Mengenal 4 Generasi Isuzu Panther, Raja Diesel Indonesia yang Disuntik Mati

Mengenal 4 Generasi Isuzu Panther, Raja Diesel Indonesia yang Disuntik Mati
info gambar utama

Kawan GNFI, salah satu mobil paling legendaris di Indonesia, Isuzu Panther, mengucapkan selamat tinggal kepada para pengguna setianya. Hal tersebut karena varian ini tak lagi di produksi di Indonesia. Boleh jadi, keputusan ini merupakan buntut dari strategi perusahaan yang ingin fokus pada segmen kendaraan komersial.

Seperti kita semua tahu, kendaraan ini dulunya hadir dalam berbagai kebutuhan, mulai dari kebutuhan kendaraan angkutan umum, kendaraan angkut (pikap), sampai kendaraan keluarga.

Secara umum, Panther telah hadir di Indonesia setidaknya selama tiga dekade. Mengaspal sejak 1991, mobil bertitel ''rajanya diesel'' ini sudah terjual sekira 433.117 unit dari berbagai generasi, termasuk versi pikap.

Soal disuntik matinya jenis kendaraan ini sebetulnya telah santer beredar sejak dua tahun lalu. Bahkan mobil ini pernah disebut sudah tak lagi diproduksi sejak Maret 2020. Meski begitu, perusahaan masih berkilah jika itu merupakan efek dari pandemi Covid-19.

Perusahan juga enggan berkomentar banyak terkait nasib kendaraan ini, terlebih dengan isu Euro-4 mesin diesel yang mulai akan diberlakukan di Indonesia pada tahun 2022. Nah, baru kemudian pada Desember tahun lalu, perusahaan memberi sinyal terkait hal tersebut dengan mulai menghapus nama Panther dari situs resmi Isuzu.

Terkait implementasi Euro-4 mesin diesel di Indonesia, tercantum dalam Surat (Penundaan) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia No S 786/MENLHK-PPKL/SET/PKL.3/5/2020 yang tertanggal 20 Mei 2020.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia berencana akan memulai implementasi standar tersebut pada April 2021 setelah sebelumnya pada 2018 berlaku untuk kendaraan bermesin bensin.

Berikut rekam jejak Isuzu Panther di Indonesia dari generasi ke generasi.

Generasi pertama (1991)

Produk pertama Panther hadi di Inodnesia pada 1991. Mobil ini dibekali mesin diesel c233 4-silinder berkapasitas 2.238 cc OHV (Over Head Valve) dengan indirect injection. Mesin ini dapat menyemburkan tenaga maksimum sebesar 60 tenaga kuda (hp) pada 4.300 putaran mesin (rpm).

Tak heran, di era itu kendaraan ini dibeli untuk berbagai macam kebutuhan, untuk kendaran keluarga, kendaraan umum, maupun kendaraan komersial. Selain versi standart, beberapa varian yang tercatat saat itu adalah Grand Deluxe, Deluxe (Total Assy), Hi-Grade, Bravo, dan Miyabi.

Generasi kedua (1996)

Kemudian pada 1996, Isuzu merilis generasi kedua dengan mengemas spesifikasi mesin yang sedikit berbeda dari generasi pertama, yakni mesin OHV direct injection 2.500 cc. Mesin ini dikalim mampu bertenaga 86 hp pada 3.900 rpm.

Lain mesin, Panther generasi kedua ini juga memiliki perubahan eksterior, meski tak terlalu signifikan dengan tetap mempertahankan model lampu utama yang lebar serta kisi-kisi (grille) yang menguatkan karakter kendaraan.

Saat itu, ada sekira 8 varian yang ditawarkan oleh Isuzu pada Panther generasi kedua ini, yakni Grand Royal, New Royal, Royal, Hi-Grade, New Hi-Grade, Hi-Sporty, Deluxe, dan Standart.

Generasi ketiga (2000)

Kemudian masuk era milenium atau tahun 2000, Panther kembali diluncurkan melalui generasi ketiganya. Soal mesin yang digunakan tak jauh berbeda dengan generasi kedua, tapi pada tahun itu Isuzu mulai menyediakan varian dengan bekal transmisi otomatis dan mesin turbo diesel.

Tercatat, ada beberapa tipe baru yang ditawarkan, yakni Panther Grand Touring, Touring, SS, SV, LV, LM, dan SM.

Generasi keempat (2005)

Lima tahun setelahnya Panther generasi keempat kemudian lahir, namun dinilai tak banyak berubah dari sebelumnya. Perubahan justru malah terlihat di area eksterior dengan ubahan kosmetik, seperti grille, desain lampu, dan juga sedikit pada bagian interior.

Soal mesin, Panther generasi keempat ini sudah dibekali dengan mesin turbo berstandar EURO, dengan varian yang tersedia yakni LS Turbo, LS Hi-Grade, Grand Touring, Touring, Adventure, LV, LV FF, Smart, dan Smart FF.

Nah, semenjak itu, mobil ini hanya berganti kosmetik saja pada perjalanannya, seperti yang dilakukan pada 2009 dan 2013, hingga akhirnya produksinya dihentikan.

Nah, kawan, siapa yang masih memiliki Isuzu Panther di garasinya, tentunya memiliki cerita dan kebanggaan tersendiri.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Mustafa Iman lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Mustafa Iman. Artikel ini dilengkapi fitur Wikipedia Preview, kerjasama Wikimedia Foundation dan Good News From Indonesia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini