The Dreamland of Sumatra Tidak Hanya Memiliki Jam Gadang

The Dreamland of Sumatra Tidak Hanya Memiliki Jam Gadang
info gambar utama

#WritingChallengeGNFI #CeritadariKawanGNFI

Siapa yang tidak kenal jam gadang? Ikon khas Ranah Minang ini terkenal di mana-mana sehingga siapapun yang berkunjung ke Sumatra Barat wajib mendatangi kota Bukittinggi untuk berswafoto, maupun menikmati pemandangan kota Bukittinggi. Namun, tidak banyak orang yang tahu bahwa banyak destinasi wisata di Bukittinggi dan sekitarnya yang tidak kalah indah dan menarik, baik itu wisata alam, wisata edukasi, maupun wisata sejarah, semua tersedia lengkap.

Penulis sebagai seorang perantau yang datang ke Ranah Minang mencoba mengeksplor dan mendatangi beberapa tempat wisata yang menarik, saat melancong ke Bukittinggi. Berikut rangkuman penulis ke beberapa tempat wisata yang sayang untuk dilewatkan.

Ngarai Sianok

Ngarai Sianok | Foto: Arijalu K akimage/unsplash
info gambar

Berlokasi persis di perbatasan antara Bukittinggi dengan Agam, kurang dari 10 menit pengunjung yang datang dari arah kota akan terkejut ketika pemandangan kota langsung berubah menjadi hamparan ngarai indah yang membentang sepanjang 15 km dengan lebar sekitar 200 meter.

Ngarai Sianok adalah bentangan alam yang terbentuk akibat adanya pergerakan patahan bumi, menghasilkan patahan memanjang yang disebut sebagai Patahan Semangko. Patahan Semangko yang bergerak ini membentuk lembah-lembah curam serta membentuk aliran sungai yang dinamakan Batang Sianok.

Banyak kegiatan yang bisa dilakukan di Ngarai Sianok, mulai dari berolahraga, menikmati hidangan kuliner khas Ngarai Sianok, yaitu Itiak Lado Mudo, serta menikmati pemandangan di café dan restoran yang ada di lokasi ini. Pengunjung juga bisa bermain di tepi sungai Batang Sianok, serta bermain di pematang sawah Ngarai Sianok sambil berswafoto. Jika berminat, pengunjung pun bisa mendaki Janjang Koto Gadang dan Janjang Saribu yang berlokasi di Ngarai Sianok.

Wisata Janjang-Janjang

Janjang Sajuta Lereng Singgalang | Foto: Dokumentasi Pribadi
info gambar

Bukittinggi sebagai kota dengan ketinggian 900-950 mdpl memiliki kontur yang bergelombang serta terdiri dari bukit-bukit dan lembah-lembah. Oleh karena itu, tidak heran jika banyak objek wisata alam berupa janjang-Janjang yang tersebar di seluruh Bukittinggi sekitarnya. Ada beberapa janjang yang terkenal di Bukittinggi yaitu Janjang Koto Gadang, Janjang Seribu, Janjang Sajuta Lereng Singgalang, dan Janjang 40.

Pemandangan yang disuguhkan sangat beragam, mulai dari terasering lahan pertanian dengan bermacam sayur segar yang tumbuh subur di Janjang Sajuta Lereng Singgalang, hamparan pemandangan indah Ngarai Sianok di Janjang Koto Gadang dan Janjang Saribu, sampai pemandangan Kota Bukittinggi di Janjang 40.

Ada beberapa bentuk objek wisata janjang yang memiliki bentuk seperti The Great Wall China sehingga banyak orang yang bilang tidak perlu jauh-jauh ke Negeri Tirai Bambu untuk melihat The Great Wall, cukup berwisata ke janjang-janjang yang ada di Bukittinggi saja.

Puncak Lawang

Puncak Lawang | Foto: wisatasumatera.com
info gambar

Sudah banyak orang yang berwisata ke tepi danau untuk menikmati pemandangan. Akan tetapi, bagaimana dengan pemandangan di atas danau dengan view awan-awan serta langit biru yang membentang? Puncak Lawang adalah tempat wisata dengan pemandangan seperti itu sehingga sering disebut Negeri Di Atas Awan Maninjau.

Di Puncak Lawang, pengunjung dapat menikmati panorama Danau Maninjau dan sekitarnya dari ketinggian 1210 mdpl. Selain menikmati keseluruhan view danau yang luasnya mencapai 100 km², pengunjung pun dapat menikmati beberapa fasilitas di Puncak Lawang, yaitu paralayang di atas Maninjau, menginap di Puncak Lawang Adventure Park, bermain di arena bermain anak, berswafoto di hutan pinus, berkemah, dan melihat pembuatan gula merah tenaga kerbau. Banyaknya pilihan yang tersedia membuat pengunjung bebas memilih kegiatan rekreasi apa yang akan dilakukan di Puncak Lawang.

Taman Panorama Ngarai Sianok

Taman Panorama Bukittinggi | Foto: jauharoh.wordpress.com
info gambar

Taman Panorama Ngarai Sianok digadang-gadang sebagai salah satu objek wisata andalan kota Bukittinggi. Taman ini terletak di tengah kota Bukittinggi, tepat menghadap langsung ke arah Ngarai Sianok sehingga pengunjung yang tidak sempat berkunjung ke Ngarah Sianok dikarenakan keterbatasan waktu, bisa menikmati keindahan pemandangan Ngarai dengan latar Gunung Singgalang dan Marapi.

Selain itu, di dalam Taman Panorama terdapat Lobang Jepang (Gua Jepang) peninggalan masa penjajahan Jepang serta tersedia taman bermain untuk anak-anak.

Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan & Benteng Fort De Kock

Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan | Foto: instagram.com/@naquinaldi
info gambar

Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan merupakan salah satu kebun binatang tertua di Indonesia. Pendiriannya diprakarsai atas ide seorang pegawai pemerintah Hindia Belanda bernama Gravenzanden di tahun 1900-an.

Di kebun binatang ini, pengunjung dapat menikmati wisata edukasi dengan adanya satwa yang beragam, wisata sejarah karena di dalam kebun binatang ini terdapat rumah adat Minangkabau bernama Rumah Adat Baanjuang.

Rumah adat ini merupakan sebuah museum yang di dalamnya berisi koleksi peninggalan kebudayaan tradisional Minangkabau. Selain itu, pengunjung dapat menikmati wisata alam dengan panorama Bukittinggi yang membentang dalam satu kawasan.

Kebun binatang ini juga terintegrasi dengan Benteng Fort De Kock melalui jembatan ikon yang ada di Bukittinggi, yaitu Jembatan Limpapeh sehingga banyak pengunjung yang memilih tempat ini sebagai lokasi berwisata.

Rumah Kelahiran Bung Hatta

Rumah Kelahiran Bung Hatta | Foto: Arlicia / kalderanews.com
info gambar

Salah satu Bapak Proklamator Indonesia, yakni Muhammad Hatta atau lebih sering kita kenal dengan Bung Hatta, lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat. Bung Hatta menghabiskan masa kecilnya di Bukittinggi kurang lebih 11 tahun sampai akhirnya meninggalkan Bukittinggi untuk mengenyam pendidikan menengahnya di Padang.

Rumah tempat tinggal masa kecilnya ini berlokasi di Jalan Soekarno Hatta No. 37, Bukittinggi. Sebenarnya, rumah asli tempat kelahiran Bung Hatta ini sudah runtuh di tahun 1960-an, akan tetapi atas inisiatif Yayasan Pendirikan Bung Hatta maka rumah tersebut dibangun ulang sebagai upaya mengenang masa kecil proklamator di Bukittinggi.

Rumah dibangun kembali mengikuti bentuk aslinya, begitu pun tata letak perabotannya. Di rumah ini, pengunjung juga dapat melihat silsilah keluarga Bung Hatta lewat informasi yang ada di dalam pigura. Pengunjung pun bisa bertanya kepada petugas yang menjaga Rumah Kelahiran Bung Hatta untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang Bung Hatta khususnya masa kecil Bung Hatta.

Perpustakaan Proklamator Bung Hatta

Perpustakaan Proklamator Bung Hatta © dokumentasi pribadi
info gambar

Perpustakaan Proklamator Bung Hatta sebagai pusat literasi kota Bukittinggi berlokasi di Komplek Balaikota Bukittinggi. Ada beberapa layanan yang tersedia di Perpustakaan Proklamator Bung Hatta, yang pertama adalah galeri Bung Hatta.

Di dalam perpustakaan ini banyak tersedia koleksi perpustakaan tentang Bung Hatta, di antaranya buku-buku karangannya, serta buku-buku koleksi Bung Hatta. Yang kedua adalah layanan terbuka dan layanan tertutup. Di layanan ini, terdapat buku-buku koleksi umum dan khusus yang dapat diakses oleh pengunjung bahkan dipinjam sesuai kebutuhan pengunjung. Yang terakhir adalah layanan anak.

Selain itu, terdapat pemutaran film, baik film lokal maupun internasional, secara berkala. Banyak pula pengunjung yang berswafoto di lingkungan Perpustakaan Proklamator karena pemandangannya yang cukup indah dan instagrammable.

Dengan banyaknya pilihan layanan maupun aktivitas yang bisa dilakukan, Kawan dapat berkunjung ke Perpustakaan Proklamator Bung Hatta dan mengakses berbagai layanan yang ada.*

Referensi: Jelajah Sumbar | Indonesia Kaya

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AP
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini