Tetap Goyang Lidah Walau Harga Cabai Melambung Tinggi

Tetap Goyang Lidah Walau Harga Cabai Melambung Tinggi
info gambar utama

Tak dimungkiri, cabai tetap menjadi pelengkap utama makanan pedas di Indonesia. Banyak pula kedai dan restoran yang menghadirkan cita rasa pedas, sebagai ciri khas sajiannya. Namun, dengan meningginya harga cabai hari ke hari bagaimana nasib mereka?

Ibu Kota Jakarta menjadi sentra kuliner baik lokal maupun mancanegara. Semua masakan dengan berbagai menu dan pilihan rasa sangat mudah ditemui, terlebih kini didukung dengan aplikasi pesan antar yang membuat siapapun bias membeli melalui gawai (telepon pintar).

Banyak kedai kekinian juga menawarkan aneka variasi olahan unik dan nikmat. Bagi penikmat sensasi pedas, ada satu kedai mi instan, yang selalu menjadi rujukan. Indomie Pedes Mampus, dengan sensasi super pedas Warung Mi Abang Adek tak pernah sepi pembeli.

Jika setiap lini usaha kini terdampak pandemi, warung mi instan ini tetap ramai pembeli. Bahkan saat harga cabai tinggi, pemiliknya tak pernah mengurangi komposisi cabainya.

Rasa pedas mi dari ulakan cabai rawit Warmindo yang sangat menusuk, menjadi ajang uji nyali para penggemar setianya. Disini pecinta rawit bisa memilih menu mi instan dengan beberapa level kepedasan mulai dari 10, 25, 50, 75, hingga 100 cabai.

Tak itu saja, ada pula bermacam topping tambahan untuk mi instan seperti bakso, sosis, keju, telur, dan kornet. Warmindo yang terletak di Jalan Mandala Utara, Tomang, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat ini buka setiap hari mulai pukul 07.00-01.30 WIB.

Indomie Pedes Mampus
info gambar

Mengutip dari IDNtimes, Sang pemilik kedai Sartono, mengaku Warmindo Abang Adek mengalami penurunan penjualan tiga tahun terakhir ini. Jika ramai, kedai ini bisa menghabiskan 10 karton mi dalam sehari. Sedangkan kalau sepi, hanya menghabiskan tujuh karton saja.

Untuk harga menunya, dibanderol berbeda-beda, karena harga cabai yang naik turun. Namun, kata Sartono, pelanggannya tak mempermasalahkan hal itu. Harganya bervariasi mulai dari Rp10-25 ribu.

Suatu hari ada seorang pembeli meminta tambahan 500 cabai. "Pernah ada remaja yang pesan 500 cabai hingga muntah-muntah. Bahkan, pernah ada yang pingsan," kata Sartono.

Sebagai ciri khas sajian, sensasi pedas selalu menjadi hal yang utama. Tingginya harga cabai, ternyata tidak menjadi persoalan. Bagi penikmat pedas sambal tetaplah santapan wajib, dan penyaji menghargainya.

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

EP
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini