Wisata Edukasi Rawa Singkil, Upaya Pelestarian Biodiversity

Wisata Edukasi Rawa Singkil, Upaya Pelestarian Biodiversity
info gambar utama

#WritingChallengeGNFI #CeritadariKawanGNFI

Kawasan Suaka Margasatwa Rawa Singkil terbentang 82.374 hektar disepanjang tiga kabupaten, yaitu Aceh Selatan, Subulusalam, dan Aceh Singkil. Tujuan cagar alam ini ialah untuk melindungi orang utan sumatra, harimau, gajah, serta perlindungan ekosistem gambut.

Suaka Margasatwa Rawa Singkil ini menjadi bagian dari Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser yang merupakan situs warisan dunia hutan hujan tropis Sumatra. Keberadaannya juga harus tetap dijaga dan dilestarikan karena menjadi rumah bagi berbagai satwa endemik, yang perlu untuk diperhatikan dan dipertahankan eksistensinya.

Selain itu, taman nasional ini juga termasuk sebagai satu-satunya ekosistem di dunia dengan empat hewan mamalia yang terancam punah keberadaannya, seperti harimau sumatra, badak sumatra, gajah sumatra dan orang utan sumatra.

Selanjutnya, kekayaan Rawa Singkil juga terletak pada keunikan hewan yang mendiami kawasan ini. Saat ini, Rawa Singkil menjadi habitat bagi populasi orang utan terpadat di Indonesia. Namun, habitat yang didiami oleh spesies langka ini terancam akan punah akibat adanya aktivitas penebangan hutan secara ilegal, dan pengalihan fungsi lahan menjadi perkebunan kelapa sawit.

Tidak dapat dipungkiri bahwa lebih dekat dengan alam adalah cara terbaik untuk mulai memahami kondisi mereka, yang saat ini terancam akan kepunahannya. Dengan mengedukasi dampak dan potensi yang dimiliki oleh Rawa Singkil, masyarakat harus lebih paham dan sadar akan pentingnya merawat dan menjaga kondisi Rawa Singkil.

Rawa Singkil yang secara geografis tersebar di area seluas hampir 100 hektar ini, memiliki kemampuan untuk menyimpan karbon dioksida yang kadarnya sudah melebihi kapasitas daya tampung bumi. Maka, akan sangat berdampak untuk menahan laju pemanasan global yang disebabkan oleh aktivitas manusia. Hal ini hanya akan tetap berlanjut jika kondisi alamnya tidak dirusak dan siklus kenekaragaman hayati, baik itu hewan dan tumbuhan yang ada di dalamnya tetap dapat hidup berdampingan.

Amazing Rawa Singkil | Foto: Twitter Wisata Aceh
info gambar

Salah satu solusi untuk tetap merawat keseimbangan biodiversity di Rawa Singkil adalah dengan menggalakan wisata edukasi bagi para pengunjung. Kegiatan wisata ini nantinya akan sangat bermanfaat, tidak hanya sebagai daya tambah pemasukan warga lokal yang hidup di sekitar area, tetapi juga mengedukasi pengunjung akan pentingnya menjaga keberlangsungan habitat flora dan fauna yang mendiami rawa singkil.

Tak hanya itu, Rawa Singkil juga sudah sejak lama menjadi objek wisata edukasi dan penelitian bagi pengunjung. Saat ini, berbagai kegiatan penelitian sudah dilakukan dikawasan ini, seperti yang telah dilakukan oleh Orangutan Infromation Center (OIC), salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat yang berfokus pada penelitian dan konservasi orang utan.

Untuk memahami kelangkaan orang utan, Kawan dapat mengunjungi langsung habitatnya dengan merasakan petualangan menelusuri keindahan Rawa Singkil. Jika beruntung, di sepanjang penelusuran hutan rawa, Kawan dapat menyaksikan orang utan lebih dekat dan mengamati kehidupan mereka.

Buah ubar menjadi salah satu makanan yang dikonsumsi oleh orang utan yang hidup di Rawa Singkil. Saat ini diperkirakan ada 500-600 orang utan mendiami kawasan Rawa Singkil. Selain itu, Kawan juga dapat mengeksplor biodiversity yang ditumbuhi oleh berbagai tumbuhan dan jenis hewan langka lainnya.

Orang utan di Rawa Singkil | Foto: Blog Sianakrimo
info gambar

Dengan kegiatan wisata alam, selain dapat mengenal lebih jauh kenakaragaman hayati, pengunjung juga akan lebih sadar akan pentingnya keberadaan rawa gambut sebagai penyuplai karbon yang sangat siginifikan bagi keberlangsungan kondisi ideal bumi.

Tak terelakan juga bahwasanya berwisata di Rawa Singkil memiliki keunikan tersendiri bagi para wisatawan. Selain karena dapat merasakan pengalaman berwisata di lahan rawa gambut yang jarang ditemui di lokasi lain, di sini pelancong juga dapat melihat langsung keanekaragaman hewan dan tumbuhan langka.

Sejauh ini, Rawa singkil sudah memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara,. Terbukti setiap tahun, banyak diantara wisatawan dari Eropa dan Australia berkunjung ke Rawa Singkil, baik untuk melakukan penelitian atau menikmati ekowisata di sana.

Sepanjang jalan menelusuri rawa, Kawan akan disuguhkan dengan pemandangan yang begitu menawan, yaitu Bunga Vanda Hookeriana atau anggrek pensil yang berwarna putih keunguan tumbuh di antara hijaunya tumbuhan paku. Bunga yang juga sering dijuluki sebagai si ratu anggrek ini merupakan salah satu tumbuhan endemik. Tidak hanya itu, tanaman yang termasuk tumbuhan Karnivora (Genus Nephentes) atau kantong semar pun menambah kekayaan flaura karena keberadaannya seakan menjadi penyeimbang ekosistem rawa singkil.

Untuk menikmati kegiatan berwisata di Rawa Singkil, pengunjung dapat menyewa perahu masyarakat sekitar dengan daya tampung 3 hingga 8 orang tergantung besar dan kecilnya perahu. Wisatawan hanya perlu membayar antara Rp300.000 sampai Rp400.000 untuk perjalanan pulang pergi menyusuri Rawa Singkil.

Menyusuri Rawa Singkil dengan perahu | Foto: Sianakrimo blog
info gambar

Biasanya, pemandu wisata atau pengemudi perahu akan merekomendasikan untuk berangkat di pagi hari sekitar pukul 6:30 dan pulang kembali pada pukul 15:00 sore. Hal ini dikarenakan orang utan terbiasa keluar dari untuk mencari makan di pagi hari. Dengan demikian, para oengunjung dapat melihat langsung aktivitas pemenuhan kebutuhan yang dilakukan oleh orang utan.

Untuk tetap menjaga lingkungan selama perjalanan, disarankan untuk membawa perlengkapan pribadi yang ramah lingkungan, seperti peralatan makan dan minum yang dapat digunakan kembali, jadi tidak menimbulkan sampah. Jika ada perlatan yang menimbulkan sampah, harap tidak membuangnya langsung di lokasi rawa, tetapi membungkusnya dan dibawa pulang kembali. Dengan menerapkan perilaku demikian, kita juga akan turut berkontribusi atas kelestarian alam di kawasan rawa singkil.

Rawa singkil memang sudah menjadi bagian dari masyarakat yang bermukim di sekitar perairan singkil. Banyak diantara mereka yang menggantungkan hidupnya dari hasil alam Rawa Singkil sebagai sumber mata pencaharian masyarakat lokal, seperti mencari ikan dengan cara tradisional tentunya. Oleh karenanya, menjadi sangat penting untuk terus menjaga kondisi rawa sehingga dapat terus dinikmati keindahan dan hasil alamnya untuk generasi selanjutnya.*

Referensi:Indonesia WCS | Earthworm | NPS Gov | Badan Pusat Statistik Kabupaten Aceh Singkil, Kabupaten Aceh Singkil Dalam Angka 2020 (Aceh Singkil: BPS Aceh Singkil, 2020), hal. 265.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini