Sejarah Hari Ini (20 Maret 1940) - Sapardi Djoko Damono, Pujangga Ternama di Indonesia

Sejarah Hari Ini (20 Maret 1940) - Sapardi Djoko Damono, Pujangga Ternama di Indonesia
info gambar utama

Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono adalah pujangga Indonesia yang lahir di Surakarta pada 20 Maret 1940.

Kecintaannya pada dunia sastra muncul ketika mengenyam pendidikan Sastra Inggris di Fakultas Sastra dan Kebudayaan, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. Selain di UGM, Sapardi juga berkuliah di University of Hawaii, Amerika Serikat (1970-1971).

Pada 1989, Sapardi meraih program doktor di Fakultas Sastra Universitas Indonesia dengan disertasinya yang berjudul Novel Jawa Tahun 1950-an: Telaah Fungsi, Isi, dan Struktur. Setelah diangkat sebagai guru besar, Sapardi kemudian ditunjuk sebagai Dekan Fakultas Sastra UI untuk periode 1955-1999.

Dijelaskan dalam laman Ensiklopedia Kemendikud, peran Sapardi dalam kehidupan sastra Indonesia sangatlah penting. "Ada perkembangan yang jelas terlihat dalam puisi Sapardi, terutama dalam hal susunan formal puisi-puisinya. Oleh sebab itu, sudah barang tentu sangat perlu mengikuti jejak Sapardi dalam tahun-tahun mendatang," tulis laman tersebut.

Sapardi dikenal melalui berbagai puisinya mengenai hal-hal sederhana, tapi penuh makna kehidupan, sehingga beberapa di antaranya sangat populer, baik di kalangan sastrawan maupun khalayak umum. Sebut saja puisi berjudul "Aku Ingin" yang konon sering ditempelkan di kartu undangan perkawinan sejumlah orang. Lalu ada pula novel berjudul "Hujan Bulan Juni" yang kemudian diadaptasi menjadi film pada 2017.

Puisi-puisinya yang sederhana sering pula dimusikalisasi di antaranya oleh Tatyana Soebianto, Reda Gaudiamo dan Ari Malibu. Musisi folk, Jason Ranti, bahkan membuat lagu "Lagunya Begini Nadanya Begitu" yang isinya mengandung karya-karya sang penyair kenamaan tersebut.

Pada 19 Juli 2020, Sapardi wafat di Rumah Sakit Eka BSD, Tangerang Selatan, setelah sempat dirawat karena penurunan fungsi organ tubuh. Peraih SEA Write Awards 1986 itu wafat dalam usia 80 tahun.

---

Referensi: Ensiklopedia.kemdikbud.go.id

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini