Punya Raksasa Bisnis, Ini Daftar Terbaru Orang Paling Tajir di Indonesia 2021

Punya Raksasa Bisnis, Ini Daftar Terbaru Orang Paling Tajir di Indonesia 2021
info gambar utama

Pernahkah ada di benak kawan GNFI untuk menjadi orang terkaya di Indonesia, bahkan di dunia?

Menjadi orang terkaya, mungkin bisa menjadi impian di siang bolong bagi sebagian orang, tetapi nyatanya ada lho orang-orang tertentu yang berhasil memegang predikat itu.

Membahas orang terkaya di Indonesia menjadi sangat menarik, tentu saja karena tak sedikit orang yang penasaran, sebenarnya siapa saja mereka dan bagaimana mereka bisa menjadi kaya.

Baru-baru ini Forbes telah merilis daftar orang terkaya dunia tahun 2021. Dalam daftar tersebut ada 2.755 miliarder di dunia yang tersebar di berbagai negara. Jumlah itu bertambah sebanyak 660 orang jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Dari jumlah 2.755 miliarder di dunia, 18 di antaranya adalah orang Indonesia. Lalu siapa saja yang masuk daftar tersebut? Berikut 5 daftar teratas orang paling tajir di Tanah Air.

1. Robert Budi Hartono (US$20.5 miliar)

Robert Budi Hartono © Lifepal
info gambar

Robert Budi Hartono memiliki nama asli Oei Hwie Tjhong. Lahir di Semarang, 28 April 1940, adalah seorang pengusaha Indonesia.

Ia merupakan anak kedua dari pendiri perusahaan Djarum yaitu Oei Wie Gwan. Robert merupakan keturunan Tionghoa-Indonesia. Kakaknya bernama Michael Bambang Hartono alias Oei Hwie Siang.

Total kekayaan Robert pada tahun 2021 mencapai US$20,5 miliar, menempatkannya sebagai orang terkaya ke-86 di dunia dan orang terkaya nomor satu di Indonesia.

Lelaki berusia 79 tahun ini mendapatkan pundi-pundi kekayaannya melalui perbankan dan rokok. Ia berinvestasi di PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Ia bersama saudaranya Michael Bambang Hartono, yang juga ada di deretan orang terkaya Forbes, memperoleh keuntungan dari investasi di BCA. Hartono membeli saham BCA dari Salim Group, tahun 1997-1998 saat krisis ekonomi Asia terjadi.

2. Michael Bambang Hartono (US$19.7 miliar)

Michael Bambang Hartono © Djarum
info gambar

Michael Bambang Hartono alias Oei Hwie Siang lahir di Semarang, Jawa Tengah, 2 Oktober 1939 adalah salah seorang pemilik perusahaan rokok kretek Indonesia, Djarum.

Berbeda dengan sang adik, Michael Bambang Hartono berada di posisi ke 89 dunia sebagai orang terkaya di dunia dan berhasil menempati peringkat ke-2 sebagai orang terkaya di Indonesia. Total kekayaan pada tahun 2021 mencapai US$19,7 miliar.

Michael dan adiknya, Robert Budi Hartono, mewarisi Djarum setelah ayah mereka, Oei Wie Gwan, meninggal pada tahun 1963. Oei Wie Gwan meninggal tidak lama setelah pabrik rokok Djarum terbakar habis.

Michael dan Robert bahu membahu mengibarkan bendera Djarum sampai ke luar negeri. Saat ini Djarum mendominasi pasar rokok kretek di Amerika Serikat, jauh melebihi Gudang Garam dan Sampoerna.

Selain industri rokok, saat ini Michael dan Robert merupakan pemegang saham terbesar dari Bank Central Asia (BCA). Mereka berdua melalui Farindo Holding Ltd. menguasai 51 persen saham BCA.

Selain itu, mereka juga memiliki perkebunan sawit seluas 65.000 hektare di Kalimantan Barat sejak tahun 2008, serta sejumlah properti di antaranya pemilik Grand Indonesia dan perusahaan elektronik.

Dengan saudaranya, ia juga memiliki perusahaan elektronik Polytrron dan saham di startup game Razer. Michael Bambang dikenal sebagai atlet Bridge yang menyumbangkan medali perunggu di Asian Games 2018.

3. Prayogo Pangestu (US$6,5 miliar)

Prajogo Pangestu © Antara
info gambar

Dengan total harta sebanyak US$6,5 miliar. Prajogo Pangestu tercatat di Forbes sebagai orang kaya dunia di deretan 404. Sekaligus berhasil menempati peringkat ke-3 sebagai orang terkaya di Indonesia

Prajogo Pangestu lahir dengan nama Phang Djoem Phen di Sambas, Kalimantan Barat, pada tahun 1944. Terlahir dari keluarga miskin mengharuskan Prajogo hanya menamatkan sekolahnya sampai tingkat menengah pertama.

Untuk mengubah nasib, Parajogo merantau ke Jakarta. Namun, dia tidak terlalu beruntung tinggal di ibu kota Indonesia karena tidak kunjung mendapatkan pekerjaan. Oleh karena itu, ia memutuskan kembali ke Kalimantan dan bekerja menjadi sopir angkutan umum.

Saat menjadi pengemudi, pada tahun 60-an, Prajogo mengenal pengusaha kayu asal Malaysia yang bernama Bong Sun On alias Burhan Uray. Pada tahun 1969 dia bergabung dengan Burhan Uray di PT Djajanti Group.

Berkat kerja kerasnya, tujuh tahun kemudian Burhan memberikan jabatan General Manager (GM) Pabrik Plywood Nusantara di Gresik, Jawa Timur kepada Prajogo.

Namun, Prajogo menjadi GM di pabrik Plywood hanya setahun dan keluar untuk memulai bisnis sendiri dengan membeli CV Pacific Lumber Coy, yang ketika itu sedang mengalami kesulitan keuangan. Prajogo membayarnya dengan uang pinjaman Bank BRI dan dia lunasi hanya dalam setahun.

Dalam perjalanannya, Prajogo mengganti nama Pacific Lumber menjadi PT Barito Pacific. Kemudian bisnisnya terus meningkat hingga bekerja sama juga dengan anak-anak Presiden Soeharto dan pengusaha lainnya demi memperlebar bisnisnya.

Prajogo membangun perusahaan publik PT Barito Pacific Tbk (BRPT), sebelumnya Pacific Lumber, pada 1993. Di 2007, ia mengakuisisi perusahaan petrokimia Chandra Asri yang kemudian merger dengan Tri Polyta Indonesia.

Pada era Presiden Soeharto, Prajogo termasuk salah satu konglomerat ternama yang dimiliki Indonesia. Bisnisnnya dengan bendera Barito Group berkembang luas di bidang petrokimia, minyak sawit mentah, properti, perkayuan. Kini Barito Group dipegang generasi anaknya, Agus Salim Pangestu.

4. Chairul Tanjung (US$4,8 miliar)

Chairul Tanjung © Antara
info gambar

Chairul Tandjung, lahir di Jakarta, 16 Juni 1962, Namanya dikenal luas sebagai pengusaha sukses yang memimpin CT Corp.

Total kekayaan pada tahun 2021 mencapai US$4,8 miliar, menempatkannya sebagai orang terkaya ke-4 di Indonesia.

Chairul memulainya bisnisnya ketika ia kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Sempat jatuh bangun, akhirnya ia sukses membangun bisnisnya.

Kini perusahaan konglomerasi miliknya CT Corp, menjadi sebuah perusahaan yang membawahi beberapa anak perusahaan seperti Trans Corp, Bank Mega, dan CT Global Resources.

Saat ini, Chairul Tanjung juga menjadi jajaran direksi beberapa perusahaan, yaitu Pariarti Shindutama, CT Corp, dan Para Rekan Investama.

5. Tahir (US$3,3 miliar)

Dato’ Sri Tahir © Mayapada
info gambar

Dato’ Sri Tahir (Ang Tjoen Ming) lahir di Surabaya, 26 Maret 1952 adalah seorang pengusaha di Indonesia, investor, filantropis, sekaligus pendiri Mayapada Group, sebuah holding company yang memiliki beberapa unit usaha di Indonesia.

Kini Tahir tercatat sebagai orang terkaya ke-5 di Indonesia. Harta kekayaannya saat ini mencapai US$3,3 miliar.

Unit usahanya meliputi perbankan, industri garment, media cetak dan TV berbayar, properti, rumah sakit dan rantai toko bebas pajak/duty free shopping (DFS).

Diawali dari Mayapada Group yang didirikannya pada tahun 1986, bisnisnya merambat dari dealer mobil, garmen, perbankan, sampai di bidang kesehatan.

Tahun 1990 Bank Mayapada lahir menjadi salah satu bisnis andalannya. Ketika itu, bisnis garmen Mayapada tidak lagi tumbuh, justru bisnis banknya maju pesat.

Setelah mendapatkan kesuksesan di bisnis garmen dan perbankan yang dia geluti akhirnya dia mulai melirik ke sektor rumah sakit yang dilanjutkan dengan toko bebas bea serta perusahaan media.

Setelah mendapatkan kesuksesan dari bisnis-bisnis itu, dia mulai lagi menunjukkan kekuatan bisnisnya dengan menciptakan perusahan properti sebanyak sebelas perusahaan yang bertempat di Bali, Indonesia dan Singapura.

Baca juga :

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini