Miliki Jutaan Hektare, Inilah 10 Provinsi dengan Lahan Sawah Terluas di Indonesia

Miliki Jutaan Hektare, Inilah 10 Provinsi dengan Lahan Sawah Terluas di Indonesia
info gambar utama

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mencatat, luas Lahan Baku Sawah (LBS) Indonesia pada 2019 sebesar 7.463.948 hektare atau naik 358.000 hektare dibandingkan tahun 2018 seluas 7.105.145 hektare.

Lahan Baku Sawah (LBS) sendiri dapat didefinisikan sebagai lahan sawah exiting dinamis yang secara periodik ditanami padi atau diselingi tanaman lain.

Pulau Jawa mendominasi kepemilikan LBS terluas. Jawa Timur menjadi provinsi dengan LBS terluas di Indonesia. Provinsi tersebut memiliki LBS sebesar 1,2 juta hektare. Jawa Tengah dan Jawa Barat berturut-turut mempunyai LBS sebesar 1.049.661 hektare dan 928.218 hektare.

Berdasarkan data BPS terbaru, berikut 10 provinsi pemilik Lahan Baku Sawah (LBS) terluas di Indonesia pada 2019.

10 provinsi dengan Lahan Baku Sawah (LBS) terluas di Indonesia © GNFI
info gambar

1. Jawa Timur

Menjadi provinsi yang memiliki sawah paling luas, Jawa Timur memiliki total luas lahan baku sawah mencapai 1.214.909 hektar hektare. Luas lahan sawah tersebut merupakan 25,41 persen dari luas wilayah Jawa Timur. Sedangkan untuk produksi beras, Jawa Timur mempu menghasilkan 5,5 juta ton dari luas sawah yang ada.

2. Jawa Tengah

Jawa Tengah menempati posisi kedua dengan lahan seluas 1.049.661 hektare. Luas lahan tersebut mengisi 32 persen dari total wilayah Jawa Tengah. Dari luas lahan yang mencapai lebih dari 1 juta hektare, provinsi ini mampu menghasilkan 5,5 juta ton beras.

3. Jawa Barat

Posisi ketiga diisi oleh Negeri Tatar Pasundan, Jawa Barat. Total 5,2 juta ton beras dihasilkan dari lahan sawah seluas 928.218 hektare. Luas lahan tersebut merupakan 26 persen dari total wilayah Jawa Barat. Maraknya industrialisasi menyebabkan luas lahan di Jawa Barat kian menyusut.

4. Sulawesi Selatan

Menyebrang ke Pulau Sulawesi, posisi keempat diisi oleh Sulawesi Sulatan. Sebesar 14 persen wilayah Sulawesi Selatan diisi olah lahan sawah. Provinsi dengan ibu kota Makassar ini memiliki luas sawah sebesar 654.818 hektare dan berhasil menghasilkan beras sebanyak 2,8 juta ton pada 2019.

5. Sumatra Selatan

Bergeser ke daratan Sumatra, posisi kelima diisi oleh Sumatra Selatan. Provinsi yang beribu kota Palembang ini memiliki luas lahan 470.602 hektare atau 5 persen dari total wilayah Sumsel. Dari luas lahan tersebut, Sumsel mampu memproduksi 1,4 juta ton beras.

6. Lampung

Posisi keenam diisi oleh tetangga Sumatra Selatan, yakni Provinsi Lampung. Pada 2019, Lampung tercatat memiliki luas lahan 361.699 hektare yang menempati 10 persen dari luas wilayah Lampung. Sementara produksi berasnya mencapai 1,2 juta ton.

7. Sumatra Utara

Menjadi provinsi ke-7 yang memiliki lahan sawah terbesar di Indonesia, Sumatra Utara mampu menghasilkan 1,1 juta ton beras dari 308.668 hektare sawah di wilayah tersebut. Luas sawah tersebut mengisi 4 persen dari keseluruhan wilayah Sumatra Utara.

8. Kalimantan Selatan

Kalimantan Selatan menempati posisi kedelapan dengan luas lahan baku sawah mencapai 291.145 hektare. Luas lahan tersebut menempati 7,51 persen dari luas keseluruhan wilayah Kalimantan Selatan. Sementara untuk produksi, Kalimantan Selatan mampu menghasilkan 790.448 ton beras, meningkat sebesar 9.000 ton dari periode sebelumnya (2018).

9. Kalimantan Barat

Masih di daratan Borneo, posisi kesembilan diisi oleh Kalimantan Barat. Provinsi yang beribu kota Pontianak ini memiliki 242.972 hektare sawah atau 1,6 persen dari total wilayah Kalimantan Barat. Dengan luas lahan tersebut, Kalimantan Barat mampu menghasilkan 499.012 ton beras.

10. Nusa Tenggara Barat

Posisi terakhir dalam daftar diisi oleh Nusa Tenggara Barat. Provinsi yang tersohor karena keindahan wisatanya ini memiliki luas sawah mencapai 227.786 hekatre atau 12,6 persen dari luas wilayah NTB. Dengan luas lahan tersebut, NTB mampu menghasilkan 794.499 ton beras dan menjadi salah satu provinsi penghasil beras terbesar di Indonesia.

==

Sumber Referensi: Statistik Indonesia 2020 | Badan Pusat Statistik RI | Kementerian Agraria dan Tata Ruang | Badan Pertanahan Nasional

Baca Juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini