Inilah 3 Fakta Sejarah Pembangunan Masjid Termegah se-Asia Tenggara

Inilah 3 Fakta Sejarah Pembangunan Masjid Termegah se-Asia Tenggara
info gambar utama

Penulis: Rifdah Khalisha

#WritingChallengeGNFI#CeritaDaerahdariKawan#MakinTahuIndonesia

Masjid Istiqlal adalah salah satu masjid kebanggaan masyarakat Indonesia. Bahkan, Istiqlal tercatat sebagai masjid termegah se-Asia Tenggara. Uniknya, keberadaan Masjid Istiqlal tepat di seberang Gereja Katedral sehingga lekat dengan simbol toleransi dan kerukunan umat beragama di Indonesia.

Pada masa pemerintahan Soekarno, tercetus ide pembangunan masjid ini. Lalu, terbentuklah Yayasan Masjid Istiqlal pada 1954. Di balik kemegahannya, ternyata ada dinamika perjalanan menarik saat hendak membangun masjid dengan daya tampung 200.000 jemaah ini.

Berikut fakta sejarah pembangunan Masjid Istiqlal yang harus Kawan ketahui.

1. Perdebatan Lokasi

Masjid Istiqlal © Kompas.com
info gambar

Pada tahun 1954 setelah terbentuknya Yayasan Masjid Istiqlal, terjadi perdebatan letak pembangunan masjid ini. Meski sepakat memilih pusat kota Jakarta, tetap terjadi perbedaan pendapat antara Soekarno dan Moh. Hatta.

Soekarno keras kepala ingin membangun Istiqlal di atas tanah peninggalan benteng Citadel. Pemilihan lokasi tersebut atas dasar alasan politis dan artistik. Ia ingin menggantikan monumen penjajahan Belanda tersebut dengan Masjid Istiqlal, yang namanya berarti merdeka atau kemerdekaan.

Soekarno berharap Istiqlal bisa menjadi sejarah baru bagi bangsa Indonesia. Selain itu, para penerus bangsa bisa melihat bangunan ini sebagai bukti kemerdekaan dari para penjajah.

Sementara itu, dari sisi artistik adalah letaknya yang strategis, dekat dengan jalan protokol, seperti Jalan Katedral, Jalan Pintu Air, Jalan Perwira, dan Jalan Veteran. Pertimbangan lain adanya sungai Banjir Kanal Ciliwung. Sungai ini mengalir di sisi timur dan barat sehingga masjid tak akan kekurangan sumber air untuk para jamaah berwudu.

Berbeda dengan pemikiran Hatta, ia sempat menentang ide Soekarno. Menurut Hatta, benteng Citadel jauh dari pemukiman masyarakat, justru lebih dekat dengan daerah pertokoan dan perkantoran. Oleh karena itu, ia mengusulkan lokasi di sekitar jalan M.H. Thamrin,

Hatta menganggap kokasi yang kini menjadi tempat berdirinya Hotel Indonesia Kempinsky tersebut berada di tengah-tengah pemukiman masyarakat Islam. Hingga akhirnya, perdebatan berakhir dan sepakat menyetujui ide Soekarno untuk membangun Istiqlal di benteng Citadel.

2. Perancang Bangunan Penganut Kristen Protestan

Presiden Soekarno (kiri) dan Friedrich Silaban (kanan) © Kompas.com
info gambar

Masjid Istiqlal memang tepat bila disebut sebagai simbol tolerasi antaragama. Selain berada di seberang Gereja Katedral, ternyata perancang bangunan ibadah umat Islam ini justru penganut Kristen Protestan. Ia bernama Friedrich Silaban, putra Batak yang memenangkan sayembara.

Pada tahun 1955, Yayasan Masjid Istiqlal mengadakan sayembara desain masjid yang merepresentasikan kemerdekaan Indonesia. Lalu, Friedrich yang memang akrab dengan Soekarno pun mengikuti sayembara tersebut. Saat itu, Soekarno memberi saran untuk menggunakan nama samaran.

Usai melalui seleksi, dari 30 peserta sayembara yang terdaftar, hanya 22 peserta yang memenuhi persyaratan. Friedrich dengan karya berjudul ‘Ketuhanan’ pun memenangkan sayembara desain masjid dari 5 desain terbaik lainnya. Ia telah memiliki puluhan karya di Indonesia, tetapi desain Masjid Istiqlal yang mengantar ia menerima tanda jasa dan kehormatan dari pemerintah hingga julukan ‘by the grace of God’ dari Soekarno.

3. Pembangunan Rampung Usai 17 Tahun

Peresmian Masjid Istiqlal oleh Soeharto © Kompas.com
info gambar

Ir. Soekarno, Presiden RI sekaligus pengurus Yayasan Masjid Istiqlal pertama menjadi sosok yang menancapkan tiang pancang pertama Masjid Istiqlal. Tepatnya pada 24 Agustus 1961, kegiatan ini bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Ribuan umat muslim pun menyaksikan momen bersejarah ini.

Namun, pembangunan Istiqlal sempat tersendat karena keadaan politik yang kurang kondusif bahkan memburuk. Usai tujuh belas tahun sejak pemancangan tiang pertama, akhirnya pembangunan Istiqlal rampung. Saat itu, Soekarno telah melepas jabatannya dan kepemimpinan Indonesia jatuh ke tangan Soeharto.

Soeharto, Presiden RI kedua meresmikan Masjid Istiqlal pada 22 Ferbruari 1978. Peresmian berlangsung dengan memasang prasasti di area pintu As-Salam. Sejak hari itu, pemerintah menetapkan tanggal 22 Februari sebagai peringatan Hari Istiqlal.

Masjid Istiqlal punya keunikan sejarah dan bangunan yang membuatnya ikonik. Tak heran, tamu-tamu kenegaraan, seperti Barack Obama, Presiden Amerika Serikat ke-44 dan Pangeran Charles, putra mahkota Kerajaan Inggris, pernah mengunjunginya.

Kawan, untuk mendengarkan dan mengetahui lebih banyak informasi, yuk, dengarkan podcast GoodVoice di Spotify supaya Kawan Makin Tahu Indonesia!

Referensi: Kompas | Voi | IDN Times | Indonesia Kaya

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini