Ragam Merek Cokelat Lokal yang Tak Kalah dari Produk Impor, Cocok untuk Hadiah Valentine

Ragam Merek Cokelat Lokal yang Tak Kalah dari Produk Impor, Cocok untuk Hadiah Valentine
info gambar utama

Cokelat, makanan yang akrab di lidah semua orang, baik tua maupun muda. Cokelat juga hadir di segala suasana, termasuk di hari kasih sayang, Valentine. Rasanya, kita tidak perlu repot mencari cokelat impor, karena banyak juga merek cokelat buatan Indonesia yang terkenal dengan kelezatannya.

Sebagai negara penghasil biji kakao terbesar, Indonesia memiliki beberapa merek cokelat yang terkenal akan kelezatannya. Rasanya menjadi unik karena diadaptasi dengan rasa khas nusantara. Selain itu, ada juga merek yang telah mendapatkan penghargaan internasional. Berikut GNFI sajikan, 5 merek cokelat lokal yang tak kalah dari produk impor.

1. Chocodot

Berasal dari Garut, Jawa Barat. Awalnya chocodot ditemukan secara tidak sengaja oleh sang pemilik, Kiki Gumelar yang menjatuhkan dodol ke dalam adonan cokelat.

Setelah itu, tercipta lah chocodot dengan varian rasa pertama adalah cokelat dodol. Seiring berjalannya waktu, akhirnya mereka mempunyai berbagai varian rasa dari mint, green tea hingga buah–buahan.

Dengan menggunakan nama unik dalam produknya seperti cokelat obat stress, cokelat rasa sayang, cokelat cegah alay sampai cokelat enteng jodoh membuat cokelat ini punya daya tarik sendiri khususnya bagi wisatawan yang sedang berkunjung ke Garut.

2. Pipiltin Cocoa

Mengusung tagline “We Make Chocolate From Scratch,” merek cokelat yang dibangun oleh Tissa Aunilla ini mengolah sendiri biji kakao yang didapat dari petani cokelat antara lain di Tabanan (Bali), Banyuwangi (Jawa Timur), dan Pidie Jaya (Aceh).

Tersedia 21 tipe cokelat batangan dengan desain kemasan yang berbeda satu sama lain. Pipiltin juga menyajikan rasa unik seperti kentang dan sea salt.

Varian yang paling populer dari Pipiltin adalah cokelat single origin asal Bali karena Bali familier di dunia internasional. Rasanya? creamy dan fruity.

Varian coklat single origin ini bisa dibeli di Kafe Pipiltin di daerah Thamrin, Senopati atau Barito, Jakarta dengan kisaran harga cokelat mulai Rp26 ribuan. Rasanya yang khas dan lezat membuat coklat ini cocok disantap pada hari valentine.

3. Cokelat Monggo

Kalau jalan – jalan ke Yogyakarta, jangan cuma coba gudeg dan bakpia saja. Cicipi juga ragam varian Cokelat Monggo, didirikan sejak 2003 oleh Thierry Deltourney, warga negara asal Belgia.

Cokelat Monggo memiliki keunggulan dengan berbagai rasa yang nusantara banget diantaranya cabai, durian, jeruk, jahe, hingga pala.

Dikemas premium, cokelat ini sudah mulai masuk ke pasar internasional.

4. Cokelat Glenmore

Kabupaten Banyuwangi juga tidak mau ketinggalan untuk mengenalkan cokelat unggulannya, namanya cokelat glenmore, berasal dari Doesoen Kakao yang berada di wilayah perkebunan PTPN XII, Kecamatan Glenmore.

Cokelat dari Glenmore ini terkenal sebagai salah satu cokelat terbaik di dunia, yakni jenis edel dengan biji warna putih berbeda dari cokelat kebanyakan yang punya biji berwarna keunguan bahkan jadi pilihan bagi produsen cokelat di Swiss dan Belgia.

Rasa cokleat glenmore cenderung asam buah–buahan mirip seperti kismis dan aftertaste-nya menghasilkan rasa madu. Kalau ingin mencicipi cokelat sambil belajar sejarah dan pengelolaan cokelat glenmore, mampir saja ke wisata perkebunan yang ada di Kendeng Lembu, di Desa Karangharjo.

5. Krakakoa

Merk cokelat asli Indonesia ini sudah diakui di dunia internasional dengan menyabet penghargaan dari ajang prestisius Academy of Chocolate Awards 2017.

Cokelat yang diolah di Lampung ini menggunakan cokelat asli Indonesia dari Sumatra, Sulawesi, hingga Bali. Krakakoa dibuat dari kakao yang ditanam oleh para petani terlatih dengan kualitas unggulan.

Krakakoa menyajikan cokelat dengan kandungan dark chocolate yang beragam dari 45 % sampai 100% serta berbagai varian rasa seperti sea salt and papper, ginger, dark chocolate chilli, dark milk chocolate cinnamon dan creamy coffee.

Harganya cukup terjangkau. Untuk ukuran cokelat 50 gram cukup sediakan Rp40 ribu saja. Sikat!

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini