Pelaku Belanja Online Kian Tinggi di Indonesia, Produsen Ponsel Manfaatkan Momentum

Pelaku Belanja Online Kian Tinggi di Indonesia, Produsen Ponsel Manfaatkan Momentum
info gambar utama

Pilihan pembayaran dan perilaku berbelanja konsumen Indonesia memang berubah signifikan akibat pandemi covid-19. Pandemi telah mengubah perilaku belanja masyarakat Indonesia menjadi melek non-tunai (cashless society).

Berdasarkan studi terbaru Visa Consumer Payment Attitudes, para konsumen yang khawatir akan penyebaran virus Covid-19, sebanyak 6 dari 10 konsumen Indonesia membawa lebih sedikit uang tunai. Jumlah ini merupakan yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara.

Proporsi yang sama atau 63 persen konsumen Indonesia juga mengakui semakin jarang berbelanja dengan uang tunai. Sementara 7 dari 10 (66 persen) menyatakan merasa tak perlu lagi membawa uang tunai yang mengindikasikan pergeseran perilaku konsumen yang awalnya dianggap sebagai sesuatu yang sudah inheren.

Berbagai lembaga survey menemukan fakta bahwa pelanggan eCommerce di Indonesia naik menjadi 66 persen saat pandemi. Ini boleh jadi merupakan dampak dari pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Bahkan sejak tahun 2019 lalu, sebanyak 90 persen pengguna internet Indonesia telah melakukan pembelian di eCommerce. Fakta ini menjadikan Indonesia menempati peringkat satu di Asia Tenggara sebagai masyarakat yang paling rajin belanja online.

ecommerce Asia Tenggara 2019
info gambar

Lihat saja tulisan Elad Natanson di laman Forbes pada 2019, yang menyebut Indonesia adalah ''Macan Baru'' industri eCommerce di kawasan Asia Tenggara.

Fenomena ini tentu sejalan dengan kenaikan jumlah transaksi eCommerce di Tanah Air. Menurut catatan Bank Indonesia (BI), terjadi kenaikan jumlah transaksi konsumen eCommerce sebesar 51 persen selama masa pandemi.

Menurut BI, omset empat perusahaan eCommerce terbesar Indonesia (Tokopedia, Shopee, Lazada, dan Bukalapak) tembus Rp429 triliun pada 2020, naik dua kali lipat lebih ketimbang 2019 yang mencapai Rp201 triliun.

Upaya Xiaomi Indonesia memanfaatkan momentum

Tentunya, pergerakan budaya belanja itu tak disia-siakan oleh para vendor ponsel. Seperti apa yang dilakukan Xiaomi, perusahaan teknologi dengan berbagai perangkat cerdas dan Internet of Things (IoT) untuk mendukung gaya hidup.

Jika biasanya jenama ini menjual ponsel anyar melalui Flash Sale di lapak eCommerce tertentu, dengan makin gencarnya tren belanja online oleh masyarakat Indonesia, kini mereka menyediakan produk-produk ponsel--yang paling dicari--di semua platform eCommerce.

Selain melalui laman Mi.com, konsumen sudah dapat membeli beberapa varian ponsel Xiaomi seperti Redmi 9A, Redmi 9C, dan seri Mi 10T, di semua platform eCommerce paling populer di Indonesia, yakni di Lazada, Shopee, JD.id, Blibli, Akulaku, Tokopedia, dan Bukalapak.

Lain itu, di lapak-lapak eCommerce itu konsumen bisa bertransaksi saban hari tanpa harus menunggu program Flash Sale.

Menambah ritel Mi Store di berbagai daerah

ritel mi store
info gambar

Selain membombardir lapak-lapak online dengan produk-produk ponselnya, Xiaomi Indonesia juga melebarkan sayap dengan membuka ritel Mi Store baru, yakni di wilayah Jakarta dan Semarang.

Dua ritel Mi Store yang diresmikan pada 9 Maret 2021 ini terletak di Mal Artha Gading Jakarta dan Paragon City Mall Semarang. Dengan peresmian ini, berarti sudah ada 51 ritel Mi Store yang tersebar di kota besar Indonesia.

''Lebih banyak Authorized Mi Store berarti lebih banyak Mi Fan (konsumen produk Xiaomi) yang berkesempatan untuk merasakan secara langsung pengalaman dalam menggunakan produk smartphone dan AIoT sebelum memutuskan untuk membelinya. Ini adalah komitmen kami dalam menghadirkan yang terbaik karena pengguna selalu menjadi prioritas dari segala yang kami lakukan,'' demikian Country Director Xiaomi Indonesia Alvin Tse, mengatakan dalam siaran pers perusahaan, Selasa (9/3/2021).

Alvin juga menjelaskan bahwa salah satu manfaat dengan berbelanja di ritel Mi Store adalah mendapatkan produk resmi dengan harga resmi. Dengan demikian konsumen akan mendapatkan manfaat sepenuhnya dari produk resmi, seperti jaminan purna jual dari 99 titik pusat pelayanan aftersales di seluruh Indonesia.

Bos Xiaomi Indonesia itu juga memastikan rencana perusahaan untuk membuka lebih banyak ritel Mi Store baru tahun ini guna memperluas market share mereka. Bicara soal market share, tahun lalu Xiaomi Indonesia menempati posisi ke-3 untuk penjualan ponsel paling laris di Indonesia.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini