Mencicipi Nasi Sek, Nasi Seratus Kenyang di Kota Pariaman

Mencicipi Nasi Sek, Nasi Seratus Kenyang di Kota Pariaman
info gambar utama

Mendengar Sumatra Barat, apa hal yang pertama kali terlintas di pikiran Kawan GNFI? Nasi padang, orang minang, atau wisata alam yang menakjubkan? Berbicara tentang Sumatra Barat, kota Pariaman ini memang memiliki berjuta pesona. Salah satunya ialah makanan khas daerahnya.

Nasi Padang merupakan makanan yang sangat legendaris, kaya akan bumbu rempah, dan memiliki cita rasa yang tinggi, serta mudah ditemukan di berbagai tempat. Tak jarang, banyak orang yang menjadikan nasi padang menjadi makanan favoritnya. Lebih dari itu, ada banyak jenis makanan khas Sumatra Barat yang tak kalah lezatnya.

Kali ini, mari mengetahui lebih jauh tentang salah satu makanan khas yang ada di Provinsi Sumatra Barat, tepatnya di Kota Pariaman. Kota ini berjarak sekitar 56 km dari kota Padang atau 25 km dari Bandara Internasional Minangkabau. Dengan Lokasi yang stategis, dekat dengan pusat kota dan akses bandara, Kota Pariaman layak dijadikan opsi destinasi wisata yang melengkapi itinerary liburan Kawan GNFI.

Nasi Sek

Dokumentasi Disparbud Kota Pariaman

Bagi sebagian orang, mungkin makanan ini terdengar asing. Konon sejarahnya, nasi sek telah ada sejak tahun 1980-an. Disebut nasi sek karena berasal dari akronim nasi seratus kenyang. Zaman dahulu, nasi sek lengkap dengan lauk dan sayur dijual dengan harga seratus rupiah sehingga nama nasi sek dengan harga yang murah dan banyak, diminati masyarakat dengan cita rasa yang khas. Nasi sek juga masih eksis hingga saat ini.

Meski namanya nasi seratus kenyang, tentu saat ini harga nasi sek tidak seratus rupiah lagi, ya, Kawan GNFI. Harga 1 bungkus nasi sek rata-rata Rp2.000 sampai Rp3.000 di luar lauk dan panganan pelengkap lainnya. Untuk harga lauknya menyesuaikan dengan tempat dan porsi yang disediakan.

Nasi sek kerap kali disebut-sebut sebagai salah satu menu andalan di tepi Pantai Pariaman. Berbeda dengan nasi padang yang biasa dijual di kedai nasi, nasi sek berukuran lebih kecil atau seukuran kepalan tangan dan dibungkus dengan daun pisang.

Nasi sek ini selalu dihidangkan sepaket dengan lauk pauk dan sayur mayur. Tak ketinggalan, menu andalan, seperti gulai ikan laut, ikan bakar, sambal teri kering, sambal lado, dan gulai jengkol hingga panganan pelengkap, seperti sala bulek (sala bulat), sala lauak (sala ikan) dan sala cumi menjadi pelengkap paling tepat untuk nasi sek ini.

Di beberapa tempat, ada juga yang menyediakan menu sambal jantung pisang, gulai putih jantung pisang hingga gulai pisang yang tak kalah nikmatnya.

Nasi sek biasanya dijual di sepanjang jalan yang dekat dengan tepi pantai di Kota Pariaman, Sumatra Barat. Identik dengan makan dengan tangan sambil lesehan di saung atau gazebo dan ditemani semilir angin pantai dan deburan ombak, menjadikan tempat dan kuliner ini sebagai salah satu tempat terbaik.

Jika berkunjung ke Kota Pariaman untuk menghabiskan waktu liburan bersama keluarga, jangan lupa untuk mencoba nasi sek, ya! Rugi sekali rasanya jika dilewatkan. Tertarik mencobanya? Ayo, ke Pariaman!

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini