Peran Indonesia dan Dunia Memerangi Perubahan Iklim

Peran Indonesia dan Dunia Memerangi Perubahan Iklim
info gambar utama

Upaya Amerika Serikat untuk mengajak negara-negara lain dalam membuat aturan untuk memperketat penggunaan bahan bakar fosil karena polusi yang dapat merusak iklim, tampaknya semakin serius digaungkan.

Sebelumnya, Presiden AS Joe Biden, telah mengundang 17 anggota forum ekonomi utama--termasuk Indonesia--ke pertemuan virtual pada 22-23 April 2021 untuk membahas komitmen pengurangan emisi.

Kesepakatan tersebut akan mereka umumkan pada Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (COP26) di Glasgow pada November 2021 nanti.

The Associated Press melaporkan, para pemimpin dunia lainnya termasuk Presiden Indonesia Joko Widodo, Perdana Menteri India Narendra Modi, Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga, dan Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern, telah setuju memotong penggunaan bahan bakar fosil untuk mempercepat upaya global dalam memerangi perubahan iklim.

Indonesia menjadi sorotan dunia, karena secara historis telah menjadi penyumbang utama perubahan iklim karena tingginya tingkat deforestasi dan ketergantungannya pada bahan bakar fosil, terutama batubara.

Kabar itu kemudian dibantah oleh Mantan Duta Besar AS untuk Indonesia dari 2013-2016, Robert Blake. Dirinya yang kini memimpin praktik Asia Tenggara di McLarty Associates (MAGlobal.com) bahkan menyebut Indonesia kini memimpin dunia dalam pengurangan deforestasi.

Indonesia terdepan di dunia soal pengurangan deforestasi

Petugas pemadam kebakaran Indonesia memerangi kebakaran hutan lahan gambut di Ogan Ilir, Sumatera Selatan
info gambar

Mengutip artikel The Jakarta Post berjudul "Indonesia leads the world on reducing deforestation", Sabtu (03/04), Robert mengapresiasi upaya pemerintah Indonesia dalam melindungi hutan hujan alami yang indah.

"Saya beruntung selama menjadi duta besar AS untuk Indonesia mengunjungi banyak cagar hutan besar Indonesia di Sumatra, Kalimantan, dan Papua. Saya masih ingat dengan jelas kunjungan saya tahun 2014 ke hutan bakau yang luar biasa di Mimika, Papua, memandang dengan kagum pada hutan bakau tertinggi di dunia, dan penyerap karbon utama yang dibantu untuk dilindungi oleh Amerika Serikat,'' tegasnya.

Seperti diketahui, saat ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga tengah berupaya untuk merestorasi 600.000 ha hutan bakau yang akan terdegradasi selama empat tahun ke depan.

Statistik resmi KLHK juga menunjukkan laju deforestasi 115.000 hektar untuk 2019-2020. Angka tersebut, adalah kehilangan hutan terendah yang tercatat oleh kementerian dalam dua dekade terakhir.

Pencapaian penting ini, diketahui Robert berasal dari kerangka kebijakan yang baik yang dilembagakan oleh pemerintahan Jokowi, dan peningkatan implementasi dan penegakan hukum di lapangan.

Perayaan Hari Bumi yang akan datang pada 22 April 2021 akan membuat Amerika Serikat mulai kembali memainkan peran kepemimpinan dalam diplomasi iklim dan lingkungan internasional. Presiden Jokowi akan menjadi salah satu undangan, karena telah ikut menjadi akar rumput dalam memperkuat aksi iklim di Indonesia melalui tema ''Pulihkan Bumi Kita''.

Upaya Indonesia dalam memerangi perubahan iklim telah membuahkan hasil, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga dalam menarik pendanaan iklim internasional. Sampai saat ini Indonesia telah disetujui untuk menerima tiga pembayaran berbasis hasil yang signifikan atas kinerjanya dalam mengurangi deforestasi dan degradasi hutan melalui mekanisme REDD+; dari Dana Iklim Hijau (104 juta dolar AS), Bank Dunia (110 juta dolar AS), dan Norwegia (56 juta dolar AS).

Aktivis dan pekerja seni dengungkan aksi peduli lingkungan

Tak hanya pemerintah, Aktivis Peduli Lingkungan juga turut menggaungkan aksinya untuk mengajak warga agar lebih peduli isu lingkungan dan keberlanjutan bumi. Pengaruh mereka di media sosial juga terlihat jelas.

Baru-baru ini Komunitas Jaga Rimba dan Walhi Jakarta yang tergabung dalam Gerakan Jeda untuk Iklim menggelar aksi di depan kantor Standard Chartered Bank di Jakarta, Jumat (19/3). Mereka menuntut agar perusahaan keuangan tersebut berhenti mendanai industri batubara.

Komunitas Jaga Rimba dan Walhi Jakarta gelar aksi di depan kantor Standard Chartered Bank di Jakarta
info gambar

Aksi peduli lingkungan juga digaungkan oleh para pekerja seni di Indonesia. Kompas.id mengangkat beritanya dengan judul "Mereka yang Memberikan Pengaruhnya bagi Lingkungan" Rabu (07/04).

Setidaknya 12 pekerja seni, seperti penyanyi dan pemain film, turut serta dalam kampanye video ”Selamatkan Indonesia Emas 2045 dari Ancaman Darurat Iklim” yang diunggah perdana di kanal Youtube, Senin (5/4).

Mereka adalah Krisdayanti, Julie Estelle, Kalista Iskandar, Reza Rahadian, Chelsea Islan, Wulan Guritno, Dian Sastrowardoyo, Chicco Jerikho, Yoshi Sudarso, Cinta Laura, Mikha Tambayong, dan Gita Wirjawan.

Seiring dengan komitmen global dalam Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (COP26) di Glasgow nanti, upaya untuk melindungi hutan dan lahan gambut, mengurangi emisi, akan meningkatkan mata pencaharian masyarakat yang hidup berdampingan dan bersahabat dengan hutan.

Tak hanya itu, upaya ini juga akan mempromosikan pertanian berkelanjutan dan pemulihan ekonomi setelah segala lini terdampak pandemi Covid-19. Tidak hanya akan baik untuk Indonesia tetapi juga untuk planet kita.

Baca Juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

EP
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini