Sejarah Hari Ini (22 Maret 1958) - Tatap Thomas Cup, Donasi untuk Ferry Sonneville Dibuka

Sejarah Hari Ini (22 Maret 1958) - Tatap Thomas Cup, Donasi untuk Ferry Sonneville Dibuka
info gambar utama

Pebulu tangkis Indonesia era 50-an, Ferry Sonneville, hampir saja tidak bisa diikutsertakan dalam tim Piala Thomas (Thomas Cup) di Singapura pada 1958.

Saat itu Ferry sedang berkuliah jurusan ekonomi di salah satu universitas di Belanda. Meskipun sedang menempuh pendidikan, semangatnya untuk membela tanah air di ajang Piala Thomas 1958 sangatlah besar.

Ferry lantas meminta syarat pada Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) kalau ia akan kembali ke Indonesia jika pulang-perginya ditanggung. Sayangnya, PBSI tidak bisa memenuhi syarat itu dengan alasan biaya pulang-pergi yang luar biasa tinggi.

Uneg-uneg Ferry disampaikan di majalah mingguan Star Weekly yang dikabarkan pada 1 Maret 1958. Dua hari kemudian, kantor Star Weekly kedatangan tamu dari Bogor, Tjoa Keng Lin namanya. Ia mempunyai ide agar dompet donasi dibuka untuk membiayai perjalanan Ferry.

Star Weekly tidak langsung meloloskan ide tersebut karena mereka mesti meminta jaminan terlebih dulu dari PBSI. Beruntung, PBSI menyambut baik ide Tjoa Keng Lin. Hanya saja ada satu syarat yang mesti dipenuhi, yakni Ferry wajib semifinal All England 1958.

"Syaratnya hanya satu: yaitu kalau Ferry berhasil masuk (sekali lagi masuk, jadi tidak usah menang) dalam pertandingan semifinale dari All England pada tanggal 22 Maret 1958," tulis Star Weekly pada edisi 28 Maret 1958.

Indonesia bersuka cita, karena Ferry mampu menjadi semifinalis ajang tersebut. Pada 22 Maret 1958, ia bertanding melawan pebulu tangkis Finn Kobbero. Langkah Ferry terhenti, tetapi yang lebih penting ia memenuhi syarat PBSI untuk dipulangkan dengan uang donasi.

Dompet donasi Ferry pun dibuka oleh Star Weekly. Awalnya Tjoa Keng Lin selaku pemberi ide menyumbangkan Rp1.000, lalu ditambah redaksi Star Weekly yang membantu dengan nilai yang sama.

Butuh tempo sekitar sebulan uang donasi itu terkumpul. Menurut kwitansi yang diberikan Star Weekly pada PBSI, uang yang diserahkan untuk biaya perjalanan Ferry ialah Rp40.545,80.

Hasil penggalangan dana itu tidak sia-sia. Karena Ferry bersama pebulu tangkis Indonesia yang lain sukses menyegel gelar Piala Thomas 1958 dengan mengalahkan Malaysia 6-3.

---

Referensi: Star Weekly

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini