Mengorek Mayang Rontek, Tarian Khas Mojokerto Jawa Timur

Mengorek Mayang Rontek, Tarian Khas Mojokerto Jawa Timur
info gambar utama

#WritingChallengeGNFI #CeritadariKawanGNFI

Mojokerto dikenal sebagai daerah bekas ibu kota Kerajaan Majapahit. Peninggalan masa lampau berupa candi, prasasti, arca, dan artefak banyak ditemukan di Mojokerto. Namun, siapa sangka daerah yang terletak 50 kilometer dari Kota Surabaya ini memiliki sebuah tarian khas.

Sama seperti Banyuwangi dengan Tari Gandrung, Ponorogo dengan Tari Reog, Mojokerto juga hadir dengan tarian khas bernama Mayang Rontek. Sebuah tarian rakyat yang hingga kini tengah bergelut dengan situasi perkembangan zaman.

Dari Pengantin Mojoputri hingga Tarian Khas

Gerak Gemulai Penari Mayang Rontek | Foto: Sisworo Channel/Youtube.com
info gambar

Mojokerto dulunya merupakan wilayah pusat kekuasaan Kerajaan Majapahit. Tentunya, kawasan ini mewarisi ragam budaya yang berasal dari Kerajaan Majapahit. Tidak mengherankan jika budaya Majapahit turut menghiasi dan mewarnai kehidupan masyarakat Mojokerto hingga sekarang. Walaupun budaya Majapahit sudah mengalami banyak perubahan seiring dengan berjalannya waktu. Jarak antara masa Kerajaan Majapahit di abad ke-13 dan sekarang, sudah terpaut cukup jauh sehingga tidak bisa dipungkiri budaya Majapahit telah bertransformasi menyesuaikan zaman.

Salah satu bentuk budaya Majapahit yang mengalami proses tersebut adalah pengantin Mojoputri yang mengilhami terciptanya sebuah tarian. Pengantin Mojoputri merupakan prosesi adat pernikahan (manten) yang terdapat dalam masyarakat Mojokerto.

Pada zaman dulu, pengantin Mojoputri menjadi budaya yang tidak pernah ditinggalkan dalam setiap gelaran upacara perkawinan. Mulai dari seserahan hingga tata riasnya, prosesi pengantin Mojoputri memiliki keunikan tersendiri.

Dikutip dari medium.com, tata rias pengantin Mojoputri merupakan perpaduan antara dandanan gaya Majapahit, Islam Demak-Mataraman, dan Belanda. Jago-jagoan, dol tinuku, bantal, guling dan tikar (kloso) menjadi seserahan wajib dari pengantin Mojoputri.

Menurut Proceeding Sendesunesa 2017, Puspitaning Wulan mengungkapkan jika Bupati Mojokerto era 1990, yaitu Machmoed Zain melihat keistimewaan pengantin Mojoputri. Kemudian, ia mengutus Setu (seorang seniman) untuk menghadirkan tarian sebagai pelengkap prosesi adat. Sejak awal dekade 90-an, Setu mulai menggarap dan merekonstruksinya sehingga lahirlah sebuah tarian yang elok. Tarian ini kemudian dinamakan Mayang Rontek.

Nama Mayang Rontek sejatinya berasal dari ubohrampe (segala perlengkapan pengantin). Kata “Mayang” sendiri memiliki arti tongkol bunga atau kembang. Kata “rontek” merupakan hiasan rumbai-rumbai yang berada di atas tombak. Apabila digabungkan arti dari Mayang Rontek adalah sebuah kembang mayang yang merumbai-rumbai berbentuk bunga, sebagai bunga persembahan dalam pernikahan.

Tidak berselang lama, pada tahun 1993 tari Mayang Rontek mulai dikenal oleh masyarakat. Tari Mayang Rontek menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam prosesi pengantin Mojoputri. Tarian ini ditampilkan setelah acara bedhol manten (temu manten) Mojoputri.

Kian hari tari Mayang Rontek pun kian membumi di masyarakat. Tiga tahun berikutnya, tepatnya tahun 1996, Bupati Machmoed Zein menetapkan Mayang Rontek sebagai seni tari khas Kabupaten Mojokerto. Sejak saat itu, Tari Mayang Rontek dipentaskan di berbagai tempat.

Makna Filosofis Tari Mayang Rontek

Mayang Rontek ditarikan oleh remaja putri sebagai simbol manten (mempelai perempuan) dalam pengantin Mojoputri. Tari Mayang Rontek dapat dibawakan tunggal maupun kelompok. Untuk kelompok minimal ditarikan 5 orang dan maksimal 9 orang. Pada dasarnya tari Mayang Rontek bercerita mengenai prosesi dari adat Pengantin Mojoputri.

Apabila ditelusuri lebih jauh, Tari Mayang Rontek bukanlah sekadar tari pelengkap adat semata. Tari ini memiliki kandungan makna yang dalam. Setiap gerakannya menyiratkan nilai-nilai filosofis kehidupan. Berikut pendapat menurut Windi Dwi dalam Jurnal Greget ISI Surakarta tentang makna filosofis dari tari Mayang Rontek.

Lomba Tari Mayang Rontek antar Siswa SMA/SMK se Kabupaten Mojokerto
info gambar

Gerak Tari

Gerak Tari Mayang Rontek dapat dikategorikan menjadi tiga bagian, yaitu pembuka, inti, dan penutup. Pada bagian pembuka, gerak tari cenderung lemah lembut dan irama yang penuh ketenangan. Hal ini menunjukkan kepasrahan sebagai manusia untuk berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Sementara bagian inti secara umum menggambarkan perjalanan hidup manusia. Gerak tari di bagian ini lebih lugas, patah-patah, dan bervariasi menyimbolkan lika-liku kehidupan. Manusia di masa hidupnya seringkali mendapatkan cobaan dan ujian.

Manusia diharapkan dapat belajar dan sabar dengan segala situasi yang dialaminya. Sedangkan bagian penutup mempunyai gerakan yang tegas dan dinamis. Gerakan ini melambangkan penyelesaian manusia dalam menghadapi setiap rintangannya. Masalah yang hadir dalam kehidupan manusia selalu ada jalan keluarnya, karena Tuhan tidak akan memberikan ujian melampaui batasan makhluk-Nya.

Iringan Musik

Iringan dan syair Tari Mayang Rontek rupanya memiliki makna-makna yang luhur. Iringan Tari Mayang Rontek merupakan perpaduan antara Jawa dan Arab-Islam. Gamelan lengkap Jawa Timur menjadi pengiring utama, sementara jidor dan rebana mewakili musik Arab-Islam.

Adanya iringan yang bernuansa islami menandakan bahwa mayoritas masyarakat Mojokerto memeluk agama Islam. Salah satu iringan Mayang Rontek, yaitu gending Giro Jaten. Gending ini bermakna kesungguhan para mempelai dalam menjalani pernikahan. Sebagai bagian dari pengantin Mojoputri, iringan Tari Mayang Rontek menambah kesakralan sebuah pernikahan yang suci.

Kostum

Kearifan nilai-nilai kehidupan juga dapat ditemukan dalam kostum Tari Mayang Rontek. Secara garis besar kostum Mayang Rontek merujuk pada busana pengantin Mojoputri, tetapi dengan bentuk yang lebih sederhana. Terdapat kain penutup gelung, wolo (kain bokongan dari satin), sabuk, sampur, kebaya lengan panjang, dan jarik.

Kebaya lengan panjang menunjukkan pengaruh Islam yang kuat dalam kehidupan masyarakat Mojokerto. Uniknya, kebaya Tari Mayang Rontek dominan berwarna pakem kuning. Warna kuning menggambarkan rasa kasih sayang atau cinta kasih. Rasa cinta kasih sangat diperlukan manusia dalam menjalani kehidupan yang damai dan tentram.

Eksistensi Tari Mayang Rontek

Pada awal terciptanya, Tari Mayang Rontek menjadi bagian dalam prosesi pengantin Mojoputri. Namun, semakin bertambah tahun, adat pengantin Mojoputri sudah sangat jarang sekali digunakan masyarakat Mojokerto. Adat pengantin Mojoputri tergeser dengan prosesi adat lainnya.

Secara otomatis Tari Mayang Rontek sebagai pelengkap pengantin Mojoputri pun ikut mengilang. Kabar baiknya, sebagai tarian khas yang terpisah dari adat pengantin Mojoputri, Tari Mayang Rontek kini semakin dikenal.

Kepopuleran Tari Mayang Rontek ditengarai karena tarian ini cukup sering ditampilkan di berbagai acara. Tari Mayang Rontek kerap kali dijadikan pertunjukan di setiap pembukaan acara. Mayang Rontek juga berperan sebagai tarian untuk penyambutan tamu agung di Mojokerto.

Dalam karya-ilmiah.um.ac.id mengatakan bahwa pada tahun 2000 pemda mengundang siswa-siswa Mojokerto untuk menari serentak dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional. Tonggak awal dari semakin dikenalnya Tari Mayang Rontek adalah pada tahun 2006. Di tahun itu, Tari Mayang Rontek menjadi muatan lokal wajib di seluruh SMA di Mojokerto.

Agar terus membumi, setiap tahunnya diadakan lomba Tari Mayang Rontek untuk para pelajar SMA/SMK. Kini, Tari Mayang Rontek hampir tidak pernah absen dalam setiap event besar di Mojokerto. Terakhir, di tahun 2019, diselenggarakan Festival Pagelaran 1000 penari Mayang Rontek. Festival ini diikuti oleh seluruh pegiat seni dan sanggar tari yang ada di Kabupaten Mojokerto.

Pagelaran 1000 penari Mayang Rontek mendapatkan atensi yang besar dari masyarakat dan para turis. Tidak heran festival ini kemudian menjadi event yang dinanti-nanti oleh semua kalangan di Mojokerto. Perlahan tapi pasti, eksistensi dari tari Mayang Rontek sudah terlihat geliatnya.*

Refrensi:antara.news.comJurnal Gregetkaryailmiah.ummedium.comProceeding SendesunesaYoutube

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini