PPI Dunia Mendukung Kebangkitan Industri E-Sport di Indonesia Melalui PEAC

PPI Dunia Mendukung Kebangkitan Industri E-Sport di Indonesia Melalui PEAC
info gambar utama

Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia (PPI Dunia) menggelar PPI Dunia E-Sport Olympiade and Charity (PEAC) yang diselenggarakan pertama kali pada (19/02) secara daring. Kompetisi ini diikuti oleh pelajar Indonesia baik yang ada di dalam maupun di luar negeri. Terdapat 4 cabang lomba yang bisa diikuti, seperti Mobile Legend, PUBG, Valorant dan Catur.

Tidak hanya bertujuan untuk memupuk rasa solidaritas, kreativitas, dan sportivitas, PEAC 2021 juga memiliki jargon “Play together, care each other” yang memiliki arti “Bermain bersama, peduli satu sama lain”, diwujudkan dalam bentuk kerja sama dengan Pelajar Dunia Membangun Desa (PARAMA) untuk membangun desa yang ada di Indonesia dari dana yang terkumpul melalui program ini.

Program ini dibuka oleh Dr. H. Zainudin Amali, S.E., M.Si selaku Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (MENPORA RI). Disampaikan Dr. H. Zainudin Amali, S.E., M.Si pada pembukaan program, “E-Sports ini adalah olahraga yang menggabungkan teknologi, strategi, dan kemampuan kerja sama tim. Ketika pandemi jangan berhenti untuk berkreasi, berinovasi, dan aktif untuk tetap bersama berkontribusi untuk Indonesia.”

Choirul Anam, SE, ME, Ak, CA selaku Koordinator PPI Dunia 2020-2021 dalam sambutannya menyampaikan harapannya, “Semoga kontribusi PPI Dunia melalui PEAC; program yang positif dan tetap menjaga protokol kesehatan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat.”

Program kemudian dilanjutkan dengan webinar yang merupakan rangkaian dari program PEAC 2021 pada (24/02) dengan mengangkat tema besar menyangkut perkembangan e-sport di Indonesia dalam era digital. Chandra Bhakti selaku Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga dari KEMENPORA menuturkan, “E-sport sedang booming dan pertumbuhan audiens secara global setiap tahun menunjukan kenaikan, bahkan diproyeksikan akan menyentuh angka 645 juta audiens secara global.” Lebih lanjut, Chandra Bhakti menjelaskan, “Proses digitalisasi olahraga dapat menjawab tantangan pengembangan olahraga di masa kenormalan baru.”

Masih berbicara tentang perkembangan e-sport di Indonesia, Rob Clinton Kardinal selaku Ketua Umum Asosiasi Video Game Indonesia (AVGI) memaparkan, “Dalam 5 tahun terakhiri ini, industri e-sport mendapat perhatian serius dari masyarakat bahkan pemerintah, sejalan dengan dunia sekarang yang serba digital dan elektronik.”

Perkembangan e-sport di Indonesia disambut optimis oleh banyak orang, salah satunya Justin Wilhem selaku Ex-Pro Player For Evos Esports In Game Counter Strike Global Offensive (CSGO), yang beranggapan bahwa e-sport bisa menjadi karir, “Semoga pemerintah Indonesia bisa mengembangkan e-sport menjadi pekerjaan yang bisa berkontribusi pada ekonomi Indonesia.”

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini