Tak Lagi Pilih India, Honda Relokasi Pabrik dan Kembangkan Mobil Listrik ke Indonesia

Tak Lagi Pilih India, Honda Relokasi Pabrik dan Kembangkan Mobil Listrik ke Indonesia
info gambar utama

Usai mendapatkan izin untuk bisa mengekspor mobil Mitsubishi jenis Xpander dan Pajero ke Australia, kabar baik kembali datang untuk industri manufaktur Indonesia, yakni soal relokasi pabrik dan pengembangan mobil listrik.

Hal itu disampaikan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam konferensi pers virtual, Kamis (11/3/2021), yang menyebut bahwa Honda Motor Company akan menambah investasi di Indonesia sebesar Rp5,2 triliun.

Perusahaan otomotif Jepang itu berencana akan memindahkan (merelokasi) pabrik mereka yang saat ini berada di India ke Indonesia. Menperin Agus juga bilang bahwa Honda juga akan mengembangkan manufaktur kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia.

"Honda juga memberikan komitmen untuk membangun model baru yang berbasis elektrik."

Artinya, akan bertambah lagi satu manufaktur di Indonesia yang boleh jadi bakal diperuntukkan untuk memproduksi lebih banyak model mobil dan mengembangkan kendaraan listrik di masa mendatang.

Saat ini Honda global memang sudah fokus untuk mengembangkan beragam kendaraan berbasis listrik. Honda Urban EV misalnya yang dipamerkan pada ajang otomotif di Swiss pada 2019 silam.

Sasaran ekspor komponen mobil Honda

Sebagai catatan saja, saat ini manufaktur Honda yang ada di Indonesia telah melakukan ekspor komponen kendaraan atau suku cadang (spare parts) ke sembilan negara. Komponen itu memang sentral produksinya dibuat di Indonesia.

"Komponen-komponen mobil ini diekspor dari Indonesia ke Thailand, Malaysia, Vietnam juga kepada Jepang sendiri, Pakistan, ada Saudi Arabia, ada tiga negara lain, totalnya 9 negara yang merupakan tujuan ekspor dari automotive parts yang diproduksi di Indonesia. Ini juga suatu hal yang didorong," papar Agus.

Target ekspor mobil CBU ke 31 negara

Sementara soal ekspor kendaraan utuh atau yang berbasis completely built-up (CBU), saat ini Indonesia telah mengekspor ke dua negara, yakni Filipina dan Vietnam.

Meski begitu, ada rencana bahwa ekspor mobil CBU akan merambah ke 31 negara, yang pengembangannya akan dimulai pada 2022 dengan menghadirkan model-model baru yang semuanya diproduksi di Indonesia.

"Ada sekitar 31 negara (dalam perencanaan ekspor), ada di Asia, di Afrika, Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan. Ini model baru yang akan dikembangkan di Indonesia yang akan diekspor ke 31 negara. Ini hanya diproduksi di Indonesia," beber Menperin Agus.

Tentunya ini menandakan geliat manufaktur otomotif Indonesia di era pandemi Covid-19 sudah mulai konsisten dan mendapatkan kepercayaan penuh dari prinsipal manufaktur-manufaktur kelas dunia.

Konten di atas sebagian memakai konten yang ada di Wikipedia. Untuk melihat yang lainnya, silakan klik tautan berikut Arsip Wikipedia. Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Mustafa Iman lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Mustafa Iman.

Terima kasih telah membaca sampai di sini