Menilik Progres Vaksinasi Covid-19 di Indonesia, Sudah Sejauh Mana?

Menilik Progres Vaksinasi Covid-19 di Indonesia, Sudah Sejauh Mana?
info gambar utama

Hingga awal Mei 2021, program vaksinasi Covid-19 di Indonesia telah sampai bulan keempat. Program ini mulai digalakan pemerintah sejak Januari 2021.

Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama yang menerima vaksin Covid-19 di Indonesia. Beliau mendapatkan vaksin pertama bukan tanpa alasan, beliau mengaku hal itu dilakukan agar masyarakat percaya bahwa vaksin tersebut aman dan halal digunakan.

Tak hanya presiden, sejumlah nama menteri, dokter, perwakilan dari berbagai profesi, tokoh agama, hingga influencer masuk dalam daftar penerima vaksin pertama dan mengikuti proses penyuntikan vaksin di Istana Merdeka, Jakarta, 13 Januari 2021.

Kelompok prioritas penerima vaksin

Pemerintah telah menetapkan 5 kelompok prioritas penerima vaksin COVID-19 tahap awal. © GNFI
info gambar

Pemerintah sejauh ini telah membuat daftar kelompok prioritas penerima vaksin COVID-19 tahap awal. Kelompok prioritas pertama meliputi tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang yang bekerja pada fasilitas pelayanan kesehatan, kemudian TNI/Polri, aparat hukum, serta petugas pelayanan publik lainnya.

Setelah itu, prioritas kedua meliputi tokoh masyarakat/agama, pelaku perekonomian strategis, perangkat daerah kecamatan, perangkat desa, dan perangkat rukun tetangga/rukun warga.

Sementara guru atau tenaga pendidik dari PAUD/TK, SD, SMP, SMA, atau setingkat/sederajat, dan perguruan tinggi masuk ke dalam prioritas ketiga.

Selanjutnya, prioritas keempat antara lain aparatur kementerian/lembaga, aparatur organisasi perangkat pemerintah daerah, dan anggota legislatif.

Lalu prioritas kelima meliputi masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, ekonomi dan masyarakat pelaku perekonomian lainnya. Sementara prioritas terakhir adalah masyarakat sipil dan pelaku perekonomian lainnya.

Jenis vaksin yang digunakan Indonesia

Dari tujuh jenis vaksin COVID-19 yang digunakan di Indonesia, baru ada tiga vaksin yang stoknya telah diterima dan digunakan dalam pelaksanaan vaksinasi, yakni Sinovac, PT Bio Farma, dan Oxford-AstraZeneca. © GNFI
info gambar

Menteri Kesehatan (Kemenkes) RI, Budi Gunadi Sadikin, telah menetapkan tujuh jenis vaksin Covid-19 yang akan digunakan untuk proses vaksinasi di Indonesia.

Aturan terkait jenis vaksin ini ada dalam Keputusan Menkes Nomor HK.01.07/Menkes/12758/2020 yang diteken 28 Desember 2020 lalu.

Tujuh jenis vaksin tersebut di antaranya:

  • Sinovac (China)
  • AstraZeneca (Inggris)
  • Sinopharm (China)
  • Moderna (Amerika)
  • Novavax (Amerika-Kanada)
  • Pfizer (Jerman)
  • Vaksin dari PT Bio Farma.

Dari ketujuh jenis vaksin COVID-19 yang digunakan di Indonesia, baru ada tiga vaksin yang stoknya telah diterima dan digunakan dalam pelaksanaan vaksinasi, yakni Sinovac, PT Bio Farma, dan Oxford-AstraZeneca.

Jawa Timur jadi provinsi dengan capaian vaksinasi tertinggi

Per tanggal 19 Maret 2021, capaian vaksinasi paling tinggi di Indonesia berada di Provinsi Jawa Timur dengan total 1.334.173 orang. © GNFI
info gambar

Dari jumlah vaksin yang sudah disuntikkan, Jawa Timur menjadi provinsi dengan capaian vaksinasi tertinggi.

Sebagai catatan, data dari Kementerian Kesehatan RI menyebutkan, per tanggal 19 Maret 2021, capaian vaksinasi paling tinggi di Indonesia berada di Provinsi Jawa Timur dengan total 1.334.173 orang.

Kemudian diikuti oleh Jawa Tengah 1.143.782 orang, Jawa Barat 952.929 orang dan DKI Jakarta 928.203 orang.

Meski sudah cukup banyak orang yang mendapatkan vaksin, namun tak sedikit pula yang khawatir dengan efek yang ditimbulkan setelah proses vaksinasi. Kemenkes sendiri telah menyatakan bahwa vaksin Covid-19 tidak menimbulkan efek samping serius.

Dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes No. HK. 02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona virus Disease 2019 (Covid-19), dijelaskan bahwa secara umum, vaksin Covid-19 tidak menimbulkan reaksi pada tubuh, atau apabila terjadi, hanya menimbulkan reaksi ringan.

Baca Juga: Menakar Pengaruh Luar Biasa Vaksin Bagi Ekonomi Indonesia di Tahun 2021

Persentase vaksinasi Indonesia dan negara Asia Tenggara

Daftar negara Asia Tenggara berdasarkan persentase penerimaan vaksin. © GNFI
info gambar

Sebagai perbandingan, menurut data The New York Times per tanggal 28 April 2021, Indonesia menempati urutan ketiga capaian vaksinasi di kawasan Asia Tenggara berdasarkan rasio populasi penduduk.

Berikut uraian daftar negara ASEAN berdasarkan persentase penerimaan vaksin.

1. Singapura (39 persen)

Vaksin yang telah diterima dan lolos uji klinis di Singapura adalah Pzifer-BioNThech dan Moderna. Hingga akhir April 2021, 39 persen populasi Singapura telah melakukan vaksin dengan jumlah 2.213.888 suntikan.

2. Kamboja (13 persen)

Kamboja mendapatkan vaksin AstraZeneca dari India dan juga Sinopharm dari China. Hingga 4 Mei, tercatat kasus positif di Kamboja mencapai 16.299 kasus dengan 107 kematian. Per 28 April 2021, 2.117.564 suntikan vaksin telah diberikan dengan persentase mencapai 13 persen dari total populasi Kamboja.

3. Indonesia (7,1 persen)

Hingga 4 Mei 2021, Indonesia telah memiliki total kasus positif sebanyak 1.686.373 dengan 1,54 juta berhasil sembuh dan 46.137 kematian. Per 28 April lalu, 19.230.446 suntikan vaksin telah diberikan kepada masyarakat atau 7,1 persen dari total populasi.

4. Malaysia (4,3 persen)

Malaysia telah menyatakan untuk berhenti menggunakan vaksin AstraZeneca untuk vaksinasi nasional akibat keresahan masyarakat. Selain itu, Malaysia menggunakan vaksin Pzifer-BioNThech dan Sinovac. Sebelumnya sebanyak 1.369.749 suntikan vaksin telah diberikan dengan persentase 4,3 persen dari total populasi.

5. Laos (2,6 persen)

Laos telah menguji coba vaksin Sputnik V asal Rusia dan sedang berdiskusi dengan China terkait pasokan vaksin. Sebanyak 184.287 suntikan vaksin berhasil disuntikkan kepada 2,6 persen dari total populasi Laos.

6. Myanmar (1,9 persen)

Myanmar memiliki total kasus positif sebanyak 142.858 dengan 3.209 kematian hingga 4 Mei lalu. Ditengah krisis yang melanda Myanmar, 1.040.000 suntikan vaksin berhasil diberikan kepada 1,9 persen dari total populasi.

7. Thailand (1,8 persen)

Thailand memandatangani kontak dengan AstraZeneca terkait pasokan vaksin. Dari 72.788 total kasus positif dan 303 kematian, 1.227.032 suntikan vaksin berhasil diberikan kepada 1,8 persen dari total populasi mereka.

8. Filipina (1,7 persen)

Filipina berencana melakukan vaksinasi lebih lanjut pada Juni 2021. Filipina memiliki total kasus positif sebanyak 1.067.892 dengan 17.622 kematian hingga 4 Mei lalu. Sementara itu, 1.809.807 suntikan vaksin berhasil diberikan kepada 1,7 persen dari total populasi.

9. Brunei Darussalam (0,5 persen)

Brunei telah bergabung dengan skema Covax global dan mengharapkan vaksin untuk 50 persen populasi mereka. Sejauh ini sudah 2.323 suntikan vaksin telah diberikan untuk 0,5 persen dari total populasi.

10. Vietnam (0,2 persen)

Vietnam memproduksi vaksin mereka sendiri dengan bekerja sama dengan pihak Amerika Serikat. Hingga 28 April lalu, 318.792 suntikan vaksin telah diberikan kepada 0,2 persen dari total populasi.

Sementara itu, update terbaru Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, bahwa vaksinasi Covid-19 di Indonesia telah mencapai 20 juta suntikan pada akhir April 2021.

Dikutip laman kompas.com, Menteri Kesehatan RI mengatakan, "Hari Jumat kemarin (30 April 2021), akhir bulan kita sudah menembus 20 juta suntikan (vaksin Covid-19)," ujar Budi dalam konferensi pers di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (3/5/2021).

Sementara menurut data terbaru yang dirilis Our World In per tanggal 02 Mei 2021, jumlah vaksinasi Indonesia telah menyentuh angka 20,17 juta, sekaligus menjadi yang terbanyak ke-9 di dunia.

Indonesia masuk daftar negara dengan vaksinasi tertinggi

10 dengan vaksinasi tertinggi (Mei 2021) © Our World Data
info gambar

Meskipun belum merata, namun sejauh ini proses vaksinanasi di Indonesia berjalan cukup lancar. Ternyata, Indonesia masuk daftar negara dengan capaian vaksinasi tertinggi di dunia. Menurut data Our World In yang dirilis awal Mei 2021. China menjadi negara dengan jumlah suntikan vaksin terbanyak dengan 279,9 juta suntikan.

Posisi kedua ditempati oleh Amerika Serikat dengan 246,78 juta suntikan, lalu India dengan 156,08 juta suntikan, Inggris dengan 50,19 juta suntikan. Kemudian peringkat kelima diisi Brasil dengan 43,96 juta suntikan, diikuti Jerman 30,15 juta suntikan, Turki dengan 23,29 juta suntikan dan Prancis dengan 22,41 juta suntikan.

Sementara posisi kesembilan dan kesepuluh diisi oleh Indonesia dan Rusia, kedua negara tersebut masing-masing mencatat 20,17 juta dan 20,11 juta suntikan.

Baca Juga: Antara Vaksin dan Politik

Vaksin jadi harapan baru untuk pulihkan ekonomi

Ilustrasi optimisme © Habib Farindra/Shutterstock
info gambar

Program vaksinasi merupakan kepentingan bersama yang bisa berdampak besar bagi Indonesia, khusunya perekonomian negara yang sempat masuk ke jurang resesi akibat pandemi. Banyak kalangan memprediksi, program vaksin menjadi salah satu faktor pendorong membaiknya perekonomian Indonesia.

Sebagai catatan, pada hari vaksinasi pertama di Indonesia (13/01/2021), nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menguat sebesar 70 poin atau 0,5 persen dengan nilai Rp14.060 per Dolar AS, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya dengan Rp14.130 per Dolar AS. Adapun prediksi IHSG akan mencapai level psikologis 6.880 seiring munculnya sentimen positif, antara lain berkat vaksinasi Covid-19.

Walau demikian, optimisme masyarakat dinilai akan semakin kuat dan jelas ketika vaksin sudah tersebar di masyarakat luas.

Dampak optimal vaksinasi terhadap pertumbuhan kegiatan ekonomi di Indonesia diperkirakan baru akan terlihat pada semester II 2021, mengingat Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) masih berlangsung.

Pemerintah optimis program vaksinasi akan dorong pemulihan ekonomi. Vaksin akan membantu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penanganan Covid-19 serta meningkatkan indeks kepercayaan konsumen, sehingga konsumsi dan investasi dapat kembali meningkat.

Adapun anggaran yang dialokasikan pemerintah untuk program vaksinasi Covid-19 pada tahun 2021 mencapai Rp55,5 triliun dari total Rp2.750 triliun APBN.

Dalam rangka mendukung percepatan pemulihan ekonomi, pemerintah akan tetap menjalankan beberapa program perlindungan sosial dan program untuk membantu sektoral serta pemerintah daerah. Insentif pajak pun juga tetap akan diberikan secara selektif dan terukur.

Referensi: Nytimes.com | Detik.com | Kontan.co.id | CNN Indonesia | Kompas.com | BBC | Sindonews.com | Pajakku

Baca Juga:

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Iip M. Aditiya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Iip M. Aditiya.

IA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini