Selamat Menikmati Film-Film Indonesia dari Layar Ponsel

Selamat Menikmati Film-Film Indonesia dari Layar Ponsel
info gambar utama

Setiap tanggal 30 Maret, Indonesia memperingatinya sebagai Hari Film Nasional (HFN), yang pada tahun ini menginjak perayaan ke-71. Penetapan tanggal HFN diputuskan langsung oleh Presiden BJ Habibie melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 25 tahun 1999, tertanggal 29 Maret 1999.

30 Maret 1950 merupakan tanggal didirikannya Perusahaan Film Nasional Indonesia (Perfini) oleh Usmar Ismail, dan langsung memproduksi film pertamanya, ''Darah dan Doa'' atau The Long March of Siliwangi. Film itu juga menjadi tonggak sejarah karena dibuat orang dan perusahaan asli Indonesia. Karenanya, tahun ini peringatan HFN mengangkat tema ''100 Tahun Usmar Ismail''.

Momentum ini kemudian dimanfaatkan oleh salah satu produsen ponsel terbesar di dunia yang telah membangun pabrik dan memperluas pasarnya di Indonesia, yakni Xiaomi.

Melalui ragam produk terbarunya, Xiaomi Indonesia mengajak para pencinta film Indonesia untuk bisa menikmati film-film Indonesia nan legendaris dari layar ponsel yang menjanjikan nuansa sinematik tersebut.

Memang, sudah lazim jika saat ini masyarakat menikmati beragam konten, termasuk film, dari layar ponsel. Wajar saja, karena ponsel menjadi salah satu perangkat vital atas kebutuhan masyarakat sehari-hari, baik untuk komunikasi, media sosial, gim, dan kebutuhan menonton film.

Sejatinya layar ponsel kini sudah memiliki bentangan yang ideal untuk menikmati berbagai konten video, lain itu soal kenyamanan mata untuk menyaksikan konten-konten video itupun sudah tak perlu dipertanyakan berkat inovasi teknologinya.

Di Indonesia, salah satu produk Xiaomi yakni Mi 11 hadir dengan teknologi layar lapang jenis Amoled 6,81 inci beresolusi ultra tinggi WQHD+ yang mampu menghasilkan 1 miliar warna, 120 Hz refresh rate, HDR10+, dan proteksi dari Gorilla Glass Victus.

Yang pasti, Xiaomi menjanjikan bahwa layar ponsel ini akan tetap tampak jelas meski berada dalam pantulan sinar matahari berkat kemampuan output 1.500 nits. Tak heran jika ponsel itu dijuluki dengan sebutan ''Movie Magic''.

Ponsel ini jua dijanjikan sudah tersedia di pasaran Indonesia, Kamis (1/4/2021), di toko online maupun gerai resmi Xiaomi yang tersebar di seluruh Indonesia. Bagi Anda yang telah memesan (pre-oder) ponsel ini pada pekan terakhir Maret, maka sudah bisa langsung mendapatkannya pada awal April.

Babak baru ponsel murah dengan layar Super Amoled

Redmi Note 10 Pro
info gambar

Momentum Hari Film Nasional juga dimanfaatkan Xiaomi Indonesia untuk meluncurkan ponsel murah yang dibekali layar Super Amoled, yakni Redmi Note 10 pada, Selasa (30/3). Ponsel berbanderol Rp2,5 juta itu sejatinya menyasar segmen menengah ke bawah, dengan menawarkan standar teknologi anyar.

Dengan bentangan layar 6,43 inci (450 nits), Redmi Note 10 sudah dibekali antar-muka MIUI 12 dengan basis Android 11. Ini menjadikannya ponsel murah yang sudah mendukung perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software) dan update Android paling mutakhir.

Untuk menikmati konten-konten di layarnya, termasuk menikmati film-film Indonesia, ponsel ini dibekali baterai berkapasitas 5.000 mAh yang bisa diisi ulang dengan pengisian cepat 33 Watt melalui port USB-C. Artinya, baterai ponsel bisa terisi 50 persen hanya dengan waktu 25 menit saja.

Redmi Note 10, yang dijual di Indonesia dibekali dengan RAM 4 GB/ROM 64 GB, dan didukung cipset Snapdragon 678 (11 nm).

Untuk perekaman gambar, ponsel ini menyediakan 4-kamera belakang yang masing-masing memiliki konfigurasi 48 MP (wide), 8 MP (ultrawide), 2 MP (makro), dan 2 MP (bokeh). Kamera ini juga sudah mendukung perekaman 4K @30fps. Soal kamera selfie-nya tersedia dengan sensor 13 MP.

Menemani varian Redmi Note 10, hadir pula seri Redmi Note 10 Pro dengan spesifikasi yang lebih tinggi tentunya. Bedanya, Redmi Note 10 Pro dibekali layar Amoled dengan bentangan 6,67 inci, 120 Hz, dan HDR10. Soal antar-muka keduanya semirip, yakni telah mendukung MIUI 12 dengan basis Android 11.

Ponsel yang menyasar segmen mid-range ini dibanderol mulai Rp3,5 juta (RAM 6 GB/ROM 64 GB) dan Rp3,9 juta (RAM 8 GB/ROM 128 GB), serta dilengkapi koneksi NFC, salah satu fitur yang saat ini sangat dibutuhkan pengguna ponsel di Indonesia.

Untuk mendukung kinerjanya, Redmi Note 10 Pro dibekali cipset Snapdragon 732G (8 nm) bertandem dengan pemroses grafik (GPU) Adreno 618.

Kamera belakangnya juga tersedia dengan 4-konfigurasi, yakni 108 MP (wide), 8 MP (ultrawide), 5 MP (makro), dan 2 MP (bokeh). Kamera ini juga sudah mendukung perekaman 4K @30fps. Sedangkan kamera selfie-nya hadir dengan sensor 16 MP.

Tak beda jauh dengan kapasitas baterai Redmi Note 10, ponsel ini ditanamkan baterai berkapasitas 5.020 mAh dengan pengisian cepat 33 Watt, yang mampu terisi hingga 59 persen dalam kurun 30 menit.

Dalam peluncuran produknya itu, Bos Xiaomi Indonesia Alvin Tse menyebut bahwa Redmi Note 10 Series tak hanya sekadar hadir dengan inovasi baru, tetapi sebagai pendobrak kemapanan standar ponsel dengan banderol terjangkau.

''Penawaran ini hadir untuk menjawab meningkatnya kebutuhan Mi Fans di Indonesia, terutama bagi Gen Z. Berdasarkan laporan We Are Social Indonesia 2021, umumnya mereka menghabiskan waktu rata-rata lima jam sehari di depan layar smartphone untuk berselancar di internet, gaming, dan menggunakan layanan streaming untuk menonton film,'' beber Alvin.

Secara umum, kedua ponsel ini bakal hadir di pasaran Indonesia mulai, Selasa (6/4), di toko online Mi.com, Shopee, Lazada, dan Akulaku. Sementara jika Anda ingin membelinya di gerai langsung, bisa menyambangi Mi Store dan Erafone. Xiaomi Indonesia juga menjanjikan akan menggandeng mitra lainnya untuk menjual kedua ponsel ini.

Dari spesifikasi yang telah disebutkan di atas tadi, seolah Xiaomi ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk menikmati konten-konten berkualitas tinggi, termasuk film-film Indonesia, melalui inovasi layar ponsel yang memanjakan mata.

Akhir kata, selamat Hari Film Nasional dan terima kasih untuk Xiaomi Indonesia yang telah menggaungkan kampanye untuk selalu mencintai film-film buatan Indonesia.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini