Salatiga Geser Singkawang Sebagai Kota Paling Toleran di Indonesia

Salatiga Geser Singkawang Sebagai Kota Paling Toleran di Indonesia
info gambar utama

Belakangan ini kata toleransi kian akrab di telingan masyarakat Indonesia, terlebih saat peristiwa-peristiwa yang menodai toleransi mencuat. Namun sebentar, sudahkah Kawan GNFI memahami maknanya? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diketahui makna toleransi adalah bersifat toleran.

Lebih jauh dijelaskan, sifat toleran merupakan sifat atau sikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan, dan sebagainya) yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian sendiri.

Sementara riset terkini dari Maykel Verkuyten dan Kumar Yogeeswaran seperti yang dikutip dari Unair.ac.id, memberikan makna bahwa toleransi bukan hal yang sederhana, melainkan suatu hal yang kompleks. Tiga komponen yang dipaparkan Maykel dan Kumar terkait hasil riset terbarunya bahwa toleransi adalah objection, acceptance, dan rejection.

Objection yang dimaksud merupakan sikap seseorang dalam memaknai toleransi. Sedangkan untuk acceptance (penerimaan) berkaitan dengan reaksi seseorang mempertimbangkan adanya suatu kelompok tertentu. Terakhir tentang rejection, berkaitan erat dengan perilaku seseorang yang ditunjukkan untuk menunjukkan penolakan.

Seperti kawan GNFI tahu, Indonesia merupakan negeri yang penuh kemajemukan. Indonesia adalah rumah bagi keberagaman suku, ras, bahasa, agama, adat istiadat hingga pandangan politik. Untuk menjaga persatuan, sikap toleran mutlak perlu ditanamkan setiap warga Indonesia.

Baca juga: Tertibnya Pawai Tahun Baru Islam di Kota Paling Toleran Salatiga

Baru-baru ini Setara Institute mengeluarkan lapotan terkait indeks kota toleran (IKT) di Indonesia. Studi terkait indeks kota toleran ini dilaksanakan sepanjang 2020 pada 94 entitas kota di Indonesia. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode triangulasi dengan membandingkan data yang diperoleh dari scoring 8 indikator dengan data sekunder dan self assessment masing-masing pemerintah kota.

Delapan indikator yang dinilai adalah RPJMD, kebijakan Pemkot tentang toleransi, peristiwa intoleransi, dinamika masyarakat, pernyataan kepada publik, tindakan nyata pemerintah, demografi atau heterogenitas agama, dan inklusi sosial keagamaan. Hasil penghitungan triangulasi itu lalu diuji kembali dengan in-depth interview dengan tokoh-tokoh kunci di masing-masing kota.

Berdasarkan laporan tersebut, Kota Salatiga berhasil dinobatkan sebagai kota paling toleran. Capaian itu sekaligus menggeser posisi Singkawang yang pada tahun sebelumnya menyandang status sebagai kota paling toleran di Indonesia.

Salatiga mendapatkan skor sebesar 6,717 selisish tipis dengan kota Singkawang yang mencatatkan skor sebesar 6,450. Kemudian peringkat tiga diperoleh kota Manado dengan skor toleransi sebesar 6,200.

Di peringkat empat kota Tomohon dengan pencapaian skor toleransi sebesar 6,183. Selanjutnya peringkat lima Kota Kupang dengan skor toleransi sebesar 6,037.

Kemudian Kota Surabaya menempati peringkat keenam dengan skor toleransi sebesar 6,033, disusul Kota Ambon (5,733), Kediri (5,583), Sukabumi (5,546), dan Bekasi dengan skor sebesar 5,530. Menariknya, 5 dari 10 kota paling toleran di tanah air berada di wilayah Indonesia Timur.

==

Sumber:

Setara Institute | Berita Satu | Universitas Airlangga | Detik News

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini