Mengenal Super Air Jet, Maskapai Terbaru Indonesia yang Meluncur Saat Pandemi

Mengenal Super Air Jet, Maskapai Terbaru Indonesia yang Meluncur Saat Pandemi
info gambar utama

Covid-19 memukul keras sektor transportasi udara. Banyak maskapai-maskapai besar yang terpaksa harus melalukan efisiensi besar-besaran untuk sekedar bertahan hidup. Di seluruh dunia, lockdown, pembatasan pergerakan manusia, dan belum dibukanya perbatasan-perbatasan negara, membuat banyak maskapai tak bisa menghasilkan pendapatan.

Namun, publik Indonesia dikejutkan dengan meluncurnya sebuah maskapai baru di masa pandemi ini, yang gambarnya lalu lalang di medsos, yakni Super Air Jet.

"Maskapai ini sepenuhnya dimiliki atas penyertaan modal orang lokal (dalam negeri)," ujar Ari Azhari, Direktur Utama Super Air Jet dalam keterangan tertulisnya yang disebarkan ke berbagai media nasional.

Menurutnya, pendirian Super Air Jet didasari atas optimisme bahwa kebutuhan penerbangan dalam negeri masih ada dan terbuka luas. Ada permintaan yang sangat kuat dari masyarakat untuk perjalanan udara, terutama para milenial. Apalagi kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan membuat angkutan udara sangat dibutuhkan.

Mengincar segmen anak muda

Foto: Doc/Super Air Jet
info gambar

"Segmen “kawula muda” akan terus tumbuh pesat dan Super Air Jet bersiap untuk meraih pasar itu melalui konsep “super cost ” yakni menawarkan layanan maskapai berbiaya paling hemat, sehingga lebih terjangkau," lanjut Ari.

Super Air Jet sendiri resmi berdiri pada Maret 2021 telah memiliki kode penerbangan “IU” dari IATA (Asosiasi Pengangkutan Udara Internasional) dan “SJV” dari ICAO (Organisasi Penerbangan Sipil Internasional). Ari Azhari sendiri tercatat pernah memegang jabatan penting di maskapai Lion Air sebagai General Manager Service Lion Group.

Meski begitu, Super Air Jet bukan bagian maupun anak usaha dari Lion Group. Corporate Communications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro dalam pesan singkatnya seperti dikutip oleh kepada Kompas.com menyebut bahwa Super Air Jet berbeda atau terpisah dengan Lion Group.

Saat beroperasi nanti, maskapai digadang-gadang bakal menggunakan pesawat Airbus 320-200 dengan kapasitas 180 penumpang. Awalnya, rute yang disasar merupakan domestik, tapi jika berkembang akan merambah rute internasional. Sementara segmen pasar yang dibidik adalah para milenial yang tengah hobi pelesiran.

Pengamat penerbangan, Alvin Lie menilai, kehadirkan maskapai baru Super Air Jet sebagai langkah yang luar biasa. Menurutnya, sudah lebih dari 10 tahun terakhir ini tidak ada pemain baru di industri penerbangan Indonesia. Istimewanya lagi, Super Air Jet hadir di tengah pandemi Covid-19.

“Saya melihat kehadiran Super Air Jet menunjukan kejelian pengusaha untuk membeli pesawat dengan harga yang murah. Kita ketahui, selama pandemi ini banyak maskapai yang mengembalikan pesawat dan tidak mampu melanjutkan kontrak atau bahkan tidak mampu bayar sewanya. Di sisi lain, perusahaan leasing juga perlu mencari penyewa atau pembeli baru, tentunya dengan harga yang sangat atraktif,” kata Alvin Lie seperti dikutip oleh Beritasatu.com.

Harga tiket lebih terjangkau

Foto DOK Super Air Jet
info gambar

Pilihan maskapai Super Air Jet untuk masuk di segmen low cost carrier (LCC) juga dinilainya sebagai langkah yang tepat. Apalagi sejak diterpa pandemi Covid-19, harga menjadi pertimbangan utama pengguna jasa penerbangan.

"Kebutuhan untuk bepergian akan selalu ada, dan selama pandemi daya beli menurun sehingga tentunya konsumen akan lebih sensitif terhadap harga. Mereka rela mengorbankan kenyamanan, dan pada saat ini LCC-lah yang lebih atraktif bagi pengguna jasa penerbangan.” kata Alvin Lie.

Sementara itu, pengamat penerbangan lainnya, Gerry Soejatman mengaku tidak kaget. Menurutnya, sebenarnya bisa saja maskapai baru hadir dan sengaja disiapkan untuk menggarap potensi pasar ketika pemulihan ekonomi pascapandemi berlangsung. Pada periode itu, tentu mobilitas akan meningkat dan permintaan terhadap jasa penerbangan ikut terkerek.

"Jadi ya saya tidak kaget kalau ada yang melihat kesempatan untuk ekspansi ketika permintaan mulai pulih jika puncak pandemi sudah lewat," ujar Gerry seperti dikutip oleh CNNIndonesia.com.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengatakan Super Air Jet secara hukum dimiliki oleh PT Kabin Kita Top. Saat ini, perusahaan sedang mengurus izin untuk beroperasi sebagai maskapai pendatang baru untuk layanan angkutan penumpang. “Sedang proses untuk air operation certificate atau izin untuk komersial. Secara hukum, pemilik Super Air Jet adalah PT Kabin Kita Top,” terang Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati kepada CNN Indonesia.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto mengatakan Super Air Jet kini sedang dalam proses perizinan. Ia mengaku tak bisa memprediksi kapan perusahaan itu dinyatakan layak terbang.

“Tergantung berapa lama, perusahaan harus buktikan dulu, pesawatnya bagaimana, kru bagaimana. Kalau bisa melengkapi bukti, perusahaan harus berikan bukti, punya ini, punya itu,” ujar Novie.

Selain itu, Novie menyatakan penentuan rute penerbangan juga belum dilakukan. Perusahaan sekarang fokus dengan proses perizinan terlebih dahulu. “(Rute) ini juga belum, belum semua diizinkan, perizinan yang menilai inspektur, harus cek ke inspektur,” jelasnya.

Sumber: Kompas.com | CNNIndonesia.com | kontan.id | beritasatu.com

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AH
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini