5 Masjid di Indonesia yang Memiliki Arsitektur Unik (Bagian 2)

5 Masjid di Indonesia yang Memiliki Arsitektur Unik (Bagian 2)
info gambar utama

Menyambut bulan Ramadan, Masjid menjadi tempat yang paling banyak dikunjungi oleh umat Islam, baik untuk beribadah ataupun menunggu waktu berbuka puasa. Kegiatan selama satu bulan ini pastinya membuat masjid layaknya destinasi wisata yang begitu ramai disesaki oleh pengunjung.

Apalagi bila Masjid tersebut memiliki keindahan arsitektur bangunan hingga menambah keindahannya. Saat ini memang sudah tak terhitung jumlahnya Masjid yang memiliki keindahan arsitektur di berbagai belahan dunia.

Sebagai negara yang memiliki penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia tentunya tidak kalah dengan negara lain dalam menampilkan keindahan dan keunikan arsitektur Masjid. Beberapa keindahan arsitektur ini banyak memadukan antara beragam kebudayaan, seperti Arab hingga Tionghoa.

Setelah kita melihat ada 5 masjid dengan arsitektur unik dan kreatif. Ternyata masih ada 5 masjid lagi yang tidak kalah dalam keindahan arsitekturnya, berikut daftarnya.

1. Masjid Maaimmaskuub, Bandung

Masjid Maaimmaskuub

Masjid Maaimmaskuub terletak di komplek PDAM Tirtawening, Bandung. Didesain oleh Eki Achmad Rujai dan Angky Abiyasa. Masjid ini tidak memiliki kubah pada atapnya, alisa berbentuk datar.

Arsitektur modern ini menandakan masjid juga bisa mengiringi langkah umat dalam perkembangan zaman. Dalam Al-Qur'an, Maaimmaskuub diartikan sebagai sungai yang mengalir ke surga. Jernih airnya, membawa kedamaian dan keberadaannya memberi kehidupan.

Didirikan pada tahun 1984, masjid ini memiliki luas 566 meter persegi yang diresmikan Wali Kota Bandung--sat itu--Ateng Wahyudi. Sejak saat itu, Masjid yang berdaya tampung 400 jamaah itu sudah mengalami dua kali renovasi. Renovasi masjid pertama terjadi pada 2004 dan yang kedua pada 2017 yang diprakarsai Dirut PDAM Tirtawening Sonny Salimi. Menurutnya daya tampung masjid dirasa kurang dengan jumlah jamaah yang semakin banyak.

Mengusung gaya modern tropis, masjid yang kental dengan unsur air ini terdiri atas dua lantai. Lantai atas untuk salat, lantai bawah untuk ruang serbaguna. Pada waktu salat Jum'at kedua lantai bangunan ini bisa digunakan untuk menampung 1.000 jamaah.

Lain itu, area wudhu juga ditambah, tak hanya di kamar mandi tapi juga berada di luar area masjid. Selain menjadi lebih banyak, juga dianggap praktis bagi jemaah yang hendak salat.

Perancang bangunan ini memang mengingnkan desain bangunan yang minimalis dan elegan. Tak hanya itu desain dari berbagai elemen masjid pun memiliki makna filosofis. 17 anak tangga di bagian depan melambangkan jumlah rakaat salat wajib dalam sehari. Terdapat pula 6 tiang penyangga yang melambangkan Rukun Iman.

Masjid ini memang cukup populer karena dekat dengan SMAN 1 Bandung dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

2. Masjid Permata Qolbu, Jakarta

Masjid Permata Qolbu

Masjid Permata Qolbu yang berada di dalam komplek perumahaan Mediterania, Jakarta. Masjid ini memang mengusung desain kontemporer yang di desain oleh MASS yaitu studio arsitek ternama di Indonesia. Dibangun sejak tahun 2013 dan diresmikan pada 2017, masjid sudah bisa dinikmati oleh masyarakat sekitar wilayah Jakarta Barat dan juga luar kota.

Masjid ini memiliki ciri kolom-kolom besar yang menonjol keatas dan bersekat-sekat. Dominasi warna putih memang dibangun dengan ciri khas agak mengerucut keatas. Kabarnya, kolom masjid ini terinspirasi dari jari-jari manusia yang sedang berdoa dan bentuk lafas Allah pada kubahnya.

Apabila pada malam hari masjid ini terlihat eksotis dengan lampu-lampu kuning yang berada disela-sela tiap sekat dinding. Di samping kanan dan kiri masjid, juga terdapat dinding yang menjulang berwarna putih. Pada arah pintu masuk juga dikelilingi oleh sekat-sekat yang menambah suasana desain kontemporer bahkan sebelum memasuki masjid yang indah ini.

3. Masjid Raya Sumatera Barat, Padang

Masjid Raya Sumatera Barat

Masjid Raya Sumatera Barat merupakan salah satu bangunan masjid yang terbesar di Sumatra yang berlokasi di Jalan Khatib Sulaiman, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang. Tidak seperti bentuk masjid pada umumnya, masjid ini memliki desain seperti Rumah Gadang, khas Minang. Pada bagian dinding luar bangunan ini terdapat ukiran kaligrafi yang menambah daya tarik wisatawan yang ingin datang ke Sumatera Barat.

Tidak terdapatnya kubah pada bagian atas masjid merupakan bentuk reprentasi falsafah Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah yang berarti adat yang didasarkan, ditopang oleh syariat agama Islam bedasarkan Al-Qur'an dan Hadis.

Dengan bentuk Rumah Gadang, atap pada masjid ini mencerminkan empat sudut kain yang digunakan oleh empat suku di Mekkah saat memindahkan Batu Hajar Aswad. Perancang masjid ini bernama Rizal Muslimin, arsitek yang pernah menjadi dosen di Sydney, Australia.

Masjid yang menghabiskan dana hampir Rp300 Miliar ini dibangun di lahan seluas 40.000 meter persegi, luas bangunan utama kurang dari setengah luas lahan, yaitu sekitar 18.000 meter persegi sehingga terdapat halaman yang luas. Masjid ini mampu menampung 20.000 jamaah pada total tiga lantai di dalamnya.

Peletakan batu pertama masjid saat dibangun, dilakukan pada tahun 2007 kemudian baru selesai pembangunan pada 2017. Hal yang menarik lainnya adalah masjid ini tahan dengan gempa hingga 10 SR juga memiliki shelter lokasi evakuasi apabila terjadi tsunami.

Selain itu pada bagian dalam gedung masjid ini tidak ada tiang pada bagian tengah ruangan, sehingga jamaah tidak akan terganggu. Arsitek yang merancang masjid ini pun membuat banyak pintu di dalamnya. Oleh sebab itu masjid ini memiliki julukan masjid 'Seribu Pintu Angin'.

4. Masjid terapung Amirul Mukminin, Makassar

Masjid Amirul Mukminin, Makassar
info gambar

Berkunjung ke Makassar tidak hanya seputar kuliner dan wisata alam. Tapi ada destinasi wisata religi yang patut dikunjungi oleh wisatawan, yakni masjid terapung pertama di Indonesia. Bangunan yang memiliki nama Masjid Amirul Mukminin ini berlokasi di pesisir Pantai Losari yang sangat terkenal dengan keindahan tempat wisata di Makassar.

Masjid ini dibangun di atas tumpukan begin yang didorong hingga ke dasar laut sebagai pondasinya. Sehingga saat kita lihat akan menyerupai rumah panggung tradisional Makassar serta Bugis. Masjid ini dibangun pada 2009, kemudian diresmikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, pada 21 Desember 2012.

Mengusung desain modern yang didominasi dengan warna abu-abu dan juga putih, membuat masjid mungil ini begitu manis di berdiri di Pantai Losari.

Agar memperkuat bangunan, bagian bawah bangunan menggunakan 164 tiang pancang untuk menopang luas luas masjid yang mencapai 1.687 meter persegi. Semua yang ada pada bangunan ini sudah diperhitungkan dengan matang sehingga memberikan hasil yang maksimal. Anda tidak perlu khawatir, walau terlihat mungil dari luar, masjid ini mampu menampung 400 sampai 500 orang jamaah.

Masjid ini memiliki tiga lantai, selain berfungsi sebagai tempat ibadah, juga akan menjadi tempat wisata. Setiap lantai akan memberikan pemandangan matahari senja yang mengagumkan.

Beberapa orang mengatakan, masjid Amirul Mukminin ini menjadi masjid apung paling romantis. Setelah melaksanakan ibadah sekaligus menyajikan sunset indah, Anda bisa menyempatkan berjalan-jalan ke Pantai Losari. Pantai Losari pada malam hari cukup terkenal dengan wisata kuliner yang membuat perjalanan menjadi lebih lengkap.

5. Masjid Tiban, Malang

Masjid Tiban
info gambar

Masjid Tiban merupakan salah satu destinasi wisata religi bagi orang-orang yang sedang berkunjung ke Kabupaten Malang. Letaknya yang berada di Desa Sananrejo, Kecamatan Turen, membuatnya mudah dijangkau. Masjid ini berornamen serba biru dan emas yang bergaya unik sehingga begitu menarik untuk dikunjungi. Hal yang menarik lainnya adalah masjid ini berada di pemukiman warga dengan jalan yang sempit.

Mitosnya, masjid ini dibangun oleh bangsa jin dalam semalam, meski banyak yang meragukan mitos tersebut. Karena sejatinya, masjid ini dibangun oleh para santri dari pondok pesantren Salafiyah Bihaaru Bantu Asali Fadlaailir.

Pembangunan masjid yang memiliki 10 lantai ini menghabiskan waktu mulai dari 1968 hingga 1978. Bangunan yang memiliki luas sekitar 7 hektar ini juga memiliki berbagai fasilitas, seperti Pujasera pada lantai lima, juga aula.

Menara tinggi yang berada di kawasan pemukiman ini juga perpaduan ornamen khas Turki, Rusia, India, hingga Mesir. Sehingga konsep bangunannya campur aduk tapi bernilai seni tinggi. Masjid yang berfungsi sebagai pesantren ini juga sering dikunjungi wisatawan. Karena sejarah Masjid Tiban yang unik sehingga orang penasaran untuk datang ke sini.

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

RK
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini