Sudah Saatnya Generasi Z Indonesia Berperan Menuju Raksasa Ekonomi Global

Sudah Saatnya Generasi Z Indonesia Berperan Menuju Raksasa Ekonomi Global
info gambar utama

Dengan bangga kita ucapkan, pemuda adalah harapan bangsa dan tonggak perubahan suatu bangsa. Keterlibatan pemuda dalam menopang pembangunan bangsa terbilang nyata dan komprehensif. Kemampuan disiplin keilmuan mereka, telah mengantarkan bangsa Indonesia dikenal oleh negara-negara lain.

Generasi Z Indonesia adalah generasi yang masih masuk kategori anak dan remaja. Sebagian di antara mereka masih bersekolah, sebagian lainnya sedang berkuliah maupun telah lulus kuliah, dan sebagian lainnya ada yang sudah menjadi generasi para pekerja baru. Sebutan lain untuk Generasi Z adalah Generasi Post-Milenial atau iGeneration.

Generasi Z Indonesia, khususnya yang berdomisili di wilayah kota dan berasal dari golongan ekonomi menengah ke atas merupakan kumpulan individu yang tidak mengingat dunia pra-internet. Mereka bukan golongan yang mendengarkan musik melalui kaset dengan pita yang dapat digulung menggunakan pensil, biasa melihat "Dunia Dalam Berita", atau rutin menonton "Si Unyil" tiap Minggu pagi. Generasi Z lebih terbiasa dengan Instagram, One Click Democracy (OCD), Path, Line, dan menganggap Facebook lebih cocok untuk kakak dan orang tua mereka.

Sebagai informasi, saat ini Indonesia sedang memasuki era bonus demografi, yaitu proporsi jumlah penduduk usia produktif berada di atas 2/3 dari jumlah penduduk keseluruhan. Hal itu juga dikemukakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), yang menyatakan bahwa era bonus demografi akan dialami Indonesia pada periode antara 2020—2030.

Selain itu, sudah diketahui secara umum bahwa pengembangan sektor-sektor ekonomi yang kreatif dilakukan melalui berbagai terobosan. Perkembangan teknologi dan usaha rintisan berperan penting. Dengan begitu, harapan bangsa dan tonggak perubahan suatu bangsa dapat diwujudkan oleh pemuda.

Generasi muda harus mencoba untuk tidak selalu menjadi “buruh” di negara lain. Sudah waktunya generasi muda berkarya untuk negeri sendiri. Membuat sesuatu dengan ciri khas Indonesia. Generasi muda harus tahu apa yang dikerjakan, kita juga harus cerdas dan yang paling penting adalah bisa bekerja sama dalam perbedaan. Mengapa? Karena Indonesia terdiri dari keberagaman dan kesatuan demi menjaga keutuhan bangsa dan negara Indonesia tercinta.

Beberapa pemuda yang telah membuktikan bahwa Generasi Z sudah berperan terhadap ekonomi Indonesia di antaranya Wirda Mansur yang memiliki bisnis fashion, kosmetik, serta travel yang tergabung dalam Wirda Mae Group Official. Adapula Ammar Mandili Dengan usaha minyak rambut bernama Indohaircut, Kevin Ciang dengan bisnisnya bernama Sestyc, Almeyda Nayara Alzier yang membuka bisnis mainan slime bernama Naya Slime, Muhammad Akbar Maulana yang membuka perusahaan teknologi multimedia bernama PT Rabka Madbarlana Group, Putri Nabila dan Qasyah Rahmani Febriyan dengan bisnis pakaian daur ulang bernama Our Trashes.

Tak sampai di situ, ada pula Tiffany Kenanga Mandalawangi dengan bisnis pakaian bernama Tiffany Kenanga Hijab dan sepatu bernama Tiffany Kenanga Signature, serta Nadya Pinem dengan bisnis scrapbook dan pernah menjadi perwakilan USU dalam ‘Medan Telkomsel Education Fun Holiday Goes to Sydney’ pada tahun 2016.

Peran mereka dan anak muda lainnya tidak hanya menguntungkan kepada pribadi dan lingkungan sekitarnya, melainkan pada skala lebih besar, yakni kepada perekonomian negara Indonesia untuk menjadikannya sebagai raksasa ekonomi global. Dan mungkin diplomasi positif dengan negara lain.

Oleh sebab itu, kontribusi pemuda dalam mengayuh cita bangsa harus diperhitungkan sejak dini, karena mereka adalah pewaris utuh semua elemen bangsa. Pemerintah maupun masyarakat harus mendukung berbagai gerakan, inovasi, dan kretivitas yang diciptakan oleh pemuda/i. Kini, saatnya, pemuda/i Indonesia bergerak untuk memajukan negeri.*

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini