Fahmi Hendrawan, Sosok Inspiratif di Balik Kesuksesan Bisnis Fesyen Muslim Pria

Fahmi Hendrawan, Sosok Inspiratif di Balik Kesuksesan Bisnis Fesyen Muslim Pria
info gambar utama

Penulis: Rifdah Khalisha

The Global Economic Islamic Report 2018-2019 menyebutkan bahwa saat ini Indonesia berada pada urutan kedua sebagai negara yang mengembangkan fashion muslim terbaik di dunia, setelah Uni Emirat Arab. Merujuk data Global Islamic Economy Index, konsumsi belanja busana muslim di Indonesia tahun 2017 mencapai US$ 20 miliar. Bisnis yang menggiurkan itu menggugah selera para pengusaha muda untuk menekuni bisnis busana muslim.

Sama halnya dengan Fahmi Hendrawan, seorang desainer pakaian muslim untuk laki-laki. Namanya semakin terkenal, baik di kancah mode dalam negeri maupun internasional, sejak mendirikan Fatih Indonesia. Bisnis fesyen muslim pria miliknya, semakin diminati oleh publik.

Tak hanya itu, brand miliknya, yaitu Fatih Indonesia memiliki keunikan pada setiap produk yang dihasilkan. Terdapat kreasi modern dengan sentuhan nuansa khas Indonesia, yakni adanya motif batik pada pakaian muslim miliknya.

Perjalanan Fahmi Membangun Bisnis

Fahmi Hendrawan © Mldspot.com
info gambar

Sejatinya, Fahmi bukan pegiat mode sebelum membangun Fatih Indonesia. Awalnya, dia sempat menjadi karyawan bank swasta dan menggeluti dunia hiburan, mulai dari musisi, penyanyi latar, hingga pemain musikal.

Usai mengundurkan diri, Fahmi pernah menjajal peruntungan dengan menjajakan cokelat dan menawarkan jasa wedding organizer. Malang, usahanya tak berjalan mulus. Pada saat bersamaan, ia tertipu karena iming-iming dari temannya akan keuntungan berinvestasi.

Semangatnya luntur, apalagi ia harus membiayai kedua orang tuanya yang sedang sakit di masa itu. Ia pun memutuskan untuk pulang ke kampung halaman. Dalam situasi sulit tersebut, tak menyangka, inspirasi hadir tatkala ia membaca Al-Qur’an.

Hatinya tersentuh saat membaca surat Al Araf Ayat 31, yang artinya, “Hai anak Adam, pakailah pakaian yang bagus ketika memasuki masjid dan janganlah berlebih-lebihan karena Allah tidak suka yang berlebih-lebihan.” Ayat itu mengalirkan semangat untuk membangun lini bisnis busana muslim.

Tak ingin gagal dalam berbisnis, Fahmi mulai meneliti bisnis busana muslim dan membuat rencana bisnis.Tekad berbisnisnya begitu kuat, dia turun langsung ke lapangan untuk mensurvei ke beberapa rekannya. Bahkan, Fahmi magang di sentra tekstil Pasar Mayestik, Jakarta. Dia mempelajari banyak hal dari para penjahit di sana, mulai dari memilih dan membeli bahan, membuat pola menjahit hingga selesai.

Fahmi masih tetap menyanyi di akhir pekan selagi mengumpulkan modal untuk membeli mesin jahit. Setelah merasa rencana bisnisnya sudah matang, Fahmi pun mendirikan Fatih Indonesia. Bisnis ini berfokus pada pakaian muslim laki-laki.

Tak kenal lelah, ia setia menyambangi Pasar Tanah Abang dan sentra penjahit di Garut, Jawa Barat untuk menemukan bahan terbaik, merekrut penjahit, dan membuat baju.

Masa Kecil Fahmi

Fahmi Hendrawan lulus dari ITB © Instagram.com/fahmiehendrawan
info gambar

Fahmi mengaku bahwa neneknya telah menanamkan jiwa kewirausahaan padanya sejak masa kanak-kanak. Sejak kedua orang tuanya berpisah, ia hidup bersama nenek dari pihak ibu. Neneknya mendidik Fahmi menjadi sosok mandiri dengan berjualan donat dan es krim keliling kampung.

Saat Fahmi menginjak bangku sekolah dasar, ia mulai menyukai musik dan sering mewakili sekolahnya dalam lomba menyanyi. Beranjak SMP dan SMA, Fahmi mulai bernyanyi dari kampung ke kampung dan menjadi penyiar radio di daerahnya. Dari pekerjaannya itu, ia bisa berhenti meminta uang saku dan menghidupi dirinya sendiri.

Ia tak mengabaikan pendidikannya meski waktunya terbagi karena bekerja. Terbukti, Fahmi selalu terpilih mewakili sekolah dalam lomba cerdas cermat. Kecerdasannya mengantar Fahmi menerima beasiswa dari Institut Pertanian Bogor (IPB) pada dua jurusan sekaligus, yakni jurusan Komunikasi Masyarakat dan Agri Bisnis.

Usai lulus dari IPB pada 2009, Fahmi melanjutkan pendidikan S2 jurusan Creative and Cultural Entrepreneurship (Internasional) di Institut Teknologi Bandung (ITB). Bahkan, ia kembali menerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dari Kementerian Keuangan serta beasiswa Australia Award dari Pemerintah Australia untuk menjalani semester pendek di Universitas Teknologi Queensland, Australia.

Perkembangan Fatih Indonesia

Fahmi Hendrawan © Mldspot.com
info gambar

Fahmi telah melalui begitu banyak lika-liku bisnis. Di awal membangun bisnisnya, ia pernah kehilangan seluruh sisa tabungannya sebanyak 400 juta rupiah karena tertipu oleh rekannya. Peristiwa itu membuatnya harus memulai usaha dari awal hanya bermodalkan dana 10 juta rupiah untuk biaya operasional.

Ketekunan Fahmi berbuah manis, ia pun membuka lembaran baru Fatih Indonesia. Tepat pada 22 Juni 2015, ia resmi mendirikan PT Maha Fatih Indonesia. Nama tersebut ia petik dari Surat Al-Fatihah, kata ‘Fatih’ berarti pembuka. Harapannya, bisnis itu bisa menjadi pembuka rezeki bagi dirinya sendiri dan banyak orang. Inspirasi juga datang dari kekagumannya pada sosok Mohamad Al-Fatih, sultan di Turki yang berhasil menaklukan Konstantinopel.

Ia melihat tren busana muslim di Indonesia tengah berkembang pesat. Namun, busana muslim wanita masih lebih terlihat daripada busana laki-laki. Beranjak dari itu, Fahmi berpikir untuk mengangkat popularitas busana muslim laki-laki.

Kreasi baju kokonya memadukan kombinasi bahan polos dengan batik garutan yang tak monoton sehingga menjadi alternatif baru di Indonesia. Fahmi terdorong memroduksi busananya di Garut dan menghadirkan motif khas batik garutan karena kota itu telah menjadi saksi kelahirannya. Lebih dari itu, belum banyak pula yang mengenal batik kebanggaan daerahnya. Namun, tak menutup kemungkinan Fatih Indonesia akan mengombinasikan batik dari daerah lain di kemudian hari.

Fahmi membuat potongan baju kokonya rata-rata bermodel slim-fit dan stylish. Jadi, konsumennya bisa mengenakan di berbagai situasi, baik untuk ibadah maupun kegiatan sehari-hari. Berbeda dengan kebanyakan baju koko yang berwarna putih dan netral, Fahmi tak ragu meluncurkan koko dengan warna relatif lebih cerah, seperti hijau, biru, merah, toska, ungu, dan lainnya.

Keunikan baju Fatih Indonesia berhasil memancing minat konsumen. Penjualannya melambung tinggi dengan pendapatan bersih mencapai miliaran. Mimpinya tercapai, ia membuka lapangan pekerjaan dengan produksi ribuan baju per bulannya.

Fatih Indonesia semakin populer di belantika busana muslim dan laris pembeli saat lolos sebagai peserta Indonesia Fashion Week (IFW) 2017. Selain itu, Fahmi pun giat mengikuti berbagai pameran besar, baik di dalam maupun di luar negeri, di antaranya Muslim Fashion Festival, Asia Islamic Fashion Week (Malaysia), Japan Halal Expo, dan Pameran di Moskow, Rusia atas ajakan Pemerintah Indonesia.

Rencana selanjutnya, Fahmi ingin meluncurkan merek terbaru yang bisa membidik konsumen kalangan menengah ke bawah. Baju kokonya akan lebih polos dengan sedikit sentuhan batik agar dapat membagikannya ke agen dan reseller.*

Referensi:Bisnis.com | MLD Spot | SWA | Ruang Belajar Kawan GNFI Batch 3

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini