalam Webinar Kebangsaan untuk memperingati Tahun Baru Imlek 2572 (Tahun Kerbau Logam). Kegiatan yang ditayangkan Live melalui kanal youtube PPIDK Amerop (4/2/2021) ini meghadirkan Narasumber dan Panelis dari berbagai latar belakang mendapat banyak perhatian dari masyarakat di Indonesia maupun luar negeri. Antusiasme ini menunjukkan bahwa tingginya animo masyarakat untuk terus menjaga kemajemukan bangsa.

Hadir sebagai Narasumber pada kegiatan tersebut, Bapak Helmy Faishal Zaini (Sekjen PBNU), Bapak Prof. Dr. Anhar Gonggong, MA (Sejarawan Indonesia), Bapak David Herman Jaya (Ketua Umum Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia), Bapak dr. Indra Wahidin (Ketua Harian Perhimpunan Indonesia Tionghoa), dan Bapak Azmi Abubakar (Pemilik Museum Pustaka Peranakan Tionghoa). Koordinator PPIDK Amerop, Simatupang Yitzhak Karunia pada pembukaannya menyampaikan harapan agar Tahun Baru Imlek 2021 ini bisa menjadi tahun pemulihan dan menjadi awal baik untuk tahun-tahun berikutnya.

Diawal diskusi Bapak David menegaskan bahwa kedewasaan hidup berbangsa harus dijadikan sebagai komitmen bersama dan sebagai generasi penerus harus selalu mengedepankan kepentingan dan persatuan bangsa. Dilanjutkan oleh Bapak Helmy “Cinta tanah air adalah sebuah perintah dari agama yang tidak membedakan antara agama dan negara, di Indonesia kita menjalankan keberagaman dan kebangsaan dalam satu nafas”, tegasnya. Poin penting juga ditegaskan oleh Bapak Azmi adalah dalam mewujudkan kebhinekaan, perayaan Tahun Baru Imlek bukan hanya untuk etnis Tionghoa, tetapi semua anak bangsa dapat merayakannya. Selanjutnya, dr. Indra menyampaikan bahwa kebhinekaan harus kita lakukan bersama-sama, budaya sudah berakulturasi, maka setiap elemen bangsa harus bersatu padu dan merawat kebhinekaan tersebut. Hal ini diperkuat oleh Prof. Anhar Gonggong, menegaskan bahwa sejarah itu menjadi bagian dalam proses kehidupan untuk kondisi yang diharapkan dimasa depan, sejarah adalah melihat hari depan, kekinian dalam melihat hari depan adalah proses yang tak terpisahkan dalam proses sejarah.

Secara terpisah Surya Gentha Akmal selaku PJ PPID Kawasan Amerika-Eropa Support dan juga sebagai Ketua PPI Ceko menyampaikan bahwa tujuan yang ingin dicapai dengan mengadakan webinar kebangsaan dalam menyambut Tahun Baru Imlek 2572 adalah sebagai momentum penting bagi kita semua untuk merawat dan menjaga kedewasaan dalam hidup beragama, berbangsa, dan berbudaya. “Kematangan beragama, berbangsa, dan berbudaya dibuktikan dengan kita turut berbahagia ketika saudara sebangsa dan setanah air juga bahagia”, tutupnya. Melalui kegiatan ini, PPIDK Amerop mengajak setiap elemen bangsa untuk dapat berbenah dan melihat kebhinekaan dan toleransi sebagai nilai-nilai kemanusiaan yang harus dijaga bersama tanpa melihat suku, agama, ras, dan budaya, seperti yang telah ditunjukkan oleh pendiri bangsa ini.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini