Tak Bisa Mudik, Warga Jakarta Bisa Berwisata Ke Mana Saat Libur Lebaran?

Tak Bisa Mudik, Warga Jakarta Bisa Berwisata Ke Mana Saat Libur Lebaran?
info gambar utama

Tahun ini, mudik Lebaran kembali dilarang demi mencegah peningkatan penyebaran virus Covid-19 yang masih melanda di Indonesia. Namun, beberapa wilayah mendapatkan izin untuk kegiatan aglomerasi atau pemusatan dalam kawasan tertentu, yang belakangan juga disebut sebagai mudik lokal.

Dalam satu wilayah aglomerasi, warganya diizinkan untuk melakukan perjalanan antar kota atau kabupaten yang saling terhubung dengan perjalanan darat, misalnya Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, dan Bekasi.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, mengatakan kepada Kompas.com, dengan adanya larangan mudik lebaran tahun ini, pemerintah akan mengarahkan warga untuk berwisata lokal di daerah masing-masing dengan menerapkan protokol kesehatan.

Sandiaga menambahkan bahwa wisata lokal yang dimaksudkan adalah berwisata di area aglomerasi yang ditentukan. Misalnya, warga Jakarta bisa berwisata di sekitar Jabodetabek.

Bagi Anda warga Jakarta dan sekitarnya, atau para perantau yang pasrah tak bisa mudik, kira-kira bisa berwisata ke mana ya pada momen libur lebaran nanti?

Pantai PIK

Kawasan pantai pasir putih yang berlokasi di PIK 2 yang baru dibuka akhir tahu 2020 lalu ini sontak mencuri perhatian. Di saat orang-orang sedang mencari tempat wisata outdoor, pantai buatan ini akhirnya dibuka untuk umum.

Pantai Pasir Putih sepanjang empat kilometer ini berlokasi di Pantai Indah Kapuk 2 dan jadi tempat yang pas untuk bersantai di sore hari, bersepeda, bermain pasir, atau sekadar berfoto-foto. Di pinggir pantainya pun terdapat kawasan kuliner dengan berbagai pilihan makanan.

Saat ini, diketahui tak ada biaya untuk masuk ke area pantai, tetapi perlu diketahui bahwa jam bukanya mulai dari pukul 15.00-21.00 WIB. Untuk sampai ke kawasan pantai, Anda bisa menuju ke PIK 2, naik jembatan ke Golf Island, kemudian melewati jembatan lagi sampai ke pantai.

Pantjoran PIK

Pantjoran PIK | @Gerdie Hutomo Shutterstock

Tak jauh dari pantai PIK 2, Anda bisa mengunjungi kawasan pecinan, yaitu Pantjoran PIK. Lokasinya berada di Golf Island, Pantai Maju, di Pantai Indah Kapuk. Tempat yang baru dibuka pada November 2020 ini dikhususkan menjadi tempat berwisata kuliner yang desainnya terinspirasi dari kawasan Pancoran Kota, Jakarta Barat.

Di sana, Anda bisa menemukan berbagai makanan, dari jajanan kaki lima legendaris, makanan khas peranakan, hingga hidangan tradisional. Beberapa tenant yang ada di Pantjoran PIK antara lain Ponggol Nasi Lemak, Otak-Otak Lookie, Kopi Es Tak Kie, Bihun Bebek 75, Rujak Kolam Medan, Wong Fu Kie, Kari Lam, dan Es Pluit Acen.

Selain mencoba berbagai makanan yang ada di sana, desain Pantjoran PIK pun sangat menarik lho. Banyak dindingnya dihiasi mural artistik, mulai dari pertandingang kungfu, pasar serba ada, barongsai, hingga kedai teh. Suasananya sangat kental dengan budaya Tionghoa.

Di sana juga ada 8 diorama hasil karya seniman, Gladys Teo-Simpson, yang menampilkan cerita-cerita tentang budaya dan kawasan Pantjoran yang menginspirasi, dan jadi sarana hiburan serta edukasi. Selama berada di kawasan

Pantjoran PIK, pengunjung juga bisa menyaksikan hiburan seperti musik guzheng, tarian seribu tangan, barongsai, dan olahraga tai chi.

Kawasan Kota Tua

Kota Tua Jakarta | @antoni halim Shutterstock

Bila ingin pergi ke tempat wisata yang lebih Jakarta banget, Anda bisa mengunjungi kawasan Kota Tua. Berjalan-jalan di area ini seolah membawa kita kembali ke zaman dahulu sebab nuansanya terasa sangat kuno.

Sambil jalan-jalan, Anda juga bisa belajar sejarah dan budaya. Tak lupa berfoto-foto, bermain sepeda ontel, dan mencicipi berbagai jajanan khas Jakarta.

Di kawasan Kota Tua juga banyak tempat yang bisa dikunjungi, misalnya Museum Fatahillah, bangunan bersejarah yang berisi ruangan-ruangan pengadilan hingga ruang bawah tanah yang dulunya difungsikan sebagai penjara.

Anda juga bisa masuk ke Museum Wayang untuk melihat langsung sekitar empat ribuan koleksi wayang dari berbagai era. Ada juga Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Bahari, dan Pelabuhan Sunda Kelapa.

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

DA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini