Shopee dan Tokopedia Jadi E-Commerce dengan Kunjungan Tertinggi Sepanjang 2020

Shopee dan Tokopedia Jadi E-Commerce dengan Kunjungan Tertinggi Sepanjang 2020
info gambar utama

Perilaku berbelanja online sudah menjadi kebiasaan banyak orang, terutama di tengah kondisi pandemi saat ini. Apalagi Indonesia merupakan pasar e-commerce terbesar di Asia Tenggara. Menurut data Wearesocial dan Hootsuite, sekitar 90% pengguna internet di Indonesia pernah berbelanja online.

Pada tahun 2019, nilai kapitalisasi pasar e-commerce di indonesia mencapai USD21 miliar atau sekitar Rp294 triliun, angka tersebut diproyeksi meningkat di tahun 2020 (belum ada data). Berdasarkan laporan McKinsey, industri e-commerce di indonesia diprediksi akan mencapai nilai USD40 miliar pada tahun 2022.

Salah satu faktor terbesarnya adalah pertumbuhan kelas menengah di Indonesia yang cukup pesat, yakni sebesar 21% dari total populasi atau sebanyak 57,3 juta orang pada tahun 2019. Hal ini juga terlihat dengan meningkatnya jumlah pengeluaran masyarakat untuk belanja barang konsumen secara online.

Selain dari meningkatnya kelas menengah, faktor lain yang juga mendorong perkembangan e-commerce adalah tingkat penetrasi internet dan pengguna perangkat mobile yang terus meningkat, memungkinkan lebih banyak orang untuk mengakses berbagai platform belanja online, mulai dari website toko online, aplikasi marketplace, media sosial, dan banyak lagi.

Sebagai pasar e-commerce terebsar di Asia Tenggara, maka tak heran jika Indonesia dibanjiri oleh sederet perusahaan e-commerce yang terus melakukan inovasi guna menguasai pasar.

E-Commerce dengan kunjungan tertinggi di Indonesia 2020

Berdasarkan data yang dirilis oleh iPrice, situs agregator belanja daring, menunjukkan bahwa sepanjang 2020, Shopee menjadi e-commerce dengan kunjungan tertinggi di Indonesia. Shopee berhasil mencatatkan rata-rata kunjungan di atas 90 juta per bulan.

Secara kuartal, tercatat tertinggi pada Q4 2020. Pada kuartal tersebut, Shopee berhasil mencatatkan sebanyak 129.320.900 kunjungan, naik 32.788.600 kunjungan dari periode Q3. Sementara pada periode Q1 dan Q2, Shopee tercatat memiliki kunjungan sebanyak 71.533.300 dan 93.440.300.

Posisi kedua diisi oleh Tokopedia dengan rata-rata kunjungan di atas 80 juta. Sama hal nya dengan Shopee, Kunjungan tertinggi Tokped juga tercatat pada Q4 sebanyak 114.656.600. Naik cukup signifikan dari total kunjungan periode Q3 (84.997.000).

Peningkatan kunjungan Shopee dan Tokopedia di Q4 berkat sale atau campaign yang dilakukan kedua perusahaan. Sale akhir tahun 10.10, 11.11, dan 12.12 menjadi peak season bagi perusahaan e-commerce untuk berlomba mengakuisisi pengguna.ijnn

Setelah Shopee dan Tokopedia, posisi berikutnya secara berurutan diisi oleh Bukalapak, Lazada, Blibli, Orami, Bhinneka, Ralali, JD.id, Sociolla, Zalora, Matahari, Alfacart, Fabelio, Jakarta Notebook, dan Elevenia.

Terkait performa aplikasi, Shopee secara konsisten menduduki peringkat pertama di platform iOS dan Android. Sejak Q1 2020, Shopee selalu menjadi nomor satu di kedua platform dan tidak bergeser sejak Q4 2019. Data tersebut didapat dari App Annie. Sedangkan Tokopedia bertandang di posisi kedua untuk iOS dan keempat di Android.

Bagi kawan GNFI yang penasaran dengan perkembangan e-commerce di tanah air, berikut kami sajikan link dan Video Motion Chart Grafik Perkembangan Kunjungan E-Commerce di Indonesia periode 2017-2020.

Instagram GNFI

GoodStats Playlist (Youtube) GNFI

==

Sumber Referensi:

Iprice | Sirclo | Dailysocial.id

Baca juga:

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Iip M. Aditiya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Iip M. Aditiya.

Terima kasih telah membaca sampai di sini