Ada Ruang untuk Mengkaji Nilai Kebangsaan di Newseum Indonesia

Ada Ruang untuk Mengkaji Nilai Kebangsaan di Newseum Indonesia
info gambar utama

Newseum Indonesia, tak sama dengan Newseum (museum berita) yang ada di Washington D.C, Amerika Serikat. Pemiliknya, Taufik Rahzen, sengaja memberi nama yang sama. Namun, lebih untuk menjadikan tempatnya sebagai sarana untuk berdiskusi dan mengkaji nilai kebangsaan, baik budaya maupun politik di Tanah Air.

Menemukan lokasi Newseum Indonesia bisa sedikit rumit. Letaknya yang berdampingan dengan Ruko (Rumah Toko) dan terselip di antara restoran-restoran, membuat penulis yang saat baru pertama kali berkunjung harus mencari dan bertanya ke setiap orang yang dirasa mengenal lingkungan sekitar.

Newseum Indonesia, berada diantara bangunan yang berjejer di Kawasan Lama, Jalan Veteran, Jakarta Pusat. Tak jauh dari, ada Monumen Nasional dan Masjid Istiqlal.

Newseum Indonesia, rumah buku untuk pencinta literasi

 Radio Buku Perpustakaan Mini Newseum Indonesia
info gambar

Newseum juga menjadi “Rumah buku” untuk pencinta literasi. Tatanan buku-buku di rak, terlihat jelas dari balik kaca oleh siapapun yang melintasinya. Pada bagian tengah ruangan terdapat bebarapa kursi sofa, dengan meja besar, seperti sengaja disiapkan untuk siapa saja yang ingin berkumpul dan berdiskusi.

Buku-buku yang ada, kebanyakan lebih banyak kepada catatan-catatan penting baik dari luar maupun dalam negeri. Contohnya; Seperti peran Pers, dalam sejarah pembentukan sebuah negara.

''Nah karna itu, kegiatan disini mencoba menelusuri apa sih gagasan tentang indonesia itu. Yang ada mulai cetakan pers, sampe masa lampau sampe masa sekarang. Karna itu kami membuat kronik, tentang sejarah indonesia hari demi hari dari tahun 108 sampe saat ini. Itu ada semua, apa peristiwa yang terjadi. Dengan demikian sejarah indonesia itu terdokumentasi,'' terang Taufik.

Siapa saja bisa diskusi mengkaji nilai kebangsaan

Ruang Diskusi Nilai Kebangsaan
info gambar

Taufik membuka pintu Newseum selebar-lebarnya, untuk siapa saja yang ingin menambah wawasan, terlebih untuk mendalami ilmu kenegaraan. Jika memiliki waktu luang pemilik juga akan bersedia menjadi teman untuk berdiskusi, untuk mengkaji nilai-nilai kebangsaan di setiap negara.

Kepada penulis, Taufik tak lupa memperlihatkan keuinikan beberapa lukisan yang terpampang di dinding ruangannya. Seperti lukisan yang mengilustrasikan penangkapan Pangeran Diponogoro, yang terpampang sangat besar di dinding kiri ruangan.

Jika dilihat dengan teliti, akan jelas terlihat goresan kumpulan aksara jawa kuno, yang menjadi latar di dalam gambar. Ada juga lukisan dengan gambar 2 dimensi. Lukisan akan berubah gambarnya, jika berpindah cahaya dari terang ke redup.

Penulis selalu rindu untuk kembali mendatang Newseum. Newseum memanjakan kita dengan ribuan koleksi buku, yang memiliki beragam kisah. Newseum bagi penulis, adalah rujukan untuk berwisata literasi. Suatu saat penulis akan berkunjung. Apakah Anda memiliki ketertarikan yang sama?

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

EP
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini