Telusuri Hutan Perawan Kalimantan, Tim Serigala Rider Bawa Pesan untuk Pemerintah

Telusuri Hutan Perawan Kalimantan, Tim Serigala Rider Bawa Pesan untuk Pemerintah
info gambar utama

Krayan merupakan nama wilayah yang berada di wilayah Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Wilayah Krayan dikelilingi oleh hutan khas Kalimantan yang masih lebat nan hijau, dan tentunya masih perawan.

Tempat tinggal suku Dayak Lundayeh ini berbatasan langsung dengan Malaysia tepatnya di Desa Long Midang. Krayan memang tempat tinggal bagi Suku Dayak Lundayah, suku asli yang masih mempertahankan adat istiadat dalam kehidupan sehari-hari.

Adapun kehidupan warga pada umumnya bergantung kepada bertani. Walau berada di pedalaman Kalimantan dan perbatasan, wilayah ini banyak menyimpan keindahan alamnya sangat kaya dan indah.

Hal inilah yang membuat tim pemotor Serigala Rider penasaran menempuh perjalanan ke daerah terisolir di pedalaman hutan Kalimantan Utara tersebut. Perjalanan penuh risiko bertajuk ''Krayan Kalamanthana'' itu dijajal tim Serigala Rider selama kurang lebih 11 hari itu (perjalanan secara keseluruhan, 13-23 Februari 2021) untuk mengetahui keberadaan jalan darat ke Krayan dari Malinau yang dikatakan telah tembus dan bisa dilalui kendaraan bermotor.

"Kata Pemerintah melalui media, Krayan sudah memiliki jalan darat. Itu yang kami baca. Bahkan katanya, jalan itu sudah bisa dilalui kendaraan bermotor sejak akhir 2020,” ucap Ibnu Jamil--presenter dan publik figur--yang merupakan penggagas petualangan tersebut bersama para anggota tim Serigala Rider, yakni:

  • Wisnu 'Gareng' Guntoro Adi (sutradara, kameraman, editor),
  • Benny 'Achonk' Saputra (asisten kameraman),
  • Irlangga 'Igor' D Putra (fotografer), dan
  • Andy 'Jerry' Yusuf (mekanik/runner).

Saat menempuh perjalanan, Ibnu masih melihat jalur di dalam hutan pegunungan menuju Krayan belum sepenuhnya bisa disebut sebagai jalan yang dapat dilalui kendaraan bermotor. Pendek kata, masih berupa jalur tanah atau off-road.

Beberapa titik sangat ekstrem dan mustahil dilalui kendaraan, terlebih roda empat. Selama ini untuk menuju Krayan masyarakat hanya melalui jalur udara, tak bedanya seperti kebanyakan daerah di Papua.

Meski demikian, program Nawacita yang diusung Presiden Joko Widodo pada periode pertama yakni membangun dari pinggiran, terlihat di sebagian wilayah Krayan sudah mulai bergerak ke arah perubahan. Salah satunya adalah pengerjaan akses jalan yang dapat ditembus melalui Kabupaten Malinau.

Kelompok pemotor pertama yang menembus jalur darat

Tim Serigala Rider di Hutan Malinau-Krayan

Tim Serigala Rider bisa dikatakan satu-satunya kelompok pemotor dari Pulau Jawa, bahkan jadi yang pertama melewati jalur hutan menuju Krayan dengan sepeda motor. Ibnu dan tim mengaku setiap orang yang ingin menembus Krayan melalui jalur darat perlu mengerahkan kemampuan berkendara, tenaga, keberanian, dan tentunya mental kuat.

''Skill dan tenaga saja tidak cukup untuk melalui jalur darat Manilau-Krayan. Terlebih bagi orang luar seperti kami. Bayangkan, untuk jarak sekitar 200 kilometer kami membutuhkan waktu 6 hari 5 malam. Tanpa ada mekanik di dalam tim, mustahil kami mampu menembusnya,'' bebernya.

Ia juga menambahkan, orang-orang Krayan dan warga Desa Semamu yang ditemuinya, menyebut Ibnu dan tim adalah orang pertama dari luar Krayan dan Malinau yang mampu menembus jalan darat tersebut dengan kendaraan. Pasalnya orang-orang Malinau masih melihat jalur darat sebagai 'jalur mematikan'.

''Baru segelintir orang yang merasakan perihnya jalur darat Malinau ke Krayan atau sebaliknya. Jangankan orang dari luar Kalimantan, orang-orang dari Kabupaten Malinau dan Nunukan saja tidak banyak yang tahu tentang adanya jalan darat di sana,'' tambahnya.

Secara umum, Ibnu dan tim Serigala Rider telah mempersiapkan segala kebutuhan perjalanan dengan sangat matang. Seperti masing-masing membawa jeriken bensin untuk 10 liter untuk bahan bakar cadangan. Artinya, total rombongan membawa 50 liter bensin agar lanjut bisa menembus Krayan. Wajar saja, siapa pula yang menjual bensi di tengah belantara, bukan?

''Di hutan mana ada yang jual BBM, kita antisipasi, masing-masing orang bawa bensin cadangan 10 liter. Bayangin aja untuk jarak 10 kilometer aja itu kita seharian melaluinya. Untuk 200 meter kita butuh waktu 2 jam, bayangin aja betapa maha beratnya medan yang kita lalui," ceritanya.

Pesan Ketua Adat Dayak kepada pemerintah

Ibnu Jamil dan Warga Krayan
info gambar

Setelah melalui perjalanan yang melelahkan, Ibnu dan tim Serigala Rider mampu menembus lokasi Binuang yang menjadi desa pertama di wilayah Krayan Tengah, setelah tim nyaris kehabisan logistik. Bahkan 2 hari setelah itu Ibnu dan tim mengunjungi perbatasan Indonesia-Malaysia di Long Midang.

Untuk diketahui, jalan aspal di Long Midang adalah tempat Presiden Joko Widodo pernah berkunjung sambil menunggang sepeda motor pada 19 Desember 2019. Kedatangan Ibnu sontak membuat geger warga di 5 kecamatan di wilayah Krayan yang akan berubah menjadi kabupaten ini.

''Kalau tidak ada bapak-bapak yang ke sini, kami tidak tahu seperti apa jalan yang sudah dibuatkan pemerintah untuk kami. Tolong ceritakan apa yang telah bapak-bapak lihat di sepanjang perjalanan,'' kata M. Rining Liang, Ketua Adat Besar Krayan Darat (Induk).

Selain kondisi jalan, Pejabat pemerintah daerah Krayan dan warga juga menceritakan kondisi mereka selama pandemi Covid-19. Mereka harus menjalani kehidupan yang cukup berat karena mahalnya Harga barang dan kebutuhan pokok.

Kondisi ini terjadi karena pasokan barang dari Malaysia menipis karena pintu perbatasan di Long Midang ditutup. Karena kondisi tersebut harga-harga barang menjadi sangat mahal. Pasalnya, kini semua kebutuhan harus diterbangkan dengan ongkos mahal dari Indonesia.

Semua kisah tentang perjalanan dan kondisi Krayan tersebut, diceritakan Ibnu dalam serial dokumenter di dua kanal Youtube, yakni Jamilo TV dan Kopiko78 Official. Video bertajuk ''Krayan Kalamanthana'' ini dibuat oleh Wisnu 'Gareng' Guntoro Adi, seorang jurnalis senior sekaligus petualang yang menjadi pimpinan tim di program Jamilo’s Journey.

Yuk, simak kisah perjalanan mereka.

Baca juga:

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

RK
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini