Tips Menyiapkan Hampers Lebaran untuk Orang Tersayang

Tips Menyiapkan Hampers Lebaran untuk Orang Tersayang
info gambar utama

Menjelang momen lebaran, sudah jadi tradisi bagi masyarakat di Indonesia untuk saling berkirim hantaran. Apalagi di masa pandemi seperti saat ini, di mana kita tak bisa bertemu keluarga dan teman, berkirim hantaran bisa jadi pilihan untuk bersilaturahmi dengan orang terdekat.

Tak melulu dikirim saat lebaran, biasanya orang-orang juga berkirim hantaran pada momen Natal dan Imlek. Saat ini, hantaran lebih umum disebut dengan nama hampers. Kalau sebelumnya, terkenal dengan istilah parsel. Tak jelas sejak kapan penggunaan kata hampers ini mulai umum digunakan.

Menurut Ivan Lanin, pendiri Narabahasa sekaligus pegiat Bahasa Indonesia, kepada detikcom, perubahan istilah parsel menjadi hampers ini diduga terjadi sejak tahun 2000-an saat bahasa Inggris mulai berkembang di Indonesia.

Parsel diserap dari Bahasa Inggris, yaitu parcel. Dalam KBBI, parsel adalah bingkisan yang berisi berbagai hadiah, seperti aneka kue, makanan dan minuman dalam kaleng, barang pecah belah, yang ditata apik dalam keranjang dan dikirimkan kepada orang-orang tertentu pada hari raya.

Tradisi berkirim hampers sebenarnya bukan hal baru. Bahkan, sudah dimulai sejak ratusan lalu di Eropa. Tradisi ini diperkirakan muncul pertama kali tahun 1066 pada masa pemerintahan William I, Raja Inggris pertama dari bangsa Norman.

Pada masa itu, orang-orang Perancis mengenalkan hampers kepada masyarakat Inggris. Awalnya, hampers ini difungsikan sebagai sumbangan. Maka, isinya pun biasanya berupa makanan dan minuman untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Sekarang ini hampers biasa dikirim kepada keluarga, kerabat, rekan kerja, atau klien bisnis pada hari-hari perayaan sebagai simbol silaturahmi dan bersukacita.

Bila lebaran kali ini Anda ingin mengirim hampers, berikut tips mempersiapkannya:

Buat daftar penerima hampers

Pertama-tama, mulailah dari membuat daftar nama-nama penerima hampers. Bila ada cukup banyak orang yang ingin Anda kirimkan, buatlah kategorinya, misal keluarga, pasangan, teman, rekan kerja, atau klien. Jika tak ada bujet berlebih, Anda pun bisa mengirim hampers hanya pada orang-orang terdekat.

Jangan lupa tulis nama-namanya agar tak ada yang terlewat. Setelah mendapatkan daftar penerima hampers, Anda bisa mulai mengumpulkan alamat orang-orang tersebut untuk nantinya dikirimkan.

Tentukan bujet

Sebelum memikirkan isi hampers, tentukan dulu berapa banyak bujet Anda. Bisa menentukan bujet keseluruhan atau anggaran untuk hampers per orang. Sederhana atau mewah bisa disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Bahkan, sekarang sudah banyak lho pilihan hampers yang harganya mulai puluhan ribu tapi tetap berkesan.

Isi hampers

Ada banyak pilihan untuk isian hampers, mulai dari kue kering, keik, pajangan rumah, kopi, tea set, camilan, perlengkapan ibadah, atau sembako. Bila mengirim pada orang terdekat, bisa juga memberi isi hampers dengan barang-barang yang ia sukai atau sedang jadi hobinya, misalnya tanaman, peralatan memasak, alat lukis, atau apapun yang berkaitan dengan kesukaan orang tersebut agar isi hampers terasa lebih personal.

Membeli jadi atau bikin sendiri

Menjelang lebaran, banyak toko-toko yang menjual hampers yang sudah ditata begitu cantik dengan kemasan yang apik. Untuk alasan kepraktisan, Anda bisa membeli hampers yang sudah jadi. Namun, bila merasa kurang cocok, bisa juga lho membeli isian hampers dan kemasannya lalu dibungkus sendiri dengan kreativitas masing-masing. Umumnya, hampers dikemas dalam kardus, kotak, atau keranjang rotan.

Selipkan kartu ucapan

Jangan sampai orang yang Anda kirimkan hampers tak tahu siapa pengirimnya. Jadi, jangan lupa selipkan kartu ucapan. Di kartu tersebut, tulislah nama pengirim dan kata-kata yang ingin disampaikan pada orang tersebut.

Baca juga:

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

DA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini