Sempat Hebohkan Warganet, Ini 5 Fakta Menarik Gunung Gede Pangrango

Sempat Hebohkan Warganet, Ini 5 Fakta Menarik Gunung Gede Pangrango
info gambar utama

Penulis: Rifdah Khalisha

#WritingChallengeGNFI#CeritaDaerahdariKawan#MakinTahuIndonesia

Masyarakat Jakarta hidup di tengah hiruk pikuk perkotaan. Bukan pepohonan subur yang sering terlihat di wilayah ini, melainkan gedung-gedung pencakar langit. Makanya, tak heran apabila masyarakatnya mudah kagum akan keasrian alam.

Belum lama, sebagian besar warganet Jakarta heboh melihat potret yang diunggah oleh akun twitter Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Pada potret terlihat ruas Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat dengan latar belakang keindahan Gunung Gede Pangrango.

Ternyata, potret tersebut karya tangan fotografer Ari Wibisono. Ia pun mengonfirmasi foto bidikannya asli tanpa manipulasi, seperti anggapan beberapa warganet. Adapun, ia memotret panorama tersebut dari jembatan Kemayoran arah Gunung Sahari pada pagi hari.

Sejatinya, meski berada di Jakarta, Kawan memang bisa melihat Gunung Gede Pangrango yang terletak di Provinsi Jawa Barat. Hanya saja, sering kali jarak pandang yang terhalang polusi pada waktu tertentu membuatnya jarang terlihat.

Nah, tak hanya bisa terlihat jelas dari Jakarta saja, ternyata Gunung Gede Pangrango juga punya sejumlah fakta menarik lainnya. Apa saja, ya? Yuk, simak rangkuman berikut.

1. Urutan Pertama Taman Nasional dengan Pengunjung Terbanyak

Perkemahan di Gunung Gede Pangrango © Metropolitan.id
info gambar

Seluruh Kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), termasuk Gunung Gede Pangrango, berhasil menduduki urutan pertama dalam daftar 10 Taman Nasional dengan pengunjung terbanyak sepanjang tahun 2020. Bahkan, berhasil mengalahkan beberapa Taman Nasional ternama lainnya, seperti TN Bromo Tengger Semeru, TN Bantimurung Bulusaraung, TN Gunung Merbabu, TN Alas Purwo, hingga TN Komodo.

Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui akun instagram resmi @ayoketamannasional_official, mengunggah pernyataan ini.

Selain tersohor sebagai Taman Nasional, sudah sejak lama wilayah ini juga menjadi gunung favorit para pecinta alam. Pendaki pemula kerap memilih gunung ini karena ketinggiannya masih terbilang ramah, yakni 2.958 meter. Jadi, wisata ini memang sesuai bagi siapa pun yang ingin melepas penat dengan menjajal suasana berkemah.

2. Dapat Terlihat Jelas dari Bukit Aurora di Sukabumi

Bukit Aurora © Ksdae.menlhk.go.id
info gambar

Tak hanya bisa terlihat jelas dari Jalan Benyamin Sueb di Kemayoran, panorama alam ini juga bisa terlihat jelas di objek wisata Bukit Aurora, Sukabumi. Bukit Aurora merupakan perbukitan hijau yang menjadi tempat wisata di Sukabumi.

Meski jaraknya sekitar 58,2 kilometer atau lebih dari 2 jam menggunakan mobil dari TNGGP, Kawan masih bisa menyaksikan jelas panorama Gunung Gede Pangrango di bukit ini. Objek wisata ini menyediakan spot khusus berupa gardu panjang dengan pemandangan pepohonan memesona. Jadi, walaupun keduanya terpaut jarak yang cukup jauh, gagahnya Gunung Gede Pangrango tetap dapat membuat pengunjung Bukit Aurora terpukau melihatnya.

3. Dua Gunung yang Berbeda

Gunung Gede Pangrango © Foresteract.com
info gambar

Seperti yang Kawan ketahui, Gunung Gede Pangrango termasuk dalam kawasan TNGGP yang letaknya berada di tiga kabupaten, yakni Bogor, Sukabumi, dan Cianjur. Meski banyak masyarakat beranggapan menyatu, nyatanya Gunung Gede dan Gunung Pangrango jelas berbeda.

Bahkan, keduanya punya ketinggian tak sama. Gunung Gede berada 2.958 mdpl (meter di atas permukaan laut), sementara Gunung Pangrango lebih tinggi, yakni 3.019 mdp. Namun, ada punggung gunung seperti sadel atau pelana yang menghubungkan kedua puncak gunung tersebut. Masyarakat sering menyebut punggung gunung dengan ketinggian sekitar 2.400 mdpl ini sebagai daerah Kandang Badak.

4. Rumah Bagi Satwa Endemik Owa Jawa

Owa Jawa © Merdeka.com
info gambar

Kawasan TNGGP menjadi habitat berbagai satwa endemik langka, di antaranya, macan tutul, elang Jawa, hingga owa Jawa. TNGGP seolah menjadi rumah sekaligus pelestarian owa Jawa, primata yang terancam punah karena maraknya perburuan dan perusakan hutan. Para pemburu mengeksploitasi primata ini guna menjadikannya hewan peliharaan.

Sejak tahun 2006 lalu, TNGGP bekerja sama dengan Yayasan Owa Jawa, Conservation International Indonesia, dan Universitas Indonesia. Mereka mendirikan pusat penyelamatan dan rehabilitasi owa Jawa di Resort Wilayah Bodogol TNGGP bernama Javan Gibbon Center (JGC). Hingga akhir tahun 2018, terhitung ada 18 owa Jawa yang telah menjalani penyelamatan dan rehabilitasi di JGC.

5. Objek Wisata Curug dari Nama Petugas yang Berjaga

Curug Andamas © Gedepangrango.org
info gambar

Tak hanya panorama hijau gunung, TNGGP juga menawarkan objek wisata air bernama curug Andamas. Di sini, Kawan bisa menikmati keasrian air terjun setinggi 30 meter. Berbagai pohon khas hutan hujan tropis juga turut menghiasi wilayah sekitar air terjun.

Menariknya, ada kisah di balik penamaan curug Andamas yang berlokasi di Resort PTN Goalpara ini. Pada tahun 2016, para petugas tengah melakukan pemeriksaan ke lokasi curug ini. Namun, curug dengan yang dikelilingi pepohonan rindang dan tanaman rambat ini belum memiliki nama.

Insiaitif pun datang untuk menyematkan nama “Andamas” agar mudah mengingatnya. Adapun, kata Andamas tercipta dari singkatan ketiga nama petugas tersebut, yakni Andri (An), Dadang (Da), dan Amas (Mas).

Nah, itu dia 5 fakta menarik dari kawasan wisata Gunung Gede Pangrango. Pernahkah Kawan mengunjunginya?

Kawan, untuk mendengarkan dan mengetahui lebih banyak informasi, yuk, dengarkan podcast GoodVoice di Spotify supaya Kawan Makin Tahu Indonesia!

Referensi:Hipwee | Kompas | Kumparan

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Kawan GNFI Official lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Kawan GNFI Official.

Terima kasih telah membaca sampai di sini