Mengenal Cisumdawu, Tol Pertama di Indonesia yang Memiliki Terowongan

Mengenal Cisumdawu, Tol Pertama di Indonesia yang Memiliki Terowongan
info gambar utama

Sebagai orang yang lama tinggal di Majalengka dan sekarang menetap di Bandung, saya merasa tidak sabar dengan beroperasinya jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan atau yang biasa dikenal Cisumdawu.

Jalan bebas hambatan ini dibangun ketika saya duduk di bangku SMP, sekitar tahun 2011. Pembangunan itu dimulai beriringan dengan pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di sebuah kecamatan (Kertajati), di ujung utara Kabupaten Majalengka.

"Suatu saat, waktu tempuh ke Bandung bisa lebih cepat, 1 jam juga nyampe. Kita engga akan macet-macetan lagi di Sumedang," begitulah ucapan bapak saya tak lama setelah pembangunan dimulai.

Sembilan tahun berlalu, jalan tol yang dinanti pun tak kunjung beroperasi. Pembebasan lahan disebut sebagai hambatan utama molornya pembangunan Cisumdawu.

Namun, baru-baru ini seperti yang dikutip dari situs Kementerian PUPR RI, jalan tol Cisumdawu ditargetkan bisa beroperasi akhir tahun 2021. Jalan tol sepanjang 60,10 km ini sebentar lagi bakal rampung.

Beroperasinya jalan tol Cisumdawu merupakan hal yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Jawa Barat, khusunya warga Bandung dan Majalengka. Setelah Jalan Tol ini rampung, maka akses menuju BIJB bisa lebih cepat. Waktu tempuh bisa terpangkas dari 3 jam menjadi hanya 1 jam saja.

Baca juga:Tahun Depan, Masuk Jalan Gerbang Tol Tak Harus Behenti atau Pelan-pelan

Merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN)

Cisumdawu merupakan 1 dari 223 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang digadang-gandang mampu menumbuhkan kegiatan ekonomi di wilayah Jawa Barat.

Tol Cisumdawu yang terdiri atas enam seksi ini memiliki beberapa sumber pendanaan, yakni dari pinjaman pemerintah Tiongkok sebagai bagian dari viability gap fund (VGF) dan investasi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Citra Karya Jabar Tol.

Dana APBN dan pinjaman dari pemerintah Tiongkok akan digunakan untuk membangun seksi I dan II dengan nilai total Rp6,6 triliun. Seksi III hingga seksi VI akan dibiayai pemerintah melalui BUJT dengan investasi Rp8,1 triliun. Jika ditotalkan, nilai investasinya mencapai Rp14,7 triliun.

Berikut rincian seksi Jalan Tol Cisumdawu:

  • Seksi I Cileunyi-Rancakalong sepanjang 11,45 km,
  • Seksi II Rancakalong-Sumedang sepanjang 23,4 km,
  • Seksi III Sumedang-Cimalaka 4,5 km,
  • Seksi IV Cimalaka-Legok 8,2 km,
  • Seksi V Legok-Ujung Jaya sepanjang 14,9 km, dan
  • Seksi VI Ujung Jaya sepanjang 4,23 km.

Miliki terowongan kembar

Proses pembangunan terowongan kembar Tol Cisumdawu © Koran Tempo
info gambar

Melansir situs resmi Kementerian PUPR RI, Cisumdawu disebut-sebut sebagai jalan bebas hambatan pertama di Indonesia yang memiliki terwongan. Terowongan kembar di Cisumdawu memiliki panjang 472 meter dengan lebar 14 meter.

Pembuatan terowongan yang menembus bukit menggunakan teknologi New Austrian Tunneling Methods (NATM), yaitu memberi penguatan kepada tanah sebelum menggali, setelah itu dilakukan evaluasi dan monitoring dari perkuatan yang diberikan.

Kemudian dilakukan penggalian dengan menggunakan first lining dan second lining. Metode penggalian yang digunakan dalam konstruksi terowongan Tol Cisumdawu adalah metode penggalian three-bench seven-step yang dapat menstabilkan pemuka terowongan tanpa memerlukan tambahan penyangga.

Terowongan ditutup dengan lapisan beton yang disemprotkan (shotcrete) agar meningkatkan kohesi internal massa batuan, memperkuat galian pendukung, dan bertindak sebagai lapisan sementara maupun lapisan akhir. Pembangunan terowongan menelan dana Rp890 miliar dalam waktu 1,5 tahun.

Sumber Referensi: Kementerian PUPR RI | Katadata.id

Baca juga:

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Iip M. Aditiya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Iip M. Aditiya.

IA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini