8 Perusahaan Teknologi dengan Pertumbuhan Tercepat di ASEAN, Tokopedia Masuk Daftar

8 Perusahaan Teknologi dengan Pertumbuhan Tercepat di ASEAN, Tokopedia Masuk Daftar
info gambar utama

Awal April 2021, Deloitte Touche Tohmatsu Limited (DTTL) merilis Indeks Asia Pacific Technology Fast 500 2020. Laporan tersebut berisi peringkat tahunan perusahaan-perusahaan Asia Pasifik yang tumbuh paling cepat dalam industri teknologi.

Deloitte Asia Pacific Technology Fast 500 sendiri merupakan program penghargaan kepada perusahaan teknologi unggulan di kawasan Asia Pasifik yang mencakup sepuluh negara, yakni Australia, China (termasuk Hong Kong), India, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Selandia Baru, Singapura dan Taiwan.

Penerima penghargaan dipilih berdasarkan persentase pertumbuhan pendapatan tahun fiskal mereka selama tiga tahun. Selain itu perusahaan harus memiliki pendapatan operasional tahunan minimal US$50.000 dan juga berkantor pusat di Asia Pasifik.

Dari daftar tersebut, delapan perusahaan asal negara ASEAN berhasil masuk daftar Deloitte Techology Fast 500. Berikut nama-nama perusahaan teknologi dengan pertumbuhan tercepat di ASEAN.

Baca Juga: Tumbuh Pesat, Tokopedia Masuk Daftar Deloitte Technology Fast Asia Pacific 2020

8 perusahaan teknologi dengan pertumbuhan tercepat di ASEAN 2020 © GNFI
info gambar

1. ARB Berhad

ARB Berhad menjadi perusahaan teknologi dengan pertumbuhan tercepat di Kawasan ASEAN, perusahaan yang bergerak di bidang teknologi perangkat lunak asal negeri Jiran, Malaysia, ini mampu tumbuh 799 persen. Sementara untuk tingkat Asia Pasifik, ARB Berhard berhasil menembus peringkat ke-72.

2. Tokopedia

Peringkat kedua diisi oleh aplikasi karya anak bangsa, Tokopedia. Raksasa ecommerce ini menjadi satu-satunya perusahaan tanah air yang masuk daftar Technology Fast 500. Selama tiga tahun terakhir, Tokopedia mampu tumbuh sebesar 608 persen. Tokopedia juga berhasil masuk 100 besar perusahaan teknologi dengan pertumbuhan tercepat di Asia Pasifik.

3. Blue Wireless

Perusahaan asal Singapura, Blue Wireless, menempati peringkat ketiga sebagai perusahaan teknologi dengan pertumbuhan tercepat di Kawasan ASEAN. Perusahaan ini merupakan penyedia Layanan Jaringan Nirkabel (LTE) pertama di Asia untuk bisnis. Perusahaan yang berdiri tahun 2015 ini mampu tumbuh 311 persen dan masuk peringkat 186 di antara 500 perusahaan teknologi di Asia Pasifik.

4. Cresco Data

Masih dari Singapura, peringkat keempat diisi oleh Cresco Data. Perusahaan ini hadir sebagai platform otomasi dan pemetaan perdagangan perusahaan terkemuka di dunia. Perusahaan yang berdiri sejak 19 Agustus 2014 tumbuh 237 persen selama tiga tahun terakhir sekaligus menempati peringkat ke-227 dalam daftar Deloitte Technology Fast 500 2020.

5. vKirirom

Peringkat selanjutnya masih diisi perusahaan teknologi asal Singapura, vKirirom. Perusahaan ini mampu tumbuh sebesar 147 persen dalam tiga tahun terakhir sekaligus menempati peringkat ke-338 dalam daftar Deloitte Technology Fast 500 2020.

6. Ivy Mobile Technologies

Peringkat keenam diisi perusahaan asal Singapura lainnya, Ivy Mobile Technologies. Penyedia perangkat lunak berbasis cloud sebagai layanan SaaS ini tumbuh 132 persen selama tiga tahun terakhir. Catatan tersebut membawanya masuk 300 besar dalam daftar Deloitte Technology Fast 500 2020.

7. Involve Asia Technologies

Perusahaan teknologi asal Malaysia kembali unjuk gigi dalam daftar Deloitte Technology Fast 500. Perusahaan yang memiliki kantor di Indonesia dan Thailand ini berhasil tumbuh 109 persen dalam tiga tahun terakhir. Catatan tersebut menempatkannya sebagai perusahaan teknologi dengan pertumbuhan tercepat ke-7 di Kawasan ASEAN.

8. PatSnap

Peringkat terakhir diisi oleh perusahaan asal Singapura, PatSnap. Perusahaan ini menyediakan layanan perancangan perangkat lunak serta menawarkan platform analitik dan manajemen IP untuk kebutuhan industri dan infrastuktur teknologi. Dalam tiga tahun terakhir, PatSnap berhasil tumbuh 94 persen, membawayanya masuk daftar Deloitte Technolgy Fast 500 2020.

==

Baca Juga:

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Iip M. Aditiya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Iip M. Aditiya.

IA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini