Ini 7 Cara Kerja Santai Tapi Tetap Produktif

Ini 7 Cara Kerja Santai Tapi Tetap Produktif
info gambar utama

Penulis: Habibah Auni

Ada banyak hal yang bisa Kawan lakukan untuk produktif. Namun, terkadang produktivitas terhalang dengan beragam kesibukan. Apalagi di masa sekarang, tubuh juga perlu istirahat dan santai.

Coba deh Kawan perbanyak baca dan mencari tahu teknik kerja produktif tapi santai. Bekerja tanpa merasa terbebani, meskipun pekerjaan yang dilakoni kurang disukai. Niscaya, Kawan GNFI mendapatkan beribu nilai produktivitas dengan cara yang tidak terpikirkan sebelumnya. Berikut 7 cara kerja produktif tapi santai.

1. Menetapkan Tujuan

Saat atasan memberikan tugas baru kepada Kawan GNI, jangan terburu-buru ingin mengerjakan dan menyelesaikannya. Sediakan waktu sejenak untuk merenungi tujuan pribadi yang hendak dicapai dari mengerjakan tugas tersebut.

Menentukan tujuan dapat membantu Kawan GNFI dalam merancang langkah-langkah menyelesaikan pekerjaan. Dengan begitu, pekerjaan tidak akan terasa berat dan mengkhawatirkan.

2. Bekerja Sesuai Batas Kemampuan

Kerjakan tugas sesuai kemampuan yang dimiliki. Jangan langsung mengiyakan tugas baru yang bukan menjadi jobdesk Kawan GNFI. Memaksakan diri untuk menyelesaikan pekerjaan yang tidak dikuasai berujung pada hasil yang kurang optimal, malah bisa membuat Kawan GNFI stres.

3. Fokus pada Hal-Hal Penting

Ilustrasi | Foto: Unsplash
info gambar

Fokus pada tugas yang sedang Kawan GNFI kerjakan. Sebelum memulai pekerjaan, Kawan GNFI bisa mengalokasikan 30 menit sehari untuk membaca email atau chat.

Jangan menunda-nunda pekerjaan, karena ini menghabiskan waktu dalam memikirkan maupun melaksanakannya. Seimbangkan antara kehidupan bekerja dan me time sembari menyelesaikan hal mendesak setiap hari secara konsisten.

4. Memijat Telinga

Studi medis menunjukkan kalau memijat telinga dapat menghilangkan stres dan kecemasan pada pasien di rumah sakit. Ini bisa diterapkan ketika Kawan GNFI sedang melakukan pekerjaan.

Memijat telinga dapat dimulai dengan memijat lembut di titik Shen Men (tengah sepertiga atas) telinga. Atau cara lainnya, Kawan GNFI dapat memijat daun telinga terlebih dahulu, kemudian perlahan-perlahan memijat ke atas dan kulit terluar telinga.

5. Merapikan Meja Kerja

Ilustrasi | Foto: Unsplash
info gambar

Kerapian meja mencerminkan kepribadian atau kondisi Kawan GNFI saat ini. Aura semangat atau malas akan terpancarkan dan membungkus meja kerja. Alhasil, rasa lesu, capek, dan malas akan merambat ke jiwa Kawan GNFI.

Oleh karena itu, Kawan GNFI harus meluangkan waktu untuk merapikan meja kerja. Tata ulang barang-barang yang ada di meja, sesuaikan letaknya dengan pemandangan yang disukai Kawan GNFI. Jangan lupa, jika ada sampah, buanglah pada tempatnya.

6. Melakukan Trik Tangan

Ilustrasi | Foto: Unsplash
info gambar

Tangan adalah anggota tubuh yang paling banyak digunakan dalam beraktivitas. Apapun kegiatan itu pasti membutuhkan penggunaan tangan. Makanya, tangan Kawan GNFI rentan dengan rasa pegal dan lemas.

Dengan demikian, Kawan GNFI perlu sesekali mengistirahatkan tangan ketika sedang melakukan pekerjaan. Cobalah untuk memijat ibu jari Kawan GNFI.

Pencet dan pijat bulat bagian puncak ibu jari, kencang tapi lembut. Supaya otot tangan, bau, dan leher Kawan GNFI rileks dan mengendur.

7. Teknik Bernapas

Barangkali ini teknik tertua yang Kawan GNFI sudah tahu sejak di bangku sekolah hingga sekarang. Namun, percayalah, teknik bernapas ini dapat menenangkan jiwa dan raga Kawan GNFI.

Cobalah menarik napas dalam-dalam seraya menggembungkan perut mengempiskan dada. Kemudian, dorong perut ke luar agar udara dapat ditarik ke bawah. Tarik kembali untuk mengosongkan paru-paru Kawan GNFI.

Tahan selama tiga ketukan napas. Lalu, kembali ke ritme awal bernapas, dan siap sedia melanjutkan tugas Kawan GNFI.

Nah, itu dia beberapa cara kerja santai tapi tetap produktif. Siap untuk menerapkannya, Kawan GNFI?

Referensi: Gemintang.com | Inc | Positivityblog

Baca Juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini