Sejarah Hari Ini (26 Maret 1961) - Debut Tan Liep Tjiauw dan Indonesia di Piala Davis

Sejarah Hari Ini (26 Maret 1961) - Debut Tan Liep Tjiauw dan Indonesia di Piala Davis
info gambar utama

Petenis Tan Liep Tjiauw cukup dikenal di Indonesia pada era 50-an. Posturnya pendek sehingga julukan "Little Tan" kerap disandangnya. Kecil-kecil cabe rawit. Meskipun kecil, Tan Liep Tjiauw dikenal ahli melepaskan drive forehand topspin keras di antara petenis Indonesia yang lain.

Sejak 1930-an berkecimpung di dunia tenis, nama Tan kian besar dan dikenal karena menjadi orang Indonesia pertama yang menjajal sengitnya turnamen Wimbledon pada 1953. Kiprahnya di jagad tenis nasional dan internasional awet hingga tahun-tahun berikutnya. Di sejumlah ajang ia sukses menyabet prestasi. Pada 1956 contohnya, pria peranakan Tionghoa kelahiran Kediri, Jawa Timur, memenangi kelas tunggal putra dalam ajang Open Malaya Championship.

Indonesia berusaha meningkatkan kualitas sekaligus popularitas olahraga tenis pada 60-an. Meski menghadapi krisis dana dan infrastruktur, Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PELTI) sesuai dengan semboyannya "Pantang Surut" ketika menghadapi situasi tersebut. Buktinya PELTI mengikutsertakan Indonesia di Piala Davis (Davis Cup) 1961, ajang setara Piala Dunia dalam olahraga sepak bola. Ini merupakan debut perdana Indonesia di Piala Davis bersama dengan Maroko dan Ekuador.

Hasil laga Indonesia versus India di zona Asia Piala Davis 1961.
info gambar

Saat itu Indonesia menurunkan empat petenis andalan dalam ajang tersebut, yakni Tan Liep Tjiauw, Itjas Sumarna, Sugiarto, dan Sie Kong Loen. Sayangnya Tan dkk belum beruntung karena mereka dikalahkan India 1-4 di babak perempat final zona Asia yang digelar di Bandung, Jawa Barat, pada 26-28 Maret 1961.

Dari lima match yang dimainkan, hanya Tan yang sukses memberi perlawanan. Pada Ahad tanggal 26 Maret, ia berhasil mengalahkan Jaidip Mukerjea petenis muda yang usianya terpaut 19 tahun dengannya.

"Liep Tjiauw sekarang bukanlah Liep Tjiauw pada beberapa tahun yang lalu, sekalipun kini terdapat di mana juara kita itu masih memperlihatkan glimpses daripada kecemerlangannya dahulu," lapor Star Weekly dikutip oleh GNFI.

A.H. Nasution
info gambar

Aksi Tan menarik perhatian banyak kalangan. Salah satunya dari tokoh militer Indonesia Abdul Haris Nasution yang menonton ditemani Panglima Kodam VI Siliwangi, Adjie, dan istri Gubernur Jawa Barat Mashudi, Yetty Rochyati. Kehadiran Nasution di bangku penonton dibilang wajar karena ia konon berkawan baik dengan Tan.

"Menarik untuk dicatat Tan berteman baik dengan Jenderal Abdul Haris Nasution, seorang jenderal yang dikenal tidak tidak terlalu bersahabat dengan komunitas Tionghoa. Hubungan keduanya sangatlah baik sampai-sampai Tan disebutkan dua kali dalam memoar Nasution, dan potret perbincangan keduanya juga disertakan," tulis Leo Suryadinata dalam Prominent Indonesia Chinese: Biographical Sketches.

---

Referensi: Daviscup.com | Star Weekly | Leo Suryadinata, "Prominent Indonesia Chinese: Biographical Sketches"

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini