Potensi Minyak Kelapa Murni sebagai Olahan Pangan hingga Antivirus

Potensi Minyak Kelapa Murni sebagai Olahan Pangan hingga Antivirus
info gambar utama

Pohon kelapa sering dijuluki sebagai pohon seribu manfaat. Julukan ini tak lain karena seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan oleh manusia. Mulai dari daunnya yang bisa dijadikan sapu lidi, batang pohonnya yang berguna sebagai bahan konstruksi, hingga akarnya yang bermanfaat untuk mencegah abrasi.

Bagian yang tak kalah penting adalah buah kelapa. Masyarakat Indonesia memanfaatkan buah kelapa bukan hanya sebagai bahan pangan saja, bahkan tempurung atau batoknya sering dijadikan kerajinan.

Menurut data sementara Kementrian Pertanian RI, 2.7 juta ton buah kelapa diproduksi selama tahun 2020. Hal ini membuktikan melimpahnya buah kelapa di Indonesia. Maka dari itu, pemanfaatannya harus dilakukan secara maksimal agar kelimpahannya tidak sia-sia.

Buah kelapa yang dikonsumsi biasanya dikategorikan dengan kelapa muda dan kelapa tua. Kelapa muda cocok untuk dikonsumsi langsung atau sebagai pelengkap sajian minuman tanpa harus diolah lebih lanjut. Untuk kelapa tua biasanya digunakan sebagai bahan dasar pembuatan santan. Selain itu, parutannya dapat dijadikan makanan tradisional, seperti urap, pepes, serta berbagai macam kue tradisional.

Photo by Tijana Drndarski on Unsplash
info gambar

Salah satu olahan buah kelapa yang terkenal adalah minyak kelapa murni atau biasa disebut virgin coconut oil (VCO). Cara untuk memperolehnya pun cukup mudah dan bisa dilakukan di rumah. Hanya butuh buah kelapa tua berusia 10 sampai 12 bulan dan alat-alat yang pastinya ada di setiap rumah.

Selain itu, prosesnya juga cukup mudah dan hanya membutuhkan waktu 24 jam saja. Saat ini, terdapat banyak sekali resep atau metode membuat VCO dengan aman, mudah, serta bernilai gizi tinggi.

Keunggulan minyak kelapa murni (VCO) ialah kaya antioksidan serta mengandung kolestrol baik lebih tinggi daripada jenis minyak lainnya, terutama minyak kelapa sawit atau biasa disebut minyak goreng. Selain itu, VCO juga mengandung asam laurat dan asam kaprat yang berfungsi sebagai anti virus, anti bakteri, dan anti jamur.

Dari banyaknya keunggulan di atas, VCO faktanya belum terlalu dilirik banyak masyarakat. VCO sering dijumpai secara murni tanpa diolah menjadi suatu produk. Padahal, VCO bisa diolah menjadi produk pangan pengganti minyak goreng atau minyak lainnya. Selain itu, VCO juga dapat digunakan sebagai minyak untuk menumis sayur, menggoreng, memanggang daging-dagingan, hingga olahan kue.

VCO juga dapat diolah lebih lanjut menjadi mayones karena terbukti memiliki lemak jenuh yang lebih rendah dibandingkan minyak biasa. Penelitian menyebutkan bahwa konsentrasi minyak pada mayones setinggi 75% dibandingkan bahan lainnya dan kadar lemak pada mayones dengan minyak kelapa sawit sebesar 88%, sedangkan kadar lemak pada mayones dengan minyak kelapa murni sebesar 75%.

Oleh karena itu, masyarakat semestinya mulai mempertimbangkan untuk menggunakan minyak kelapa murni (VCO) dalam kehidupan sehari-hari karena kandungan nutrisinya yang jauh lebih baik dibandingkan minyak kelapa sawit.

Selain itu, penggunaan VCO juga diharapkan menjadi salah satu langkah untuk memaksimalkan potensi buah kelapa yang ada di Indonesia.

Referensi: PertanianPenelitian

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini