Jumlah Konglomerat Indonesia Diproyeksi Meningkat Tajam dalam 5 Tahun ke Depan

Jumlah Konglomerat Indonesia Diproyeksi Meningkat Tajam dalam 5 Tahun ke Depan
info gambar utama

Baru-baru ini, perusahaan properti yang berbasis di London, Knight Frank Wealth, melaporkan data terbaru dalam dokumen bertajuk Knight Frank Wealth Report 2021 yang berisi proyeksi pertumbuhan para konglomerat atau crazy rich di dunia termasuk Indonesia.

Data tersebut mengungkupkan Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan tertinggi dibanding negara lain, bahkan diprediksi bakal melampui China dan India dalam waktu 5 tahun ke depan.

Baca juga: 10 Konglomerat Paling Tajir di Indonesia 2020

Negara-negara dengan pertumbuhan tertinggi selama lima tahun kedepan, ultra high net worth individual (UHNWI) atau para konglomerat yang memiliki nilai tinggi standar kekayaan sebesar $30 juta atau sekitar Rp420 miliar (kurs Rp14.000/$) termasuk nilai aset rumah. © Statista
info gambar

Berdasarkan laporan Knight Frank Wealth Report 2021 yang dikutip dari statista menunjukkan Indonesia diprediksi bakal mengalami pertumbuhan sebesar 67% dalam akumulasi waktu 5 tahun kedepan. Angka pertumbuhan tersebut berlaku bagi para konglomerat yang memiliki nilai tinggi standar kekayaan sebesar $30 juta atau sekitar Rp420 miliar (kurs Rp14.000/$) termasuk nilai aset rumah.

India menempati peringkat kedua dengan pertumbuhan sebesar 63%, terpaut 0,4% dari Indonesia di peringkat atas. Kendati India tengah dihantam resesi yang jauh lebih parah dari Indonesia, namun dalam laporan tetap menunjukkan pertumbuhan yang tinggi.

Posisi ketiga dan keempat diisi oleh dua negara eropa yakni, Polandia dan Swedia. Kedua negara tersebut berhasil mencatatkan pertumbuhan sebesar 61% dan 59% sekaligus menjadi yang tertinggi di eropa.

Salah satu negara tajir di selatan bumi, New Zealand, menempati peringkat kelima dengan pertumbuhan sebesar 52%. Angka tersebut sekaligus melampaui Australia yang dikenal memiliki ekonomi paling besar di kawasan Oceania.

Kemudian secara mengejutkan negara di kawasan Afrika, Zambia, menempati peringkat ke-6 dengan pertumbuhan sebesar 40%. Diikuti oleh negara pecahan Uni Soviet, Kazakhstan (33%) dan negeri paman sam, Amerika Serikat dengan pertumbuhan sebesar 24%.

Baca juga: 5 Konglomerat Terkaya di Indonesia 2019

Berjalannya program peluncuran vaksinasi covid-19, berjalnnya pemulihan ekonomi nasional membaiknya iklim usaha berbasis teknologi menjadi beberapa faktor penunjang tingginya angka pertumbuhan Indonesia.

"Ditambah dengan basis konsumsi domestik yang besar dan unicorn teknologi yang sedang berkembang, seperti Gojek, ada banyak peluang untuk menciptakan kekayaan dalam negeri," kata Victoria Garret, kepala perumahan Asia-Pasifik di Knight Frank seperti dikutip dari CNBC Indonesia.

Garret mengatakan lonjakat pertumbuhan Indonesia sebesar 67% jadi yang plaing tajam di seluruh dunia, bahkan melampaui China yang diprediksi tumbuh kurang dari 50%. Masih dikutip dari CNBC Indonesia, Beliau juga menilai Idnonesia selalu menjadi raksasa ekonomi yang tertidur di Asia dengan populasi muda yang besar dan kelas menengah yang berkembang pesat.

==

Sumber Referensi: Knight Frank Wealth | Statista | CNBC Indonesia

Baca juga :

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

IA
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini