Geliat Ekonomi Jelang Lebaran, Dompet Digital dan Minimarket Dorong Transaksi Cashless

Geliat Ekonomi Jelang Lebaran, Dompet Digital dan Minimarket Dorong Transaksi Cashless
info gambar utama

Dalam riset yang dilakukan Mandiri Institute menunjukkan terjadi perbaikan belanja masyarakat pada awal kuartal II (Q2) 2021 seiring kenaikan mobilitas masyarakat menjelang Ramadan dan Lebaran. Riset itu bahkan menyebut belanja masyarakat menengah atas bahkan sudah kembali ke level sebelum pandemi.

Dari hasil riset yang diterjemahkan oleh Katadata tersebut, tercatat belanja kebutuhan di supermarket--termasuk minimarket--relatif stabil sepanjang kuartal I (Q1) 2021, dan semakin melonjak menjelang Ramadan yang hadir pada awal kuartal II.

Lain itu, semakin banyak masyarakat yang melakukan tes Covid-19 sebagai syarat melakukan berbagai aktivitas dan mobilitas, seperti berbelanja maupun berpergian dengan kendaraan.

Pemerintah juga mengklaim ekonomi Indonesia mulai menunjukkan gejala perbaikan usai dihantam Covid-19. Hal ini ditunjukkan dengan beberapa indikator yang mulai bergerak positif, terutama belanja masyarakat.

Bahkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mengatakan konsumsi masyarakat mulai pulih. Hal itu ditunjukkan dengan belanja nasional pada April yang tumbuh lebih dari 30 persen secara tahunan. Sementara, belanja nasional untuk faktor musiman naik 13,1 persen secara tahunan.

Sementara berdasarkan laporan dari Asian Development Outlook yang dirilis oleh Asian Development Bank (ADB), Rabu pekan lalu (28/04/2021), diperkirakan ekonomi Indonesia bakal tumbuh 4,5 persen pada tahun ini.

Direktur ADB untuk Indonesia, Winfried Wicklein, mengatakan ia cukup optimistis bahwa pada tahun ini ekonomi Indonesia akan kembali tumbuh. Hal lainnya, Economist of ADB, James Villafuerta, juga menyebut bahwa ekonomi Indonesia diproyeksi bakal kembali tumbuh pada 2022 dengan catatan kenaikan hingga 5 persen.

Transaksi dompet digital di minimarket yang manfaatkan momentum

Terkait pertumbuhan daya beli masyarakat serta kondisi ekonomi yang sudah mulai membaik itu, momentum Ramadan dan Lebaran ini dimanfaatkan platform dompet digital yang berkolaborasi dengan minimarket. Tujuannya agar transaksi masyarakat lebih mudah serta untuk terus mendengungkan metode pembayaran cashless.

Adalah ShopePay dan Indomaret yang melakukan kolaborasi tersebut, dan diklaim lebih disukai masyarakat yang mulai melek dengan penggunaan dompet digital. Sebagai layanan pembayaran digital, ShopeePay berkomitmen mendorong akses digitalisasi finansial bagi pelaku bisnis dan konsumen di seluruh Indonesia.

Eka Nilam Dari, Head of Strategic Merchant Acquisition ShopeePay, dalam siaran pers perusahaan menyebut bahwa kerja sama dengan Indomaret dipilih karena merupakan salah satu minimarket dengan jaringan terluas di Indonesia.

''Ini merupakan langkah penting dari komitmen kami untuk terus memperluas jangkauan pembayaran digital ke lebih banyak tempat di Indonesia. Kami harap kolaborasi ini akan semakin memperluas penerimaan dan kepercayaan publik terhadap pembayaran digital mengingat reputasi Indomaret yang telah menemani masyarakat Indonesia selama puluhan tahun,'' jelasnya, Selasa (4/5).

Kolaborasi ini, sambungnya, juga dapat semakin memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya dengan lebih aman, nyaman, hemat, dan mudah.

Belanja online yang semakin diminati

Menurut riset yang dilakukan ShopeePay bersama Jakpat Mobile Survey pada tahun ini, ditemukan fakta dan berbagai preferensi serta prioritas kebutuhan masyarakat Indonesia, khususnya di kota-kota besar untuk bulan Ramadan dan Lebaran tahun ini.

Beberapa kebutuhan yang paling diprioritaskan masyarakat untuk Ramadan, ternyata hasilnya tak jauh berbeda untuk kebutuhan Lebaran. Di antaranya:

  • Makanan dan minuman (94 persen),
  • Kebutuhan masak dan rumah tangga (78 persen),
  • Produk/layanan penunjang kesehatan (58 persen),
  • Pakaian (45 persen),
  • Perawatan diri dan kulit (31 persen), serta
  • Kebutuhan hiburan, seperti gaming & online streaming (21 persen).

Dari laporan tersebut, uang digital terpilih sebagai metode pembayaran yang paling disukai, yakni sekitar 80 persen untuk berbelanja kebutuhan Ramadan dan Lebaran.

Lain itu, potongan harga/diskon menjadi fitur yang paling disukai dengan catatan 87 persen, selain tentunya program cashback (67 persen), yang merupakan promo yang paling dinantikan.

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini