Setelah Sejarah Tertoreh di Papan Laga

Setelah Sejarah Tertoreh di Papan Laga
info gambar utama

Sebelumnya, tak ada dari kita yang menyangka, bahwa olahraga dan termasuk catur online mendadak begitu digemari dan menjadi buah bibir puluhan juta orang Indonesia, bahkan dunia. Betapa tidak, sebelumnya, permainan catur dianggap sebagai permainan yang menguras waktu dan membosankan, beda dengan cabang olahraga lain yang gegap gembita.

Di Indonesia, kehebohan ini bermula saat polemik Dadang Subur alias Dewa Kipas melawan GothamChess di aplikasi online Chess.com yang menjadi buah bibir di dunia maya, dan membuat sebagian orang tertarik untuk kembali memainkan catur setelah sekian. Keviralan catur makin meledak saat dunia catur profesional ikut masuk dalam polemik ini yang difasilitasi oleh Deddy Corbuzier melalui akun sosmednya. Puncaknya adalah saat Dewa Kipas menantang duel pecatur profesional Grand Master Irene Kharisma Sukandar yang live di YouTube ditonton 1.2 juta orang (menurut Tempo.co 1.5 juta). Mengejutkan, sekaligus membahagiakan melihat antusiasme ini. Inilah rekor live youtube dengan penonton catur terbanyak di dunia, bahkan jika dihitung secara keseluruhan (termasuk di luar catur), hanya kalah dari Streamer Fortnite dari Spanyol yang memecahkan rekor dua juta penonton di dunia pada awal tahun 2021 lalu.

Tak tanggung-tanggung, bahkan FIDE (Federasi Catur Internasional) pun dibuat terkaget-kaget dengan begitu banyak orang yang menonton pertandingan catur secara live.

Padahal, sekali lagi, ini pertandingan yang sifatnya hanya persahabatan, bukan kompetisi, maupun ajang resmi. Meski begitu, memang dihadiri sejumlah pejabat teras Percasi dan Grandmaster Susanto Megaranto serta Master Chelsie Monica.

Perlu diketahui, sebelum viral Dewa Kipas, dunia catur juga sempat menarik perhatian global pasca boomingnya film seri Queen's Gambit di Netflix. Menurut beberapa penjual lapak online yang dihubungi oleh indozone.com, penjualan papan catur naik hingga 60% menyusul hebohnya dunia catur akhir-akhir ini.

Kita sudah tahu bagaimana pertandingan ini berjalan dan berakhir. Penting untuk terus menjaga momentum bangkitnya reputasi catur tanah air ini, dan untuk meningkatkan terus peringkat Indonesia di dunia internasional. Menurut database di website FIDE, di Asia Indonesia masih bertengger di papan tengah di bawah negara-negara raksasa catur Asia.

View this post on Instagram

A post shared by Good News From Southeast Asia (@seasia.co)

Sementara di peringkat dunia, tentu berada di lebih bawah lagi. Antusiasme yang tinggi akan menguntungkan banyak pihak, dan membentuk sebuah ekosistem yang sustainable mulai dari bibit-bibit pemain baru, turnamen catur yang berhadiah besar dan menarik banyak perhatian, pun juga dunia usaha yang akan melirik dunia catur sebagai ajang marketing yang besar.

Jika sudah begini kondisinya, maka kita akan bisa berharap lebih banyak dari dunia catur dalam menaikkan gengsi Indonesia. Kita tunggu.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini