Sepenggal Kisah Hidup Syekh Ihsan bin Dahlan, Ulama Asal Kediri

Sepenggal Kisah Hidup Syekh Ihsan bin Dahlan, Ulama Asal Kediri
info gambar utama

#WritingChallengeGNFI #CeritaDariKawanGNFI

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki sejarah panjang. Tercatat dalam berbagai buku sejarah dan penuturan para sejarawan apabila sebelum Islam datang, dulunya masyarakat Indonesia (Nusantara) menganut kepercayaan animisme dan dinamisme.

Namun, setelah beberapa abad kemudian, ajaran Hindu-Budha datang dan menyebar ke berbagai tempat di Indonesia khususnya ke pulau Jawa. Maka, tak heran jika pada zaman dahulu banyak juga kerajaan bercorak Hindu-Budha berdiri di negara kita, dan salah satunya adalah Kerajaan Majapahit.

Lambat laun, pengaruh Hindu-Budha menurun, hingga tobalah pada sekitar abad ke-13 Masehi Islam semakin menancapkan pengaruhnya di wilayah Jawa. Hal ini terlihat setelah kemunculan Wali Songo dan dibarengi dengan mulai berdirinya kerajaan Islam di Jawa, seperti Demak.

Bukan hal yang asing lagi jika Wali Songo dikenal sebagai ulama yang berperan besar dalam mensyiarkan Islam di Jawa. Hingga sampai detik ini, makam mereka tidak pernah sepi untuk diziarahi pengunjung dari berbagai daerah bahkan luar negeri. Akan tetapi, siapa yang tahu jika ada banyak ulama yang berasal dari Jawa?

Tentu saja ini fakta dan bukanlah ujaran belaka. Di Kediri misalnya, kota yang terkenal dengan pabrik rokoknya ini juga memiliki ulama yang terkenal sekitar awal abad ke-20, yakni Syekh Ihsan bin Dahlan.

Syekh Ihsan | Foto: Bincang Syariah
info gambar

Mungkin banyak dari Kawan yang akan bertanya, siapa itu Syekh Ihsan bin Dahlan? Apa karomah Syekh Ikhsan bin Dahlan ? Atau malah belum pernah mendengar namanya?

Syekh Ihsan bin Dahlan bernama lengkap Syekh Ihsan bin Dahlan al-Jampesi Kediri merupakan ulama kelahiran tahun 1901 Masehi. Gelar pada namanya sesuai dengan asalnya, yakni Kediri. Orang tua Syekh Ihsan juga merupakan seorang ulama dan petinggi pondok, nama ayahnya KH. Dahlan dan nama ibunya Artimah. Syekh Ihsan sendiri adalah anak kedua dari total 14 bersaudara.

Kehidupan Masa Lalu Syekh Ihsan bin Dahlan

Tak ada gading yang tak retak, itulah pepatah yang tepat untuk menggambarkan hidup dari Syekh Ihsan bin Dahlan. Meskipun berasal dari keluarga terpandang, tidak lantas membuat hidupnya berjalan mulus dan selalu dipenuhi sukacita.

Kedua orang tua Syekh Ihsan bin Dahlan bercerai sedari ia kecil. Hal ini menjadikannya tinggal bersama neneknya yang bernama Istianah. Perlu diketahui jika neneknya masih memiliki keturunan dari Panembahan Senopati. Darah ini mengalir dari kakek buyut Syekh Ikhsan bin Dahlan.

Di lain fakta, Bakri adalah nama julukan Syekh Ihsan bin Dahlan. Ketika muda, ia memiliki sifat mbeling, yakni gemar berjudi bersama teman-temannya sebelum tobat. Meskipun nakal, sedari muda kecerdasannya juga telah terlihat. Buktinya, bisa dilihat jika sudah banyak pondok yang ia singgahi sebagai tempat belajar, seperti di Madura, Jawa Tengah. Hal ini juga diakui oleh para pengajarnya.

Selain dikenal tumbuh di lingkungan yang religius, ia juga memiliki banyak karya karangan kitab, dan salah satunya yang sangat terkenal, yakni kitab yang berjudul Siraj at-Thalibin, yang membuat bangga bukan hanya di Indonesia. Kitab ini juga dipelajari di berbagai negara, baik itu negara Islam maupun bukan.

Bahkan, kitab ini juga menjadi salah satu kurikulum pembelajaran wajib di Universitas al-Azhar Mesir bagi mahasiswa S2 yang menempuh studi di sana. Sungguh hal ini memang menjadi kebanggan tersendiri bagi para ulama. Maka dari itu, pantas saja jika ulama lain sekelas KH. Hasyim Asyari dan Presiden ke-4 Indonesia, Abdurrahman Wahid juga memuji kitab Siraj at-Thalibin ini.

Selain fakta jika ia ulama yang cerdas, sikap sabar dan alimnya juga terlihat dalam setiap tindakanya. Hal ini terlihat dari perbuatan yang dilakukannya terhadap orang yang membencinya. Pernah suatu ketika seorang Kiai asal Jombang menunjukkan ketidaksukaanya pada Syekh Ihsan bin Dahlan. Meskipun lokasi tempat tinggalnya dekat dengan Pondok Jampes, tidak pernah sekalipun Kiai asal Jombang ini datang menginjakkan kakinya di pondok Jampes.

Bahkan, seperti untuk melaksanakan ibadah shalat Jumat sekalipun. Hingga suatu ketika terjadi musibah besar menimpai Kiai asal Jombang ini, ia ditangkap oleh pihak kolonial Belanda yang ada di Kediri. Mimpi buruk pun datang, tidak ada seorangpun yang mampu untuk membebaskan Kiai asal Jombang ini.

Datanglah Syekh Ihsan untuk membantu melepaskan Kiai tersebut. Ia menyatakan apabila tidak bisa menjamin markas Belanda tetap aman dari serbuan massa, kecuali jika mereka mau untuk segera melepaskan tahanannya. Dan pada akhirnya, Belanda mau menyerahkan Kiai asal Jombang ini kepada Syekh Ihsan bin Dahlan yang selanjutnya ia serahkan kepada keluarganya.

Jika melihat fakta dan jasa yang telah dilakukan dan dibuat oleh Syekh Ihsan maka tak berlebihan apabila kita menyebut Syekh Ihsan bin Dahlan ini sebagai ulama yang besar,. Sebagai masyarakat, bukti kebanggaan dan rasa terima kasih kita ini bisa dilakukan dengan banyak hal. Yang paling utama yakni dengan menziarahi makam dan mendoakannya.

Posisi makam dari Syekh Ihsan sendiri ada di Desa Putih Kabupaten Kediri. Lokasinya kurang lebih hanya berjarak ratusan kilometer dari lokasi Pondok Jampes di Kediri. Yaang uniknya lagi, di samping komplek makam Syekh Ihsan bin Dahlan ini berjajar dengan anggota keluarganya yang lain, seperti ayah dan kakeknya dan di bagian samping pintu masuk makam berdiri musala.

Berbeda dari bangunan lainnya yang didanai oleh pemerintah atau sponsor, total penuh pembiayaan musala ini berasal dari infaq para peziarah. Dengan begitu, besar kemungkinan barokahnya pasti terus berdatangan bagi para orang yang pernah bersodaqah di sana.

Itulah sepenggal fakta akan Syekh Ihsan dan makam Syekh Ihsan, ulasan di atas sepertinya sudah cukup untuk meyakinkan kita jika makam Syekh Ihsan cocok untuk diziarahi dan dijadikan referensi wisata religi jika berkunjung ke Kediri.*

Referensi: Buku Syekh Ikhsan bin Dahlan oleh KH. Busrol Karim A. M | Tulisan Ilmiah Sejarah dan Deskripsi Sastra Kitab Siraj at-Thalibin Karya Syekh Ikhsan bin Dahlan oleh Siti Asmaul Husna

Baca Juga:

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

SH
KO
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini