Wajah Baru Pasar Pon Trenggalek, Adopsi Desain Covent Garden dan Royal Opera House London

Wajah Baru Pasar Pon Trenggalek, Adopsi Desain Covent Garden dan Royal Opera House London
info gambar utama

Pasar tradisional di Indonesia lekat dengan citra becek, kumuh, jorok, dan pokoknya tidak sedap dipandang. Konsep pasar semacam itupun tahap demi tahap, tahun berganti tahun, bertransformasi menjadi lebih modern berkat kerja pemerintah dan pelaku usaha.

Kesan modern dari pasar yang menanggalkan "ketradisionalannya" biasanya bisa dilihat dari bentuk arsitektur yang lebih nyeni, kokoh, dan megah. Juga jangan lupa, sistem jual-beli dan distribusi barang dagangan di pasar modern pun lebih teratur karena tempatnya yang tertata rapi. Selain itu yang menjadi poin penting ialah terjaminnya kebersihan, kenyamanan, dan keamanan bagi pembeli juga pedagang.

Contohnya bisa dilihat di Cisauk, Tangerang, Banten, di mana terdapat Pasar Modern Intermoda. Terintegrasi dengan stasiun kereta Commuterline dan terminal bus, di pasar ini pembeli dan pedagang tidak perlu risih akan kebersihan ketika sedang bertransaksi.

Tak hanya Pasar Modern Intermoda, contoh pasar berlabel modern bisa juga ditengok di Muara Baru, Jakarta Utara. Pasar Ikan Modern (PIM) Muara Baru yang memiliki luas 4 hektare ini terinspirasi dari Pasar Tsukiji di Jepang yang kondang dengan kegiatan lelang ikan dan menjadi atraksi bagi wisatawan.

Label "modern" PIM yang diresmikan pada 2019 ini bukanlah kaleng-kaleng. Pasalnya selain hamparan lapak dagangan hasil laut yang beraneka ragam, di pasar ini juga tersedia area foodcourt dan berbagai fasilitas mumpuni salah satunya instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Fokus pemerintah tidak bisa lepas pada pasar-pasar yang dinilai kurang layak. Pada awal tahun 2021, berkat dorongan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pasar dengan cita rasa modern di Indonesia pun bertambah satu lagi. Letak berdirinya bukan di ibu kota Jakarta, melainkan di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Menjadi sorotan karena arsitektur pasar satu ini mengadopsi salah satu bangunan tua di Kota London, Inggris.

Pasar Pon Trenggalek, Dari Abu Jadi Baru

Pada 2018, Pasar Pon Trenggalek ketiban musibah. Tempat kios pasar milik pedagang terbakar hebat dan membutuhkan lima jam bagi pemadam kebakaran untuk memadamkan api.

Dilansir GNFI dari Surya, penyebab kebakaran di Pasar Pon Trenggalek berasal dari kabel NYM yang ditekuk. Karena ditekuk terlebih dengan paku, kabel menjadi lecet dan mengakibatkan kebocoran arus listrik yang menyambar material yang mudah terbakar.

Kerugian bagi pedagang, karena kebakaran Pasar Pon Trenggalek menghanguskan 90 persen lapak dagang mereka. Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak lantas tidak tinggal diam dengan merelokasi pedagang ke kawasan terminal mobil penumpang umum (MPU), serta di halaman pasar basah secara sementara.

Pasar Pon Trenggalek pada 2018.
info gambar

Rencana pembangunan Pasar Pon yang baru pun muncul setelahnya. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan anggaran sekira Rp1,7 triliun untuk membangun/merehabilitasi 21 pasar pada periode 2019-2020, termasuk untuk membangun Pasar Pon dengan anggaran Rp69 miliar.

Konsep Hijau dengan Arsitektur Mengadopsi Dua Bangunan Terkenal di Kota London

Pandemi Covid-19 atau virus corona tidak menjadi penghalang menyelesaikan pembangunan Pasar Pon Trenggalek. Buktinya, dalam kurun waktu hampir setahun pasar ini bisa diselesaikan.

Pada Selasa (9/2/2021), Pasar Pon Trenggalek akhirnya diresmikan secara virtual dengan disaksikan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti, dan Bupati Trenggalek Moch Nur Arifin.

Bangunan pasar seluas 5.800 m2 yang dibangun di atas lahan 1,2 hektare ini mengusung prinsip bangunan gedung hijau (BGH) agar less cost operationand maintenance, serta diselesaikan lebih cepat guna Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Membicarakan model arsitekturalnya yang bergaya Eropa, Pasar Pon Trenggalek mengadopsi dua bangunan terkenal di Kota London yakni Covent Garden Market (Pasar Covent Garden) dan rumah sandiwara/opera Royal Opera House.

Penyumbang ide desain bangunan tersebut ialah Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak. Lewat postingan medsosnya ia bercerita, kala menghadiri graduation di Oxford University pada awal 2017 ia terkesima dengan bentuk bangunannya dan terpikirkan untuk menggabungkan bagian yang unik untuk pembangunan Pasar Pon Trenggalek.

Tampilan dalam Covent Garden Market di London dengan jejeran kios di sisi kanan dan kiri dan foodcourt di lantai dasar.
info gambar

''...Muncul inspirasi mengadopsi desain atap arc terbuka Covent Garden Market dan fasad depan Royal Opera House, untuk redesain Pasar Pon Trenggalek. Covent Garden Market sebenarnya jauh lebih kecil bentang arc-nya, maka dilakukan modifikasi untuk Pasar Pon dengan penerapan fasad depan yang lebih artistik sesuai Royal Opera House,'' cerita Emil.

Pemulihan Ekonomi Lokal

Lewat siaran pers di laman PU, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, rehabilitasi pasar seperti yang dilakukan pada Pasar Pon Trenggalek dilakukan dengan meningkatkan fungsi pasar sebagai sarana perdagangan rakyat. Tujuan rehabilitasi bangunan agar bisa manusia yang beraktivitas di dalamnya aman, nyaman, bersih, tertata, dan lebih estetis (tidak kumuh).

"Diharapkan, infrastruktur pasar yang berkualitas dapat dirasakan langsung manfaatnya, terutama menjamin distribusi bahan pokok dan turut menggerakan sektor rill atau UMKM yang merata hingga pelosok desa di seluruh Indonesia," ujar Basuki.

Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Diana Kusumastuti mengatakan bahwa pasar tersebut dibangun dengan desain ikonik agar menjadi landmark (ikon kota) baru Trenggalek. "Pasar yg telah dibangun agar dipelihara dan dimanfaatkan dengan baik, dan predikat BGH madya yang telah dicapai sebaiknya dipertahankan," ujarnya.

Pasar Pon Trenggalek pada bagian depan.
info gambar

Pasar Pon Trenggalek yang baru ini memiliki sekitar 700 kios dan los. Beberapa fasilitas penunjangnya telah dipasang yakni 55 CCTV, lift, dan guarding block untuk para penyandang disabilitas.

Dengan selesainya pasar di Jawa Timur tersebut menambah jumlah fasilitas publik selesai dibangun Kementerian PUPR pada TA 2020, sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) No. 43 Tahun 2019 tentang Pembangunan, Rehabilitasi, atau Renovasi Pasar Rakyat, Prasarana Perguruan Tinggi, Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, dan Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

Total pembangunan dan rehabilitasi prasarana dan sarana pendidikan, olahraga, dan pasar selesai tahun 2020 sebanyak 463 unit dan akan dilanjutkan pada TA 2021 sebanyak 1.431 unit.

---

Referensi: PU.go.id | Kompas.com | Surya.Tribunnews.com

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

DI
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini