Mengalami Writer's Block? Coba Atasi dengan 5 Cara Ini

Mengalami Writer's Block? Coba Atasi dengan 5 Cara Ini
info gambar utama

Penulis: Ega Krisnawati

Gejala writer'sblock seringkali dialami oleh setiap penulis. Biasanya, penulis yang mengalami gejala ini merasa tidak memiliki ide kreatif lagi di dalam dirinya. Tidak jarang, penulis dengan gejala writer'sblock merasa ingin menyerah. Pernahkah Kawan merasakan gejala ini saat ingin menulis?

Dilansir dari Goins Writer, penyebab umum gejala writer'sblock ada tiga hal. Pertama, tentang waktu. Pada masalah ini, Kawan merasa bahwa saat itu bukanlah waktu yang tepat untuk menulis.

Maka dari itu, Kawan perlu brainstorming lebih lama dari biasanya untuk menemukan waktu yang tepat dalam menulis. Kedua, tentang ketakutan. Tidak sedikit penulis yang perlu berjuang melawan rasa takutnya agar tidak mendapat kritikan dari pembaca.

Ketiga, tentang sifat perfeksionisme. Sifat perfeksionisme ditandai dengan ingin agar semua hal yang direncanakan berjalan tanpa adanya kekurangan.

Oleh sebab itu, Kawan akan membuat segala sesuatunya berjalan dengan sempurna. Tapi, semua itu hanya ada di dalam kepala dan belum pernah diwujudkan. Lantas, apa yang harus kita lakukan agar dapat mengatasi gejala writer'sblock?

1. Pergi ke Tempat yang Inspiratif

Inspirational places | Foto: Savasher
info gambar

Dikutip dari laman Writing Routines, cara ini dilakukan oleh penulis Hari Kondabalu. Ia menemukan bahwa kota Seattle mampu membuatnya keluar dari masalah writer'sblock.

Hari Kondabalu menyatakan bahwa menghadapi masalah writer'sblock sangatlah menyakitkan. Hal ini, karena ia tidak dapat memperoleh hasil pekerjaan yang memuaskan.

Ditambah lagi, pembaca tampak tidak peduli dengan masalah yang dihadapinya. Berkunjung ke kota Seattle, membuat Kondabalu mampu mengembangkan lebih banyak ide baru dengan waktu yang sangat cepat selama beberapa tahun terakhir.

2. Komitmen yang Kuat

High commitment to write | Foto: Heart - Head - Hands
info gambar

Komitmen yang kuat dalam menulis mampu membuat Kawan keluar dari gejala writer'sblock. Seorang penulis kolom dan Redaksi The Daily Beast bernama John Avlon berkata bahwa memiliki komitmen yang kuat dalam menulis akan membuat Kawan memiliki pemikiran yang tajam.

Selain itu, Kawan GNFI akan tampak natural ketika menulis. Tidak merasa terpaksa dan secara bebas menuangkan berbagai ide yang dimiliki.

3. Dengarkan Musik

Listening to music | Foto: Freepik
info gambar

Mendengarkan musik saat mengalami gejala writer'sblock juga dapat membuat Kawan lebih rileks. Upayakan agar Kawan dapat memilih musik mana yang bisa memunculkan ide dan justru merusak ide yang dimiliki.

Dengan begitu, Kawan dapat lebih mudah menghadapi gejala writer block. Biasanya, musik apa yang Kawan dengarkan untuk menghadapi gejala ini?

4. Menikmatinya

Seorang penulis asal Amerika bernama Jeff Goins mengatakan bahwa cara menghadapi gejala writer'sblock adalah dengan menikmatinya. Rasa takut dan tidak percaya diri terkait topik yang dibahas perlu dihilangkan.

Hal utama yang perlu Kawan pikirkan adalah sejumlah kata selanjutnya untuk menyelesaikan topik yang sedang ditulis. Biasanya, Goins akan menuliskan apa pun yang ada di kepalanya meski sedang mengalami writer'sblock .

Dengan menikmati gejala writer'sblock mungkin akan menghasilkan tulisan yang belum terstruktur, tapi cara ini dapat digunakan untuk menghadapi masalah dari gejala writer'sblock secara perlahan.

5. Lebih banyak membaca referensi lain

Kawan GNFI perlu menyadari bahwa masalah utama dari gejala writer'sblock karena kurangnya referensi yang dibaca, terkait topik yang ingin ditulis. Menurut sejarawan pemenang penghargaan Pulitzer-Prize dan MacArthur Genius Annette Gordon-Reed, gejala writer'sblock bisa disebabkan karena penulis belum benar-benar siap untuk menulis topik yang dimilikinya.

Gejala writer'sblock memang tampak sangat menyulitkan bagi setiap penulis, tapi dengan mencermati solusi di atas, Kawan bisa mulai menghadapinya secara perlahan. Yuk, semangat lagi menulisnya, ya, Kawan!*

Referensi:goins writer | writing routines

Baca Juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

KO
DK
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini