Sejarah Hari Ini (3 Maret 1984) - BOLA, Pengabar Berita Olahraga Terkemuka di Indonesia

Sejarah Hari Ini (3 Maret 1984) - BOLA, Pengabar Berita Olahraga Terkemuka di Indonesia
info gambar utama

Demi misi "Mencerdaskan Bangsa", pendiri kantor media Kompas Gramedia (KG), Jakob Oetama, bermimpi menghadirkan surat kabar khusus membahas olahraga.

Impiannya itu diwujudkan pada 3 Maret 1984. Pada tanggal tersebut, harian Kompas - yang menjadi pion utama KG dalam mengabarkan berita - menyisipkan koran sisipan bernama BOLA.

Jakob Oetama saat itu menunjuk Ignatius Sunito dan Sumohadi Marsis untuk mengasuh koran BOLA. Kepercayaan diberikan Jakob pada dua jurnalis tersebut karena sama-sama mengasuh bidang olahraga di harian Kompas.

Seiring waktu, BOLA terus berkembang, meliput berita olahraga dari arena ke arena secara langsung. Tradisi peliputan langsung di pentas olahraga yang berskala besar diawali oleh Sumohadi pada 1986. Saat itu ia meliput Piala Dunia yang berlangsung di Meksiko dan menjadi saksi langsung momen "Gol Tangan Tuhan" bintang sepak bola Argentina, Diego Maradona.

Sumohadi Marsis, wartawan BOLA generasi pertama.
info gambar

Saat itu, ketika teknologi surat elektronik, aplikasi obrolan, dsb belum eksis seperti sekarang, Sumohadi mesti mengirimkan berita lewat mesin fasimile dan teleks. Naskah ditulisnya di atas kertas. Setelah dikirim, redaksi di Jakarta mesti menyunting kembali tulisan tersebut.

Semakin diterima pembaca, BOLA kemudian memisahkan diri dari Kompas pada perayaan ulang tahunnya yang ke-4. Semenjak itu BOLA menjadi media cetak mandiri berbentuk tabloid dengan jumlah 24 halaman yang terbit setiap Jumat.

Di usianya yang keempat BOLA terus mengabarkan berita secara aktual, lengkap, dan memuaskan pembaca. Pada tahun tersebut mereka menciptakan sejarah sebagai peliput dua pentas akbar sekaligus dalam setahun, yakni Piala Eropa di Jerman Barat dan Olimpiade di Seoul, Korea Selatan.

Selain oleh para pembaca, kehadiran BOLA juga dinanti para atlet karena turut menyelenggarakan ajang penghargaan untuk sejumlah figur olahraga tanah air. Ajang yang disebut Anugerah Olah Raga Indonesia (AORI) itu pertama kali digelar pada 1989.

Tabloid BOLA membahas timnas Indonesia.
info gambar

Tabloid BOLA kian atraktif karena menyisipkan kartun dan karikatur. Pada 1990, mereka meresmikan Si Gundul karya kartunis Hanung Kuncoro sebagai maskot tabloid. Si Gundul sendiri sudah diperkenalkan BOLA lewat komik strip berjudul "Sepakbola La La La La" pada 1988.

Pada 1997, teknologi internet mulai masuk ke dalam tubuh media. BOLA pun meluncurkan situs berita olahraga pertama di Indonesia, Bolanews.com.

Berita olahraga yang deras mengalir dari nasional maupun internasional kemudian membuat BOLA lebih bekerja lebih giat. Pada 1997, dalam sepekan mereka memutuskan terbit dua hari, yakni pada Senin dan Jumat.

Seiring perkembangannya, BOLA tetap eksis hingga memasuki milenium baru. Bahkan saat media cetak olahraga lain seperti Soccer - yang masih di bawah payung KG - muncul sebagai pesaing, BOLA terus bertahan dengan nama besarnya.

Tahun 2010-an merupakan eranya internet di Indonesia. Banyak media cetak mulai beralih ke media online demi mengurangi biaya produksi. Atas alasan tuntutan zaman itulah BOLA mesti menghentikan laporan beritanya.

BOLA edisi terakhir yang terbit pada 26 Oktober 2018.
info gambar

"Hantaman tingginya biaya produksi yang menyangkut harga kertas, percetakan, dan distribusi diikuti kemajuan teknologi seolah tak memberi waktu untuk media tradisional bertahan, berbenah, mencari solusi," ujar Weshley Hutagalung, komentator sepak bola sekaligus redaktur senior BOLA, dikutip GNFI dari edisi terakhir tabloid tersebut.

"Napas" Tabloid BOLA habis pada 26 Oktober 2018 yang merupakan edisi ke-2.915. Namun, sama seperti media kebanyakan, mereka tetap mencoba hidup dengan beralih ke ranah online lewat Juara.net yang masih di bawah naungan grup KG.

---

Referensi: Tabloid BOLA

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini