Santap Kelezatan Ikan Teri yang Berenang di Bumbu Khas Minang

Santap Kelezatan Ikan Teri yang Berenang di Bumbu Khas Minang
info gambar utama

#WritingChallengeGNFI #CeritaDaerahdariKawan

Kawan GNFI, kuliner khas Sumatra Barat tidak hanya melulu terkenal dari dunia perdagingan, layaknya rendang yang menjadi makanan favorit sejuta umat. Si kecil teri yang kaya manfaat dari dunia perikanan pun menjadi unggulan penggugah selera khas Minangkabau.

Sebenarnya, masing-masing daerah di Indonesia punya gaya tersendiri dalam mengolah ikan teri. Namun, menariknya perpaduan bumbu khas Minangkabau yang cenderung pedas dan gurih pada ikan teri mampu menggugah selera makan. Bahkan, terkadang menjadi obat penawar rindu bagi pemuda pemudi parantauan di luar sana.

Bagi Kawan yang belum pernah menyantap teri balado, sambalado tanak, dan palai bada, mungkin rasanya kawan belum afdal dinobatkan sebagai pencinta makanan gurih. Kendati demikian, Kawan tak usah bersedih!

Merasakan kelezatan ikan teri yang berenang di bumbu khas Minangkabau bisa dibuat, lho, dari rumahnya masing-masing. Ya, walaupun memang tidak dimungkiri pilihan terbaik menyantap tiga masakan tersebut ialah langsung mengunjungi tuan rumahnya di Sumatra Barat.

1. Teri Balado

Masakan teri balado Sumber: Okezone.com
info gambar

Balado adalah bahasa Minang untuk menyebut makanan yang telah dicampur dengan cabai. Bagi yang tidak suka pedas tetapi penasaran dengan masakan yang satu ini, maka Kawan mesti menyiapkan senjata, air putih. Dalam proses pemasakan nantinya, Kawan juga bisa mengurangi rasa pedas pada cabai dengan mengeluarkan biji yang ada di dalamnya.

Selain cabai, biasanya teri balado di Minangkabau juga dicampur dengan beberapa makanan pendukung lainnya, seperti jengkol, petai, telur, kentang, dan kacang tanah. Setiap jenis makanan pendukung tersebut akan digoreng satu persatu sampai kuning keemasan. Lalu setelahnya, akan siap meluncur berenang di bumbu khas Minangkabau, mulai dari cabai, bawang merah, jeruk limau, dan lainnya.

Khusus buat ikan teri sendiri, pada umumnya lauk yang digunakan adalah ikan teri tawar tanpa garam. Namun, jika Kawan tidak dapat menemukannya di pasar, Kawan tetap bisa membeli yang versi asin. Dengan catatan di rumah nantinya dapat direndam terlebih dahulu dengan air hangat guna mengurangi tingkat keasinannya. Nah, apakah Kawan tertarik untuk mencobanya?

2. Sambalado Tanak

Masakan sambalado tanak. Sumber: Idntimes.com
info gambar

“Sambala, sambala, bala sambalado mulut bergetar lidah bergoyang.” Ya, lirik lagu penyanyi dangdut tersebut juga bisa, lho, membuat lidah kawan bergoyang karena sensasi pedas gurih dari sambalado tanak khas Minang. Menyantap sambalado tanak merupakan hal yang istimewa karena tidak semua rumah makan menyediakan masakan ini. Jika kawan berkunjung ke Sumatera Barat, maka melipirlah langsung ke daerah Tanah Datar karena surga sambalado tanak banyak tersedia di sana.

Berbeda dengan sambal lainnya yang biasa identik dengan cocolan gorengan, maka sambalado tanak bisa menjadi lauk utama pendamping nasi. Hal ini disebabkan karena sambalado tanak terdiri dari berbagai protein, tak hanya ikan teri, tetapi ada telur puyuh dan juga jengkol. Opsi untuk tidak mencampurkan jengkol pun sebenarnya juga tidak masalah Kawan lakukan, ini tergantung seleranya masing-masing.

Namun, di daerah “Tanduk kerbau” ini, menjadi hal yang lumrah mencampurkan jengkol pada bumbu pedas gurihnya, sambalado tanak. Citarasa pedas gurih pada sambalado tersebut pastinya didapat dari santan kelapa dan cabai yang digunakan.

Dari segi waktu, memasak sambalado tanak ini lebih lama dibandingkan dengan membuat teri balado. Tetapi, tenang! Tidak akan selama membuat rendang, Kawan hanya membutuhkan waktu kurang dari 20 menit saja atau sampai santan perlahan menyusut kemudian mengering.

3. Palai Bada

Masakan palai bada. Sumber: Food.detik.com
info gambar

Jika Kawan tertarik menyantap makanan yang beraroma daun pisang dan bau bakaran dari serabut kelapa, maka palai bada khas Minang patut dicoba. Apalagi, bagi pencinta makanan gurih, sangat sayang kalau tidak menyantap masakan yang satu ini.

Perpaduan dari bumbu dapur, seperti lengkuas, jahe, asam, cabai, bawang, dan jenis daun-daunan, seperti, ruku-ruku, kunyit, kemangi, pisang, dan serai akhirnya memberikan citarasa yang khas serta tak kalah menggugah seleranya dari pepes ikan di luar sana.

Palai bada sendiri dalam bahasa Indonesia berarti pepes yang lauknya terdiri dari ikan teri basah, nantinya lauk tersebut akan dicampur dengan parutan kelapa serta beragam bumbu khas yang telah disebutkan diatas. Selain daun pisang dan serabut kelapa, Kawan juga mesti menyediakan lidi untuk menyemat ujung daun, ini agar saat palai bada dibakar dan dibolak balik isinya tidak tumpah.

Ketika Kawan berkesempatan mengujungi Sumatra Barat, Kawan jangan terkejut melihat penampakan daun pisangnya yang hangus terbakar saat disajikan. Dari luar mungkin penampilannya diragukan karena langsung dicap gosong dan pastinya akan terasa pahit. Namun, saat dibuka kawan akan takjub melihat warna keemasan pada palai bada, bau aromatik dari bumbu, dan tentunya rasa pedas gurih dari sajian khas Minangkabau tersebut.

Nah, itulah beberapa makanan khas pedas gurih yang sangat fenomenal di Sumatra Barat. Rata-rata dari ketiga masakan tersebut sangat cocok dipadukan dengan nasi putih hangat. Semangat mempraktikkan dan selamat mencoba, Kawan!*

Referensi: Kumparan.com | kuonifood.com | saribundo.biz

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini