Icip Paragede Jaguang dan Pinukuik, Camilan Khas Padang Panjang

Icip Paragede Jaguang dan Pinukuik, Camilan Khas Padang Panjang
info gambar utama

#WritingChallengeGNFI #CeritadariKawanGNFI

Padang Panjang adalah kota kecil strategis karena menjadi jalan lintas antara Padang dan Bukittinggi. Kota ini dikelilingi beberapa bukit barisan dan gunung, seperti Gunung Merapi, Gunung Singgalang, dan Gunung Tandikek. Tidak hanya karena pemandangannya yang sangat memesona, ada pula pasar kuliner di kota ini. Tentunya menjadi daya tarik wisatawan jika berkunjung ke sini.

Berbagai macam masakan dan makanan yang dijual di pasar kuliner Padang Panjang, antara lain pisang kapik, donat bobo, martabak manis, sate madura, bubur putih, sate padang, mie tek-tek, mie goreng wong solo, dan lainnya. Pasar kuliner buka pada sore hari sekitar pukul 17.00 WIB dan tutup lewat tengah malam tergantung para pembeli.

Pasar yang terletak di depan Gedung M. Safeii ini memiliki makanan khas Padang Panjang, yaitu pragede jaguang. Dikenal sebagai perkedel khas Padang Panjang, bentuk paragede jaguang kecil dan berwarna kuning emas. Setiap sudut pasar Padang Panjang bisa ditemukan penjual pragede jaguang ini.

Penjual paragede jagung | Foto: Liputan6
info gambar

Pragede jaguang juga dijual di daerah Lembah Anai, serta mempunyai pangkalan khusus penjual paragede. Pangkalan tersebut sering menjadi tempat persinggahan bus dari luar daerah. Penumpang yang tidak ingin makan makanan berat bisa mengganjal perut dengan pragede jaguang ini.

Rasa dan harga cocok untuk Kawan yang hanya ingin sekadar jajan dalam perjalanan. Untuk harga paragede jaguang per buah ialah Rp500. Sangat murah, bukan? Biasanya, pelancong yang singgah ke kota Padang Panjang sering memborong paragede dalam jumlah banyak untuk dibawa ke daerah asal atau kampung halamannya.

Penjual sedang membuat pinukuik | Foto: Reservasiku
info gambar

Tak hanya paragede jaguang, ada pula serabi khas Padang Panjang, yaitu pinukuik. Memiliki bentuk lingkaran, camilan ini bisa disajikan untuk berbagai acara. Proses pembuatannya juga tidak susah. Cukup dibakar saja menggunakan batok kelapa. Wangi pinukuik sangat harum setelah diangkat dari pemanggangannya.

Pinukuik dijadikan makanan wajib ketika baralek atau dalam bahasa Indonesia adalah pesta pernikahan. Namun, tradisi ini sekarang sudah memudar karena tergerus zaman. Maka dari itu, kita sebagai anak daerah dari berbagai pelosok negeri harus turut berpartisipasi dalam melestarikan budaya.

Harga pinukuik dibanderol hanya Rp1000 per buah dan bisa menjadi sarapan pagi. Harga terjangkau dan rasa yang enak, cocok dijadikan camilan untuk Kawan. Makanan tradisional di kota Padang Panjang ini juga masih dilestarikan karena banyak para leluhur atau orang tua di pelosok daerah yang mempertahankan resep rahasia pembuatan makanan tradisional tersebut. Pragede jaguang dan pinukuik tetap menjadi makanan tradisional di Padang Panjang.

Referensi: Liputan6 | Reservasiku

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini