Menu Makanan Khas Indonesia untuk Menemani Diet Plant-Based

Menu Makanan Khas Indonesia untuk Menemani Diet Plant-Based
info gambar utama

Beberapa hari yang lalu, Starbuck Indonesia berkerja sama dengan Green Butcher baru saja merilis tiga menu makanan terbarunya yang berbahan dasar nabati, atau biasa disebut plant-based food. Hal ini merupakan salah satu wujud bahwa sebagian masyarakat Indonesia sudah mulai memerhatikan pola makannya.

Istilah plant-based food muncul pertama kali pada tahun 1980-an yang dikenalkan oleh dr. Colin Campbell. Istilah plant-based didefinisikan sebagai pola makan rendah lemak, tinggi serat, dan berbasis nabati yang berfokus pada kesehatan.

Selain menu baru Starbuck Indonesia, ternyata ada berbagai menu makanan khas Indonesia yang bisa dijadikan sebagai menu pilihan dalam menjalani diet plant-based, lho. Dengan bermacam cita rasa khas Indonesia, makanan-makanan ini bisa membuat diet plant-based yang sedang dilakukan menjadi lebih berwarna. Yuk, simak beberapa menu makanan khas Indonesia berbahan dasar nabati atau plant-based yang bisa Kawan coba.

1. Asinan Betawi

Asinan Betawi | inews.id
info gambar

Asinan betawi merupakan makanan khas yang berasal dari Jakarta. Makanan ini berisi beragam sayuran segar, seperti kol, selada, taoge, yang ditambah dengan potongan tahu putih dan kacang tanah goreng. Bahan-bahan tadi kemudian disiram menggunakan saus kacang tanah yang sudah ditambahkan cuka dan cabai.

Perpaduan tersebut akan menciptakan rasa asam dan pedas yang nikmat. Sebagai pelengkap, asinan betawi biasa dinikmati bersama kerupuk mie kuning dan kerupuk merah.

2. Sayur Asem

Sayur asem | detikfood
info gambar

Sayur asem adalah masakan khas Indonesia yang banyak digemari orang-orang. Rasanya yang asam dan menyegarkan membuat masakan ini cocok menjadi menu pendamping makan siang ditambah sepiring nasi putih hangat.

Sayur asem berbahan dasar jagung manis, labu siam, kacang panjang, dan melinjo yang direbus dalam kuah dari asam jawa. Pada beberapa daerah, sayur asem banyak dikreasikan dengan menambahkan bahan-bahan lain ke dalamnya, seperti nangka, kacang tanah, bahkan oncom.

3. Gudeg

Gudeg | Ksmtour.com
Gudeg Kering | Sumber: ksmtour.com

Gudeg sudah terkenal menjadi makanan khas Yogyakarta yang memiliki cita rasa manis dan gurih. Masakan ini terbuat dari olahan nangka muda yang dimasak cukup lama dengan campuran santan, gula jawa, dan bumbu lainnya.

Gudeg telah ada sejak tahun 1500-an. Pada saat itu, Kerajaan Mataram sedang melakukan pembangunan di Alas Mentaok yang memiliki banyak pohon nangka dengan buah melimpah. Buah nangka tersebut kemudian diolah dalam jumlah besar.

Pekerja yang memasak nangka tersebut menggunakan alat pengaduk yang menyerupai dayung perahu. Teknik mengaduk tersebut dalam bahasa Jawa disebut hangudeg. Dari sanalah, nama gudeg berasal.

4. Pecel

Pecel madiun | Unilever food solutions
Pecel Madiun | Sumber: Unilever food solutions

Pecel merupakan makanan khas dari DI Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur yang sekilas mirip dengan gado-gado. Masakan ini terdiri dari berbagai sayuran seperti bayam, taoge, dan kacang panjang yang telah direbus, kemudian disiram dengan sambal kacang. Pecel akan semakin nikmat bila disantap bersamaan dengan nasi putih hangat dan rempeyek yang gurih.

5. Plecing Kangkung

Plecing kangkung | cookpad
Plecing Kangkung Lombok | Sumber: Cookpad

Apabila bosan dengan olahan kangkung yang itu-itu saja, Kawan bisa mencoba menu olahan kangkung yang berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat, yaitu plecing kangkung. Masakan ini terbuat dari kangkung yang sudah direbus dan ditiriskan hingga dingin, lalu diberi sambal tomat di atasnya dengan tambahan perasan limau.

Plecing kangkung dari Lombok biasa menggunakan kangkung air yang berukuran lebih besar dan bertekstur lebih renyah dibandingkan dengan kangkung yang dibudidayakan di Jawa. Tektur yang renyah tersebut menciptakan rasa nikmat ketika dipadukan dengan rasa pedas dan asam dari sambal tomat.

Itulah beberapa menu makanan khas Indonesia berbahan dasar nabati atau plant-based. Menu mana aja nih yang mau Kawan coba terlebih dahulu?*

Referensi:Fimela | Popmama | IDN Times | Kumparan

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini