Sejarah Hari Ini (5 Februari 1947) - Himpunan Mahasiswa Islam Terbentuk di Yogyakarta

Sejarah Hari Ini (5 Februari 1947) - Himpunan Mahasiswa Islam Terbentuk di Yogyakarta
info gambar utama

Pada 5 Februari 1947 (14 Rabiulawal 1366 H), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) terbentuk di Yogyakarta yang kala itu menjadi ibu kota Republik Indonesia.

Dalam sebuah rapat di ruangan kuliah Sekolah Tinggi Islam (STI, sekarang UII) di Jalan Setyodiningratan 30 (sekarang Jalan Senopati), HMI dibentuk oleh sekumpulan mahasiswa STI yang salah satunya ialah Lafran Pane.

Saat itu pemuda kelahiran Padang Sidempuan yang sedang berulang tahun ke-25 tahun ditunjuk sebagai pendiri HMI.

Menurut Sejarah Perjuangan Himpunan Mahasiswa Islam (1947-1975) karya Agussalim Sitompul, masih ada pendiri HMI lain yang jumlahnya ada 14 mahasiswa, yakni; Karnoto Zarkasyi (Ambarawa), Dahlan Husein (Palembang), Siti Zainah (istri Dahlan Husein-Palembang), Maisaroh Hilal (Cucu KH.A.Dahlan-Singapura), Soewali (Jember), Yusdi Ghozali (Juga pendiri PII-Semarang), Mansyur, M. Anwar (Malang), Hasan Basri (Surakarta), Marwan (Bengkulu), Zulkarnaen (Bengkulu), Tayeb Razak (Jakarta), Toha Mashudi (Malang), dan Bidron Hadi (Yogyakarta).

"Hari ini adalah rapat pembentukan organisasi Mahasiswa Islam, karena semua persiapan yang diperlukan sudah beres," seperti itulah yang diktakan Lafran Pane ketika memimpin rapat.

Masih jauhnya kehidupan mahasiswa beragama Islam saat itu dengan nilai-nilai keislaman menjadi salah satu alasan HMI dibentuk.

Selain itu, arus aliran sosialis sampai komunis yang tumbuh pesat di masyarakat membuat HMI merasa perlu bergerak memberikan batasan, edukasi, dan solusi bagi permasalahan di tengah masyarakat.

"Mempertahankan Negara Republik Indonesia dan mempertinggi derajat rakyat Indonesia, serta menegakkan dan mengembangkan ajaran agama Islam," seperti itulah salah satu bunyi butir pada diskusi pembentukan HMI.

HMI sampai saat ini masih eksis dan memiliki kurang lebih 600 ribu kader yang terkoordinir oleh 202 cabang di seluruh Indonesia.

Predikat organisasi mahasiswa Islam tertua dan terbesar di Indonesia pun jatuh pada mereka.

---

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini