Jago App, Aplikasi Keuangan Digital Berbasis Life Centric

Jago App, Aplikasi Keuangan Digital Berbasis Life Centric
info gambar utama

PT Bank Jago Tbk pada 15 April 2021 lalu, meluncurkan aplikasi pengelolaan keuangan menjadi lebih sederhana, kolaboratif, dan inovatif. Dengan desain aplikasi yang berorientasi pada kehidupan, termasuk fitur-fitur kolaboratif yang sangat unik dalam layanan keuangan.

Hal ini membuat nasabah bisa fokus menikmati hidup sepenuhnya bersama keluarga dan teman-teman. Peluncuran aplikasi menjadi tonggak penting agar meningkatkan kesempatan tumbuh jutaan (nasabah) melalui solusi keuangan digital yang berfokus pada kehidupan.

“Life-centricity adalah kata kuncinya,” kata Direktur Utama Bank Jago Kharim Gupta Siregar, menukil Kontan, Kamis (22/4).

Nantinya aplikasi bank digital milik konglomerat Jerry Ng ini mengedepankan fitur kantong (pockets) dan kolaborasi dengan ekosistem digital sebagai keunggulan dalam Aplikasi Jago tersebut.

"Kami banyak mendengar konsumen menginginkan hal-hal sederhana dalam mengalokasikan uang untuk tujuan yang berbeda," kata Kharim.

Hal ini yang tercermin dalam fitur baru aplikasi Jago, perseroan memandang pihaknya mendengar konsumen menginginkan hal-hal sederhana dalam mengalokasikan uang untuk tujuan berbeda.

Misalnya belanja, transportasi, biaya pendidikan anak, hiburan dan tabungan jangka panjang. Teknologi Bank Jago juga memfasilitasi integrasi dengan sejumlah mitra digital ekosistem menggunakan Application Programming Interface (API).

“Ini adalah bentuk digital dari sistem amplop yang sudah digunakan masyarakat selama bertahun-tahun,” ujar Peter van Nieuwenhuizen, Direktur Digital Banking Bank Jago.

Keunggulan dari Jago Apps

Jago App dirancang dengan berbagai keunggulan yang berbeda dengan aplikasi sejenis. Hal ini yang disampaikan oleh Direktur Utama Bank Jago Kharim Siregar.

Menurutnya ada empat poin yang disebut menjadi keunggulan dari aplikasi ini. Faktor pembeda yang merupakan added value Jago di market dan menjadi keunggulan kompetitif (competitive advantage).

Pertama, Jago App dirancang sebagai aplikasi yang bersifat personalized. Intinya, konsumen bisa mengotak atik tampilan, atau menggunakan fitur aplikasi, sesuai dengan karakter dan kebutuhannya sendiri.

Seperti saat menggunakan produk Apple (Iphone, Ipad), pengguna bisa menyesuaikan interface sesuka hati. Bisa dibilang ini terobosan baru dan unik.

Selama ini konsumen menerima begitu saja tampilan aplikasi dan fitur-fitur yang disodorkan bank. Nasabah seperti tidak diberi ruang berkreasi atau sekadar pilihan, untuk menikmati aplikasi sesuai keinginannya sendiri.

Aplikasi Jago menawarkan perbedaan dengan mengajak nasabah untuk ikut berkreasi. Kharim mengatakan perseroan selalu percaya bahwa konsumen itu unik dan memiliki kebutuhan dan karakter yang berbeda-beda.

"Itu sebabnya, kami merancang aplikasi Jago sebagai aplikasi personal yang bisa disesuaikan dengan karakter pengguna, mulai dari tampilannya interface [antar muka] hingga pilihan fitur. Kami ingin membawa menghadirkan pengalaman baru bagi konsumen dalam menikmati solusi keuangan digital kami dengan selalu memegang teguh prinsip customer centric,” beber Kharim lagi dalam Bisnis.com.

Kedua, Jago App dirancang sebagai aplikasi yang memampukan para penggunanya agar bisa memamfaatkan fitur untuk tujuan tertentu. Ini juga unik dan baru.

Menurutnya, selama ini bank hanya mau berurusan dengan nasabah dalam konteks individual. Belum ada bank yang mau memafisilitasi dua orang nasabah individu atau lebih untuk memiliki semacam rekening bersama untuk tujuan tertentu.

Jago App juga mempunyai fitur shared pocket atau kantong bersama. Sehingga pengguna bisa menggunakannya saat ingin berliburan atau kegiatan lainnya.

Ketiga, Jago App dirancang sebagai aplikasi yang tertanam dalam ekosistem digital. Tertanam dalam ekosistem ini maksudnya aplikasi Jago dapat terintegrasi dengan berbagai aplikasi milik platform digital lain yang berkolaborasi, baik digital ecosystem e-commerce, ride hiling, dan sebagainya.

Saat ini Bank Jago telah menjalin kemitraan strategis dengan Gojek, aplikasi layanan on-demand terdepan di ekosistem digital Indonesia, yang diumumkan Desember tahun lalu.

Keempat, adopsi teknologi terkini. Menurutnya semua inovasi yang dihadirkan dalam Aplikasi Jago dapat terwujud berkat penggunaan teknologi mutakhir. Terutama kemampuan aplikasi Jago tertanam dan terintegrasi dalam ekosistem.

Diakusisi Gojek, dan dapat investasi dari Singapura

Pada Kamis (25/3), manajemen Bank Jago menyampaikan adanya perubahan pemegang saham perseroan per 24 Maret 2021. Hal ini setelah masuknya GIC (Government of Singapore Investment Corporation Private Limited), lembaga dana investasi miliki pemerintah Singapura.

Sebelumnya, Kharim pernah menjelaskan bahwa sekitar 97 persen dari dana perolehan rights issue digunakan untuk ekspansi bisnis.

Hal ini meliputi partnership lending, integrasi apps, pengembangan apps, kolaborasi dengan digital ecosystem, dan pendirian unit usaha syariah. Sementara sisanya sekitar 2 persen digunakan untuk pengembangan teknologi informasi (TI) dan 1 persen lainnya untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Sebelumnya juga PT Aplikasi Karya Anak Bangsa alias Gojek resmi menjadi pemegang saham Bank Jago. Hal ini bahkan membuat perseroan melakukan perubahan nama dari PT Bank Artos Indonesia Tbk menjadi PT Bank Jago Tbk.

Ke depan, perseroan itu akan dikembangkan menjadi bank berbasis teknologi untuk melayani kebutuhan nasabah di segmen pasar Usaha Kecil dan Menengah, Ritel dan Mass Market, melalui produk dan layanan perbankan dalam ekosistem dengan mengoptimalkan teknologi.

Andre Soelistyo, Co-CEO Gojek, mengatakan investasi di Bank Jago merupakan bagian dari strategi bisnis jangka panjang yang akan memperkuat pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis Gojek ke depannya.

Kemitraan dengan Bank Jago adalah sebuah pencapaian baru bagi Gojek dalam menyediakan berbagai solusi dari masalah sehari-hari melalui teknologi.

"Bank berbasis teknologi seperti Bank Jago akan memperkuat ekosistem Gojek sekaligus akan membuka akses yang lebih luas kepada layanan perbankan digital bagi masyarakat Indonesia. Hal ini sejalan dengan visi kedua perusahaan untuk mendorong percepatan inklusi keuangan di Indonesia," ujarnya pada Tempo.

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

RK
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini