Ekspor Toyota Q1 2021, Lanjutkan Tren Pemulihan Industri Otomotif Nasional

Ekspor Toyota Q1 2021, Lanjutkan Tren Pemulihan Industri Otomotif Nasional
info gambar utama

Industri otomotif adalah salah satu sektor industri yang terdampak cukup telak di masa pandemi Covid-19. Tak hanya soal penjualan domestik yang terjelembab, namun juga kinerja ekspor para manufaktur mobil di Indonesia.

Di tahun ke-2 pandemi ini, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) terus berupaya menggenjot kinerja ekspor mobil utuh atau Completely Built-Up (CBU) dari Indonesia. Perlahan tapi pasti, kondisi ekspor Toyota Indonesia terus bergerak ke arah pemulihan secara khusus, dan umum untuk industri otomotif Nasional.

Sepanjang kuartal I (Q1) 2021, tercatat ekspor mobil CBU merek Toyota mencapai 49.200 unit. Angka itu menunjukkan peningkatan sebesar 2 persen ketimbang kuartal IV (Q4) 2020 yang saat itu mencapai 48.000 unit. Hasil ini sekaligus semakin mendekati kinerja ekspor Toyota Indonesia sebelum pandemi Covid-19, yakni 50.000 unit pada kuartal I (Q1) tahun lalu.

Dominasi ekspor mobil

Data gabungan industri manufaktur mobil Indonesia (Gaikindo) mencatat, ekspor kendaraan CBU Toyota pada Q1 2021 berkontribusi hingga 62 persen terhadap total ekspor otomotif Nasional. Kinerja ini memberikan sinyal positif bagi pelaku industri otomotif dalam hal pemulihan kinerja di Tanah Air.

''Apa yang dicapai TMMIN dan pelaku industri otomotif lainnya tentu tidak terlepas dari dampak positif sejumlah kebijakan pemerintah selama masa pandemi berupa mengucurkan subsidi dan stimulus untuk sektor industri terutama usaha kecil dan menengah di masa survival, dan diikuti dengan pemberian stimulus untuk meningkatkan daya beli dan mendorong pertumbuhan ekonomi di masa recovery yang telah dimulai,'' demikian kata Bob Azam, Direktur Corporate Affairs TMMIN, dalam keterangan resmi perusahaan, Selasa (27/4/2021).

Bob menambahkan, bahwa TMMIN melihat kondisi ekspor industri otomotif Indonesia tahun ini sudah mulai berangsur-angsur pulih, dengan setidaknya mencapai 80 persen dari pencapaian ekspor pada periode sebelum pandemi Covid-19.

''...Toyota Indonesia akan terus berupaya untuk meningkatkan kinerja ekspor dengan menyediakan kendaraan berkualitas global yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing pasar, sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong ekspor,” tambahnya.

Model yang mendominasi ekspor

toyota rush
info gambar

Kontribusi ekspor Toyota Indonesia diperoleh dari beberapa model dari berbagai segmen, yakni Sport Utility Vehicle (SUV), Multi-Purpose Vehicle (MPV), dan Sedan.

Jika diurai, kinerja ekspor kendaran utuh (CBU) merek Toyota pada kuartal I, adalah:

  • Rush 11.600 unit,
  • Vios 8.800 unit, dan
  • Fortuner 7.300 unit.

Kemudian, ada Kijang Innova, Avanza, Agya, Yaris, Sienta, dan Town Ace/Lite Ace, yang masing-masing memberikan kontribusi sebanyak kurang lebih 21.500 unit.

Selain ekspor mobil secara CBU, Toyota Indonesia juga mengirimkan kendaraan terurai atau Complete Knock Down (CKD) hingga 16.750 unit. Lain itu, ada juga ekspor mesin bensin dan etanol dengan tipe TR dan NR dengan total 32.000 unit dan komponen hingga 25 juta unit.

Peran penting Indonesia

Keinginan Toyota Indonesia untuk terus tumbuh dan berkembang telah mengisi perjalanan Toyota Indonesia selama 50 tahun hingga saat ini. Perusahaan berharap dan ingin terus berkontribusi bagi masyarakat dan negara tercinta ini melalui perkembangan industri hulu ke hilir, rantai pemasok lokal, hingga Small Medium Enterprise (SME).

Tentunya, kesemuanya itu ditopang oleh pengembangan SDM yang mumpuni dan sejalan dengan filosofi Toyota Indpnesia, ''Make People Before Make Product''.

Dalam pernyataan resmi perusahaan, Toyota Indonesia menyebut bahwa pihaknya akan selalu berkomitmen untuk mendukung pengembangan industri otomotif Indonesia yang berdampak positif bagi ekonomi Indonesia melalui kegiatan ekspor.

''Diawali sebagai pengimpor, hingga kini kami sudah menjadi basis produksi dan ekspor,'' tulis siaran resmi perusahaan.

Sebagai salah satu bukti konkret, adalah lebih dari 80 negara di dunia merupakan konsumen dari mobil-mobil Toyota buatan Indonesia.

''Kami ingin terus meningkatkan peran penting Toyota Indonesia sebagai salah satu basis produksi dan ekspor bagi Toyota di pasar global. Terlebih dengan rencana Toyota Indonesia untuk memproduksi kendaraan Hybrid EV pada tahun 2022 untuk pasar domestik dan ekspor. Hal ini sejalan dengan semangat perayaan ulang tahun Toyota Indonesia yang ke-50, untuk terus berkontribusi bagi tanah air tercinta,'' pungkas Bob.

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini