Cerita Pelajar Pontianak yang Berhasil Juarai Olimpiade Bahasa Inggris di Italia

Cerita Pelajar Pontianak yang Berhasil Juarai Olimpiade Bahasa Inggris di Italia
info gambar utama

Indonesia patut berbangga. Pasalnya, tak hanya memiliki kekayaan alam yang melimpah, tetapi juga mempunyai sumber daya manusia yang sangat kreatif, cerdas, dan inovatif. Banyak anak bangsa yang menorehkan prestasi, baik di kancah nasional maupun internasional.

Ialah Kerensia Valeria. Pelajar SMP Tunas Bangsa asal Kota Pontianak yang berhasil meraih medali emas pada olimpiade bahasa Inggris di Italia. Kejuaraan terbesar bahasa Inggris ini, diikuti oleh pelajar dari 60 negara di seluruh dunia.

Kerensia Valeria menjadi orang Indonesia pertama yang berhasil meraih medali emas dalam sejarah sepanjang olimpiade ini dilaksanakan. Tepatnya sejak delapan tahun terakhir.

Kejuaraan ini digelar oleh Global Hippo Association, bersama Mizzou Academy, di bawah naungan University of Missouri, USA. Dari Indonesia sendiri, yang mengikuti babak penyisihan mencapai 20 ribu orang. Namun, Kerensia Valeria, perempuan asal Pontianak ini berhasil maju ke babak final bersama delapan orang lainnya di akhir 2020 kemarin. Terkait pandemi yang tengah melanda dunia, akhirnya final diadakan secara virtual.

Meskipun masih dalam suasana pandemi COVID-19 yang melanda di seluruh dunia, tidak menyurutkan siswa Kalimantan Barat ini untuk berprestasi di tingkat dunia.

Penyerahan Piagam Penghargaan dari Pemerintah | Foto: Tribun Pontianak
info gambar

Wali kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengapresiasi prestasi yang berhasil ditoreh Kerensia. Hal ini dinilainya sebagai bukti bahwa sumber daya manusia (SDM) di Kota Pontianak tak kalah unggul dengan dunia luar.

“Saya atas nama Pemerintah Kota Pontianak mengucapkan selamat kepada Kerensia karena telah mengharumkan nama Kota Pontianak dan Provinsi Kalbar khususnya dan Indonesia umumnya di tingkat dunia," ujarnya.

Ia menambahkan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pontianak tahun 2020 mencatat nilai tertinggi di Provinsi Kalbar, yakni 79,44. Menurutnya, ada dua sektor yang menjadi prioritas untuk mempertahankan dan meningkatkan IPM di Kota Pontianak, yakni sektor pendidikan dan kesehatan.

Baca Juga: Kumpulan Materi Pembelajaran Soal UMPTKIN.

Kualitas SDM ditentukan oleh dua sektor tersebut sebab pengaruhnya besar terhadap peningkatan IPM. Pontianak meraih IPM tertinggi di Kalbar karena dari sisi harapan lama sekolah tertinggi, yakni 15 tahun.

“Dengan kondisi IPM Kota Pontianak yang terus naik dari tahun ke tahun, dapat diartikan bahwa pembangunan manusia di Kota Pontianak cenderung semakin baik," tuturnya.

Edi menambahkan, pihaknya terus berupaya mendongkrak IPM tahun-tahun berikutnya. Selain itu tak kalah pentingnya meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan dan infrastruktur.

"Sehingga pertumbuhan ekonomi juga meningkat dan angka pengangguran bisa ditekan," imbuhnya.

Ayah dari Kerensia, Christiansen, mengatakan bahwa setiap ujian yang dilalui putrinya, angka yang berhasil diraih nilainya selalu 100 poin, tanpa ada kesalahan.

"Bangga rasanya Kerensia Valeria bisa menjadi orang Indonesia pertama yang meraih juara," kata warga yang berdomisili di Jalan Suprapto Pontianak.

Dirinya berharap Kerensia bisa terus mengharumkan nama Indonesia, khususnya Kalimantan Barat. Anak ketiga dari pasangan Christiansen dan Vitalia Lim ini memang sejak kecil kerap menorehkan berbagai prestasi.

Sebelum meraih medali emas di olimpiade ini, beberapa prestasi sudah pernah ditorehkan oleh Karensia. Di antaranya menjadi peserta termuda dan peraih medali di Olimpiade Matematika Nasional 2018.

Selain itu, Kerensia juga pernah menyabet medali perak di Olimpiade Matematika di Varna, Bulgaria tahun 2018. Tak berhenti di situ, pada 2019 lalu, Kerensia juga meraih medali perak di Olimpiade Matematika dan Sains di Hanoi, Vietnam.

Nah, untuk kawan GNFI yang ingin belajar bahasa inggris, bisa banget loh. Saat pandemi Covid-19 ini kamu bisa mengikuti program kursus bahasa inggris online!*

Referensi: Kumparan.com

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

NR
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini