58 Persen Konsumen Memilih eCommerce untuk Kebutuhan Ramadan dan Lebaran

58 Persen Konsumen Memilih eCommerce untuk Kebutuhan Ramadan dan Lebaran
info gambar utama

Ramadan telah memasuki pertengahan bulan, dan hampir semua masyarakat mulai memikirkan kebutuhan jelang Hari Raya Idulfitri, selain tentunya juga mempersiapkan kebutuhan harian selama bukan puasa, seperti untuk makanan sahur dan berbuka puasa.

Menurut riset yang dilakukan ShopeePay bersama Jakpat Mobile Survey pada tahun ini, ditemukan fakta dan berbagai preferensi serta prioritas kebutuhan masyarakat Indonesia, khususnya di kota-kota besar untuk bulan Ramadan dan Lebaran tahun ini.

Dari laporan tersebut, uang digital terpilih sebagai metode pembayaran yang paling disukai, yakni sekitar 80 persen untuk berbelanja kebutuhan Ramadan dan Lebaran. Lain itu, potongan harga/diskon menjadi fitur yang paling disukai dengan catatan 87 persen, selain tentunya program cashback (67 persen), yang merupakan promo yang paling dinantikan.

Hasil riset tersebut kemudian mendasari hadirnya berbagai kampanye belanja online di bulan Ramadan, semisal ShopeePay Big Ramadan Deals serta ragam penawaran menarik yang dihadirkan.

ShopeePay sendiri merupakan layanan pembayaran digital yang berkomitmen mendorong akses digitalisasi finansial bagi pelaku bisnis dan konsumen di seluruh Indonesia. Jenama ini kemudian meluncurkan program yang berlangsung sejak tanggal 26 April 2021 hingga 11 Mei 2021.

Salah satu program yang lumayan menarik itu adalah kehadiran promo ShopeePay Deals Rp1, Alfamart Murmer diskon hingga 70 persen, dan kirim THR gratis ribuan emas.

Cindy Candiawan, Head of Campaigns and Growth Marketing ShopeePay, mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah berhenti untuk mempelajari apa yang dibutuhkan pengguna agar bisa memberikan pengalaman transaksi terbaik dengan penawaran menarik.

''Kami harap kampanye ShopeePay Big Ramadan Deals yang terintegrasi secara online dan offline dapat memfasilitasi konsumen untuk berbelanja kebutuhan Ramadan dan Lebaran serta menikmati momen Lebaran walaupun tanpa mudik,'' jelasnya dalam konferensi pers online, Senin (26/4/2021).

Selain itu, sambungnya, disebutkan pula bahwa kampanye ini juga merupakan dukungan berkelanjutan kami dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional dengan memungkinkan para pelaku bisnis meningkatkan visibilitas dan memenuhi kebutuhan konsumennya.

preskon shopeepay

Kebutuhan Ramadan dan Lebaran cenderung mendominasi

Riset ShopeePay bersama Jakpat juga menemukan fakta bahwa, meskipun belanja online menjadi favorit untuk berburu kebutuhan Ramadan dan Lebaran--sebesar 58 persen, sejatinya belanja offline tetap diminati oleh masyarakat yang mencatatkan persentase sebesar 42 persen.

Beberapa kebutuhan yang paling diprioritaskan masyarakat untuk Ramadan, ternyata hasilnya tak jauh berbeda untuk kebutuhan Lebaran. Di antaranya:

  • Makanan dan minuman (94 persen),
  • Kebutuhan masak dan rumah tangga (78 persen),
  • Produk/layanan penunjang kesehatan (58 persen),
  • Pakaian (45 persen),
  • Perawatan diri dan kulit (31 persen), serta
  • Kebutuhan hiburan, seperti gaming & online streaming (21 persen).

Donasi dan kirim THR melalui dompet digital

Selain kebutuhan untuk berbelanja, bulan Ramadan identik untuk berbagi berkah dan kebahagiaan. Dalam riset yang dilakukan tersebut, mayoritas responden mengatakan bahwa bersedekah merupakan prioritas di Bulan Suci ini, yakni mencatatkan angka 97 persen.

Sementara lebih dari 60 persen responden memilih untuk bersedekah secara online melalui berbagai lembaga terpercaya. Tak hanya itu, mayoritas responden itu (94 persen) tertarik untuk menggunakan uang digital sebagai alat untuk menyalurkan donasi atau sedekah mereka.

Atas dasar basis riset itulah kemudian Shopee dan ShopeePay menggandeng Rumah Zakat sebagai mitra lembaga donasi dan zakat terpercaya, untuk mengadakan program donasi ''UMKM Berdaya di Masa Pandemi''. Program ini sejatinya mengajak masyarakat mendukung UMKM Indonesia untuk mempertahankan dan mengembangkan bisnisnya di tengah pandemi melalui pendampingan, pendanaan, dan edukasi.

Antusiasme masyarakat dalam penggunaan uang digital semakin terlihat dari hasil riset yang menunjukkan uang digital terpilih sebagai metode pembagian THR untuk sanak saudara yang paling mudah, aman, dan nyaman, khususnya di saat pandemi yang angkanya mencapai 80 persen.

Dalam kesempatan yang sama, Head of Research Jakpat, Aska Primardi, mengatakan bahwa momen Lebaran bisa menjadi peluang untuk mempercepat digitalisasi keuangan.

''Riset yang kami lakukan bersama dengan ShopeePay menunjukkan bagaimana pembayaran digital telah menjadi bagian penting dari gaya hidup masyarakat Indonesia. Dari kebutuhan belanja sehari-hari, hingga kebutuhan yang lebih spesifik seperti donasi dan bahkan pembagian THR."

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini